PJB Gabungkan Organisasi 2 Unit Pembangkit untuk Efisisensi Pengelolaan PLTU
- Penulis : Ade Resty
- | Jumat, 15 Jul 2022 20:54 WIB
selalu.id - Dua Unit Pembangkit yang dikelola oleh PT PJB resmi melakukan penggabungan struktur organisasi atau merger. Kedua unit tersebut adalah PLTU Paiton 1-2 dan PLTU Paiton 9.
Pengumuman merger tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT PJB, Gong Matua Hasibuan melalui Go Live Organisasi UP Paiton pada Kamis, 14 Juli 2022.
Baca Juga: Pelindo Regional 3 Gelar Portival Nusantara 2025 Wadahi Kolaborasi UMKM dan Generasi Muda
PT PJB saat ini sedang dalam masa transformasi menuju strategic holding. Untuk itu diperlukan sinergi pengelolaan unit sejenis yang secara geografis berdekatan guna mewujudkan lean organization and lean process dengan tetap memperhatikan aspek kinerja operasional.

Direktur Utama PT PJB, Gong Matua Hasibuan menyampaikan bahwa ke depannya jika strategic holding tercapai, Kantor Pusat akan memfokuskan pada peranan strategis, seperti perencanaan pengembangan bisnis, monitoring, dan evaluasi atas kegiatan operasional yang dilakukan oleh anak perusahaan dan unit pembangkit.
Baca Juga: Pelindo Petikemas Optimis Capai Target 2025, Arus Peti Kemas Tumbuh 5 Persen
"Penggabungan organisasi ini akan semakin membuat PT PJB lebih efisien dan efektif dalam mengelola unit pembangkit dari sisi teknis dan non-teknis. Saya berharap sinergi yang bagus dengan stakeholder dapat tetap terjalin," terangnya.

Baca Juga: Perkuat Komitmen Keberlanjutan Industri Hijau, SIER Tanam Ratusan Trembesi di PIER
Faktor pendukung selain untuk mencapai efisiensi yang tinggi, adalah kinerja PLTU Paiton 9 yang mencapai Operational Excellence, dimana salah satu buktinya dapat dilihat dari meningkatnya kinerja FTP-1 yang telah memenuhi standar (TOP 25% NERC) sehingga dapat di sejajarkan dengan unit pembangkit eksisting (PLTU Paiton 1-2).
PLTU Paiton 1-2 sendiri menjadi PLTU pertama yang telah mengimplementasikan co-firing biomassa di PLN Grup. Go live secara komersil co-firing dengan wood pellet ini dilaksanakan pada September 2020. Hal ini juga yang telah mendorong PLTU sejenis di Indonesia untuk melaksanakan co-firing. PT PJB melihat dengan penggabungan organisasi ini akan dapat mempercepat proses transfer pengetahuan antar unit pembangkit. (SL1)
Editor : Redaksi