Minggu, 06 Sep 2026 08:10 WIB

50 Ecoprinter dari Enam Kota Kunjungi Butik Namira di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 03 Jul 2022 23:11 WIB
Pelatihan pembuatan Ecoprint di Surabaya
Pelatihan pembuatan Ecoprint di Surabaya

selalu.id - Sebanyak 50 ecoprinter dari enam kota mengunjungi Butik Namira Ecoprint di Kedung Asem Indah Blok G Nomor 7, Surabaya, Minggu (3/7/2022). Mereka berasal dari Jakarta, Bandung, Tangerang, Semarang, Jogjakarta, dan Surabaya.

Dalam kunjungan tersebut, para ecoprinter melihat dan mempelajari pembuatan ecoprint dengan kualitas premium. Proses pembelajarannya dipandu oleh Yayuk Eko Agustin, owner Namira Ecoprint.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Sebenarnya ecoprint ilmunya sama. Hanya saja, jika bicara alam memang tidak ada yang instan," tutur Yayuk.

Yayuk mengaku melakukan banyak eksperimen untuk menghasilkan produk ecoprint yang bagus. Mulai dari pemilihan bahan, pewarnaan, dan seterusnya.

"Saya belajar dan senang dengan ecoprint. Awalnya karena hobi dan bereksperimen. Kami coba membuat warna. Ecoprint ini sangat menarik karena daun bisa menghasilkan uang," jelas Yayuk.

Yayuk menjelaskan bahwa ecoprint tidak ada yang instan. Contohnya daun jati yang bisa berubah warna menjadi ungu nan cantik.

"Kalau waktu membuatnya hati tidak pas tidak keluar warnanya. Anda boleh percaya, untuk menata daun saja butuh waktu 4 jam," cetus Yayuk.

"Kita tidak tahu hasilnya seperti apa. Kalau tidak bagus, ya itulah memang ecoprint. Kalau hasilnya bagus, itu sesuatu yang perlu kita syukuri," imbuh perempuan yang pernah menjabat Asisten I Pemkot Surabaya ini.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Dalam acara itu, Yayuk menunjukkan hasil dari pembuatan ecoprint dari kain katun dan sutra. Dua kain tersebut baru selesai dalam proses steam atau mengukus. Para ecoprinter terpesona karena semua warna jelas dan terang.

"Bahan-bahan alam ini tidak kita buang, tapi dipakai untuk kompos," kata Yayuk.

Siti Sri Nawangwoelanwardhani, koordinator ecoprinter, mengaku senang bisa belajar ecoprint di Namira.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

"Kami sengaja ngangsu kawruh (mencari ilmu) ke sini untuk bekal bisa membuat ecoprint yang bagus," katanya.

Dia mengatakan, selama ini, produk-produk yang dibuat kelompoknya masih terbatas. Belum ada yang menghasilkan produk premium. Setelah melihat di Namira, dia baru sadar ada cara jitu yang bisa diterapkan.

"Seperti dalam proses strem, selama ini kami memakai gedebok (batang pisang). Ternyata di Namira memakai besi yang menjadi penghantar panas yang baik," pungkas dia. (SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.