Rabu, 22 Jul 2026 23:46 WIB

BI Luncurkan Uang Baru, Gubernur Khofifah Jadi Pemilik Pertama di Jawa Timur

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 19 Agu 2022 09:55 WIB
Gubernur Khofifah saat menerima uang baru
Gubernur Khofifah saat menerima uang baru

selalu.id - Pemerintah dan Bank Indonesia menggelar acara peluncuran 7 (tujuh) pecahan Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi 2022 (Uang TE 2022) pada Kamis (18/8/2022) di Jakarta.

Ketujuh pecahan Uang TE 2022 tersebut secara resmi berlaku, dikeluarkan, dan diedarkan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bertepatan pada HUT-77 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2022. Uang TE 2022 terdiri atas pecahan uang Rupiah kertas Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, Rp.10.000, Rp5.000, Rp.2000, dan Rp.1000.

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Kegiatan peluncuran Uang TE 2022 ini, disaksikan secara live virtual oleh Gubernur Jawa Timur, Sekdaprov Jawa Timur, Kepala Bank Indonesia Jawa Timur beserta Organisasi Perangkat Daerah terkait. Kegiatan menyaksikan bersama ini dilaksanakan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Pengeluaran Uang TE 2022 yang bertepatan dengan momentum HUT RI ke-77 menjadi wujud semangat kebangsaan, nasionalisme, dan kedaulatan untuk menumbuhkan optimisme terhadap pemulihan ekonomi nasional. Hal ini selaras pula dengan tema HUT RI ke-77: Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat.

Setelah momen peluncuran Uang TE 2022 telah selesai, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto, menyerahkan Token of Appreciation (ToA) Uang TE 2022 kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Gubernur Jawa Timur menjadi yang pertama memiliki Uang TE 2022 di Jawa Timur.

Baca Juga: Sambangi Bawean, Golkar Jatim Serap dan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pulau

Lebih istimewa lagi, Uang TE 2022 yang diserahkan kepada Gubernur Jawa Timur bukan sembarangan. Budi Hanoto secara khusus memilih Uang TE 2022 dengan nomer seri sesuai dengan tahun kelahiran Gubernur Jawa Timur. Hal ini menunjukkan perhatian dan apresiasi Bank Indonesia kepada Gubernur Jawa Timur sebagai stakeholder utama Bank Indonesia.

Selain Khofifah, Bank Indonesia juga menyerahkanToken of Appreciation (ToA) Uang TE 2022 kepada Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati yang turut hadir di Gedung Negara Grahadi.

Baca Juga: ALLPACK Surabaya 2026: Cara Krista Exhibitions Perkuat Hilirisasi dan Daya Saing IKM

Masyarakat dapat melakukan penukaran Uang TE 2022 melalui perbankan atau kas keliling yang disediakan Bank Indonesia.

Pemesanan penukaran melalui kas keliling dilakukan melalui aplikasi PINTAR yang dapat diakses melalui laman https://pintar.bi.go.id. Aplikasi penukaran tersebut dapat diakses oleh masyarakat mulai tanggal 18 Agustus 2022 pukul 11.00 WIB dengan jadwal penukaran uang mulai tanggal 19 Agustus 2022. Pelaksanaan penukaran dilaksanakan dengan tetap menjaga protokol kesehatan pencegahan COVID-19 yang telah ditetapkan Pemerintah. (CIN/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.