Rabu, 21 Okt 2026 13:02 WIB

50 Ecoprinter dari Enam Kota Kunjungi Butik Namira di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 03 Jul 2022 23:11 WIB
Pelatihan pembuatan Ecoprint di Surabaya
Pelatihan pembuatan Ecoprint di Surabaya

selalu.id - Sebanyak 50 ecoprinter dari enam kota mengunjungi Butik Namira Ecoprint di Kedung Asem Indah Blok G Nomor 7, Surabaya, Minggu (3/7/2022). Mereka berasal dari Jakarta, Bandung, Tangerang, Semarang, Jogjakarta, dan Surabaya.

Dalam kunjungan tersebut, para ecoprinter melihat dan mempelajari pembuatan ecoprint dengan kualitas premium. Proses pembelajarannya dipandu oleh Yayuk Eko Agustin, owner Namira Ecoprint.

Baca Juga: Aprindo Dukung Zero Odol, Desak Pemilik Barang Juga Bertanggung Jawab

"Sebenarnya ecoprint ilmunya sama. Hanya saja, jika bicara alam memang tidak ada yang instan," tutur Yayuk.

Yayuk mengaku melakukan banyak eksperimen untuk menghasilkan produk ecoprint yang bagus. Mulai dari pemilihan bahan, pewarnaan, dan seterusnya.

"Saya belajar dan senang dengan ecoprint. Awalnya karena hobi dan bereksperimen. Kami coba membuat warna. Ecoprint ini sangat menarik karena daun bisa menghasilkan uang," jelas Yayuk.

Yayuk menjelaskan bahwa ecoprint tidak ada yang instan. Contohnya daun jati yang bisa berubah warna menjadi ungu nan cantik.

"Kalau waktu membuatnya hati tidak pas tidak keluar warnanya. Anda boleh percaya, untuk menata daun saja butuh waktu 4 jam," cetus Yayuk.

"Kita tidak tahu hasilnya seperti apa. Kalau tidak bagus, ya itulah memang ecoprint. Kalau hasilnya bagus, itu sesuatu yang perlu kita syukuri," imbuh perempuan yang pernah menjabat Asisten I Pemkot Surabaya ini.

Baca Juga: Geger, Bayi Laki-Laki Ditemukan di Balkon Rumah Warga Surabaya

Dalam acara itu, Yayuk menunjukkan hasil dari pembuatan ecoprint dari kain katun dan sutra. Dua kain tersebut baru selesai dalam proses steam atau mengukus. Para ecoprinter terpesona karena semua warna jelas dan terang.

"Bahan-bahan alam ini tidak kita buang, tapi dipakai untuk kompos," kata Yayuk.

Siti Sri Nawangwoelanwardhani, koordinator ecoprinter, mengaku senang bisa belajar ecoprint di Namira.

Baca Juga: Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

"Kami sengaja ngangsu kawruh (mencari ilmu) ke sini untuk bekal bisa membuat ecoprint yang bagus," katanya.

Dia mengatakan, selama ini, produk-produk yang dibuat kelompoknya masih terbatas. Belum ada yang menghasilkan produk premium. Setelah melihat di Namira, dia baru sadar ada cara jitu yang bisa diterapkan.

"Seperti dalam proses strem, selama ini kami memakai gedebok (batang pisang). Ternyata di Namira memakai besi yang menjadi penghantar panas yang baik," pungkas dia. (SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ditlantas Polda Jatim Perkuat MQR, Kini Libatkan 5 Pilar Tekan Kecelakaan

Sebelumnya MQR hanya digunakan internal kepolisian untuk penempatan personel dan patroli.

SIER Perkuat Peluang Investasi Indonesia–Taiwan melalui Solusi Kawasan Industri Terintegrasi

Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Taiwan, sekaligus membuka peluang kerja sama di bidang investasi.

Hasil Liga Champions: PSG Hajar Barcelona 4-2, Anak Asuh Luis Enrique Duduk di Puncak Klasemen

Hasil ini membuat juara bertahan menyapu bersih 3 laga awal dengan poin sempurna.

Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Doa Lintas Agama Digelar di Sidoarjo

Istigasah dipimpin KH Rofiq Siradj.

Top 5 Berita: Pabrik Kosmetik Ilegal Digerebek hingga Rapat Kerja Pusat

Pembaca tertarik pemberitaan penggerebekan pabrik kosmetik ilegal hingga pendidikan.

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.