Kamis, 04 Jun 2026 19:18 WIB

Fashion Week Jalan Tunjungan Surabaya Dibubarkan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 24 Jul 2022 19:40 WIB
Petugas Satpol PP melarang penggiat fashion show yang hendak menyeberang di zebra cross
Petugas Satpol PP melarang penggiat fashion show yang hendak menyeberang di zebra cross

selalu.id - Puluhan petugas Satpol PP Surabaya membubarkan aksi fashion jalanan di Tunjungan Romansa Surabaya, Minggu (24/7/2022). Acara yang kerap disebut Fashion Week tersebut pindah ke zebracross dan mengganggu lalu lintas.

Petugas Satpol PP Surabaya, Joko Susilo mengatakan bahwa petugas bakal menjaga dan mengawasi Jalan Tunjungan Hingga Pukul 10.00 WIB malam.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Kami yang sore sekitar 35 orang petugas yang juga dari gabungan Dishub dan BPBD, yang mengawasi," kata Joko saat ditemui selalu.id.

Joko menyampaikan, apabila Pemkot Surabaya mengizinkan kedepannya pihaknya tidak bisa melarang.

"Yang lewat membuat konten tidak boleh ,
Semakin malam semakin banyak. Tadi
dibubarkan,"ujarnya.

Terlihat petugas Satpol PP berjaga di zebra cross melarang para penggiat yang hendak berfashion show dengan melewati zebra cross.

"Kalau jalan di trotoar sialahkan. Jangan di Zebra Cross, kasihan pengendara," tegasnya.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Sebelumnya, Jalan Tunjungan dipadati Warga yang menggelar Fashion Week. Bahkan ada 2 titik yang dijadikan ajang tampil style fashion di Jalan Tunjungan.

Padatnya fashion week tersebut menyebabkan kemacetan di Jalan Tunjungan Surabaya

Pengendara yang sempat terhenti akibat aktivitas fashion show jalanan ini membunyikan klakson secara terus menerus karena meras terganggu.

Salah satu pengendara motor Gojek, Agung Adyana warga Sidoarjo justru tak merasa terganggu. Sebab Tunjungan Fashion Week tidak dilakukan setiap hari, bahkan dilakukan di hari libur.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Ini memberikan  pintu kaum muda untuk berkreasi. Dikasih hari tertentu. Kalau sekali-kali ga papa, jangan sering," ujarnya.

Namun, berbeda pengendara motor lain merasa terganggu karena menimbulkan kemacetan.

"Bikin macet, nyebrang terus, jadi terganggu yang lainnya, kasian. Ikut-ikutan Jakarta ya gini. Ya ga papa bikin fashion week, tapi jangan mengganggu orang lain juga," ujarnya.  (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Wabup Mimik ajak Pelajar Sidoarjo Bijak Gunakan Teknologi

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan bahwa nilai utama yang harus dimiliki setiap manusia adalah kebermanfaatan bagi sesama.

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.