Kamis, 23 Jul 2026 04:11 WIB

Anggota DPRD Surabaya Terpapar Covid-19 Usai Ibadah Haji

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 23 Jul 2022 20:02 WIB
Machmud saat bertemu dengan warga
Machmud saat bertemu dengan warga

selalu.id - Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Moch Machmud, positif Covid-19 usai melaksanakan ibadah haji.

Machmud mengaku dirinya tidak terjangkit Covid-19 saat berada di Asrama Haji dan menjalani rangkaian tes protokol kesehatan, Machmud dinyatakan negatif.

Baca Juga: Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Saat tiba di tanah air dan sebelum kembali ke rumah, seluruh peserta haji diwajibkan untuk menjalankan tes Swab sekaligus PCR di gedung Asrama Haji.

"Jadi waktu di Asrama Haji, saya habis dites PCR di suruh nunggu dua jam di kamar. Terus datang petugas yang mengumumkan kalau semua 46 orang negatif termasuk saya dan dokternya,” kata Machmud saat dikonfirmasi, Sabtu (23/7/2022).

Politisi Demokrat ini mengaku hanya disuruh pulang tanpa diberikan hasil tes meskipun sudah memintanya.

Sehari setelah kepulangannya, ia mengaku menemui warga. Puskesmas Manukan Kulon pun datang dan menjalankan tes swab. Setelah melaksanakan kedua tes tersebut, Machmud mendapatkan hasil positif terpapar Covid-19.

"Sudah biasa saya diisukan seperti itu. Banyak pihak memang yang mau mempolitisi ibadah haji. Itu ada yang tepuk tangan saat infonya beredar, tapi saya sudah biasa dengan hal itu. Itu saya sudah tahu siapa-siapanya dan kenapa dibesar-besarkan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Manukan Kulon, dr Lolita Riamawati menyatakan bahwa pihaknya juga telah berkoordinasi dengan RT, RW serta Kelurahan setempat untuk terus dilakukan pemantauan.

Baca Juga: 75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

"Kami sudah menghimbau kepada seluruh perangkat RT, RW dan petugas Kelurahan setempat untuk dilakukan pemantauan di wilayah masing-masing, khususnya bagi warga yang melakukan perjalanan ke luar negeri," ungkap dr Lolita.

Lolita mengungkapkan, pada Rabu (23/7/2022) pagi pihaknya sudah melakukan tes ulang kepada Machmud.

Saat dilakukan tes swab antigen, hasilnya negatif. Sedangkan, untuk hasil tes PCR masih harus menunggu dua hari untuk keluar.

"Tes ulang ini kami lakukan dalam waktu lima hari, setelah tes pertama dilakukan pada tanggal 19 Juli 2022," kata Lolita.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Diketahui pula, banyak warga yang berkunjung untuk ke rumah Machmud sepulang ibadah haji. Lolita mengatakan, warga yang datang ke lokasi juga diharuskan menjalani tes swab antigen.

"Hari ini tadi ada 13 warga yang kita tes antigen, dan 12 kita lakukan PCR. Total semua ada 25 warga. Sebelumnya, kontak erat di asrama haji itu kalau gak salah total 46 udah di tes semua hasilnya negatif," paparnya.

Ia juga menambahkan, alangkah baiknya jika Machmud menunggu hasil tes PCR keluar. Hal ini, lantaran Machmud harus memastikan dirinya benar-benar bersih dari Covid-19 sebelum bisa kembali ke masyarakat.

"Kalau misalkan hasil negatif, bisa menemui warga. Kalau positif, itu harus isolasi mandiri sekitaran 10 hari sejak tanggal 19," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.