Jumat, 06 Nov 2026 21:34 WIB

Anggota DPRD Surabaya Terpapar Covid-19 Usai Ibadah Haji

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 23 Jul 2022 20:02 WIB
Machmud saat bertemu dengan warga
Machmud saat bertemu dengan warga

selalu.id - Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Moch Machmud, positif Covid-19 usai melaksanakan ibadah haji.

Machmud mengaku dirinya tidak terjangkit Covid-19 saat berada di Asrama Haji dan menjalani rangkaian tes protokol kesehatan, Machmud dinyatakan negatif.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Bangun Shortcut Saluran Atasi Genangan di Semolowaru

Saat tiba di tanah air dan sebelum kembali ke rumah, seluruh peserta haji diwajibkan untuk menjalankan tes Swab sekaligus PCR di gedung Asrama Haji.

"Jadi waktu di Asrama Haji, saya habis dites PCR di suruh nunggu dua jam di kamar. Terus datang petugas yang mengumumkan kalau semua 46 orang negatif termasuk saya dan dokternya,” kata Machmud saat dikonfirmasi, Sabtu (23/7/2022).

Politisi Demokrat ini mengaku hanya disuruh pulang tanpa diberikan hasil tes meskipun sudah memintanya.

Sehari setelah kepulangannya, ia mengaku menemui warga. Puskesmas Manukan Kulon pun datang dan menjalankan tes swab. Setelah melaksanakan kedua tes tersebut, Machmud mendapatkan hasil positif terpapar Covid-19.

"Sudah biasa saya diisukan seperti itu. Banyak pihak memang yang mau mempolitisi ibadah haji. Itu ada yang tepuk tangan saat infonya beredar, tapi saya sudah biasa dengan hal itu. Itu saya sudah tahu siapa-siapanya dan kenapa dibesar-besarkan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Manukan Kulon, dr Lolita Riamawati menyatakan bahwa pihaknya juga telah berkoordinasi dengan RT, RW serta Kelurahan setempat untuk terus dilakukan pemantauan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Pertanyakan Ratusan Miliar Anggaran Kecamatan Masuk Pos Pendidikan

"Kami sudah menghimbau kepada seluruh perangkat RT, RW dan petugas Kelurahan setempat untuk dilakukan pemantauan di wilayah masing-masing, khususnya bagi warga yang melakukan perjalanan ke luar negeri," ungkap dr Lolita.

Lolita mengungkapkan, pada Rabu (23/7/2022) pagi pihaknya sudah melakukan tes ulang kepada Machmud.

Saat dilakukan tes swab antigen, hasilnya negatif. Sedangkan, untuk hasil tes PCR masih harus menunggu dua hari untuk keluar.

"Tes ulang ini kami lakukan dalam waktu lima hari, setelah tes pertama dilakukan pada tanggal 19 Juli 2022," kata Lolita.

Baca Juga: Pungli Calon Pegawai Dishub Surabaya, Eri Cahyadi: Ini Mencoreng Nama Surabaya!

Diketahui pula, banyak warga yang berkunjung untuk ke rumah Machmud sepulang ibadah haji. Lolita mengatakan, warga yang datang ke lokasi juga diharuskan menjalani tes swab antigen.

"Hari ini tadi ada 13 warga yang kita tes antigen, dan 12 kita lakukan PCR. Total semua ada 25 warga. Sebelumnya, kontak erat di asrama haji itu kalau gak salah total 46 udah di tes semua hasilnya negatif," paparnya.

Ia juga menambahkan, alangkah baiknya jika Machmud menunggu hasil tes PCR keluar. Hal ini, lantaran Machmud harus memastikan dirinya benar-benar bersih dari Covid-19 sebelum bisa kembali ke masyarakat.

"Kalau misalkan hasil negatif, bisa menemui warga. Kalau positif, itu harus isolasi mandiri sekitaran 10 hari sejak tanggal 19," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polisi Bongkar Pabrik Oli Palsu Beromzet Rp260 Juta di Mojokerto, Ini Mereknya

Atas ungkap ini, polisi mengimbau masyarakat dan pemilik bengkel agar lebih waspada saat membeli oli kendaraan, dengan memastikan logo SNI dan izin NPT resmi.

Mitos Naga Putih dan Emas di Balik Erupsi Gunung Semeru

Saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara.

Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kini Level Siaga

Erupsi kali ini meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 5 kilometer dari puncak ke arah tenggara atau Besuk Kobokan.

Kasus Hibah Pokmas Jatim: Jaksa KPK Ultimatum Anwar Sadad Hadir di Sidang Minggu Depan!

Jaksa menegaskan tidak akan main-main jika Anwar Sadad mangkir dari kewajiban hukumnya. Pihaknya siap melakukan pemanggilan paksa.

Era Baru Layanan RSUD Jatim: Mulai dari KRIS, Sistem iDRG hingga Kelola Keuangan Pakai AI

Rumah sakit juga wajib memvalidasi data pasien melalui NIK terintegrasi Dukcapil dan menggunakan tanda tangan elektronik tersertifikasi. 

Kisah Pilu Warga Madiun Bayar Utang Bank Orang Lain Rp170 Juta, Rumah juga Terancam Dilelang

Langkah berat itu terpaksa ia tempuh semata-mata demi pertahankan rumah tinggalnya di Sukomoro, Nganjuk yang ia beli secara sah sejak 13 tahun lalu.