Selasa, 21 Jul 2026 19:16 WIB

Akhirnya Mobil PCR dari BNPB Dioperasikan di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 30 Mei 2020 16:39 WIB

Surabaya (selalu.id) - Akhirnya mobil laboratorium PCR (polymerase chain reaction) bantuan BNPB Pusat hari ini dioperasikan di Kota Surabaya. Tepatnya di GOR Pancasila, Sabtu (30/5/2020).

Ini untuk perluasan penanganan kasus Covid-19 di Kota Pahlawan. Sejak pukul 10.00 WIB, mobil dan belasan petugas melayani test swab sekitar 300 warga Surabaya. Warga ini terdiri dari Orang Dalam Pengawasan (ODP), Orang Tanpa Gejala (OTG), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta Orang Dalam Resiko (ODR).

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Berdasar pantauan media di lapangan, terlihat belasan petugas mengenakan baju Hazmat mengatur para warga yang datang. Dengan menerapkan protokol social distancing. Mereka dipanggil secara bergiliran untuk menuju mobil PCR dan dilakukan test swab.

Para warga ini sempat kecewa lantaran mundurnya jadwal pemeriksaan swab yang sedianya digelar pada hari Jumat (29/5/2029) kemarin. Karena mobil PCR bantuan BNPB dialihkan ke daerah lain. Warga terpaksa menunda pemeriksaan.

Pengalihan itulah yang membuat Walikota Surabaya Tri Rismaharini marah besar. Video ekspresi kekesalan Risma beredar luas di jagad dunia maya.

Seorang warga dari kelurahan Gading Surabaya yang tidak disebutkan namanya mengaku lega dengan adanya tes swab ini.

Warga ini mengaku mengantarkan neneknya yang sebelumya dinyatakan reaktif saat menjalani rapid test.

"Lebih cepat lebih baik. Biar kita sebagai keluarga ndak was-was. Belum lagi dengan tetangga," jelasnya. Ia menjelaskan, mobil laboratorium PCR dari BNPB Pusat sangat berarti untuk memastikan apakah seseorang terpapar Covid-19 atau tidak.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Saat dikonfirmasi adanya perseteruan antara Gubernur Jatim dan Wali Kota Surabaya terkait insiden pengalihan mobil PCR kemarin, warga ini mengaku geram pasalnya nasib masyarakat dipertaruhkan.

"Iya saya juga dengar di berita sampai Bu Risma (Wali Kota Surabaya) marah-marah. Saran saya sudahi yang gitu-gitu. Ayo bersama-sama melawan Corona ini," keluhnya.

Seharusnya, lanjut pria itu, Surabaya lebih diprioritaskan karena angka Covid-19 sangat tinggi. Baik pasien positif maupun warga yang dalam pengawasan. Penanganan Covid-19 di Surabaya sangat berpengaruh ke daerah lain agar tidak menyebar.

"Betul itu Bu Risma. Kalau di sini (Surabaya) segera diatasi atau diprioritaskan, secara otomatis angka pasien akan menurun dan itu jelas berpengaruh ke daerah lain, mengingat Surabaya adalah Ibukota," imbuhnya.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Pria ini juga mengucapkan rasa terima kasih kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang telah mati-matian memperjuangkan warganya agar mendapatkan penanganan secara cepat. Pun kepada Presiden serta Satgas Covid Pusat.

"Saya ucapkan terima kasih ke Bu Risma sudah merelakan dilihat banyak orang marah-marah dan menangis. Itu semua pasti demi warganya. Tak lupa kepada Bapak Presiden dan Satgas Covid Pusat yang menaruh perhatian besar untuk Surabaya," pungkasnya.

Sementara itu, berdasar data dari Pemerintah Kota Surabaya, saat ini terdapat 4 titik lokasi digelarnya tes swab yang memeriksa sekitar 700-an warga dengan golongan ODP, OTG, PDP dan ODR. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan 2 unit mobil PCR.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.