Selasa, 03 Nov 2026 21:25 WIB

Akhirnya Mobil PCR dari BNPB Dioperasikan di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 30 Mei 2020 16:39 WIB

Surabaya (selalu.id) - Akhirnya mobil laboratorium PCR (polymerase chain reaction) bantuan BNPB Pusat hari ini dioperasikan di Kota Surabaya. Tepatnya di GOR Pancasila, Sabtu (30/5/2020).

Ini untuk perluasan penanganan kasus Covid-19 di Kota Pahlawan. Sejak pukul 10.00 WIB, mobil dan belasan petugas melayani test swab sekitar 300 warga Surabaya. Warga ini terdiri dari Orang Dalam Pengawasan (ODP), Orang Tanpa Gejala (OTG), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta Orang Dalam Resiko (ODR).

Baca Juga: Nenek yang Dirampok Itu Tetangga Wakil Ketua DPRD Surabaya, Minta Pelaku Segera Ditangkap

Berdasar pantauan media di lapangan, terlihat belasan petugas mengenakan baju Hazmat mengatur para warga yang datang. Dengan menerapkan protokol social distancing. Mereka dipanggil secara bergiliran untuk menuju mobil PCR dan dilakukan test swab.

Para warga ini sempat kecewa lantaran mundurnya jadwal pemeriksaan swab yang sedianya digelar pada hari Jumat (29/5/2029) kemarin. Karena mobil PCR bantuan BNPB dialihkan ke daerah lain. Warga terpaksa menunda pemeriksaan.

Pengalihan itulah yang membuat Walikota Surabaya Tri Rismaharini marah besar. Video ekspresi kekesalan Risma beredar luas di jagad dunia maya.

Seorang warga dari kelurahan Gading Surabaya yang tidak disebutkan namanya mengaku lega dengan adanya tes swab ini.

Warga ini mengaku mengantarkan neneknya yang sebelumya dinyatakan reaktif saat menjalani rapid test.

"Lebih cepat lebih baik. Biar kita sebagai keluarga ndak was-was. Belum lagi dengan tetangga," jelasnya. Ia menjelaskan, mobil laboratorium PCR dari BNPB Pusat sangat berarti untuk memastikan apakah seseorang terpapar Covid-19 atau tidak.

Baca Juga: Nenek Penjual Rujak di Surabaya jadi Korban Perampokan Sadis, Emas 30 Gram Raib

Saat dikonfirmasi adanya perseteruan antara Gubernur Jatim dan Wali Kota Surabaya terkait insiden pengalihan mobil PCR kemarin, warga ini mengaku geram pasalnya nasib masyarakat dipertaruhkan.

"Iya saya juga dengar di berita sampai Bu Risma (Wali Kota Surabaya) marah-marah. Saran saya sudahi yang gitu-gitu. Ayo bersama-sama melawan Corona ini," keluhnya.

Seharusnya, lanjut pria itu, Surabaya lebih diprioritaskan karena angka Covid-19 sangat tinggi. Baik pasien positif maupun warga yang dalam pengawasan. Penanganan Covid-19 di Surabaya sangat berpengaruh ke daerah lain agar tidak menyebar.

"Betul itu Bu Risma. Kalau di sini (Surabaya) segera diatasi atau diprioritaskan, secara otomatis angka pasien akan menurun dan itu jelas berpengaruh ke daerah lain, mengingat Surabaya adalah Ibukota," imbuhnya.

Baca Juga: Sekolah Gratis Disorot, DPRD Surabaya: Harus Benar Gratis Tanpa Pungutan Tambahan

Pria ini juga mengucapkan rasa terima kasih kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang telah mati-matian memperjuangkan warganya agar mendapatkan penanganan secara cepat. Pun kepada Presiden serta Satgas Covid Pusat.

"Saya ucapkan terima kasih ke Bu Risma sudah merelakan dilihat banyak orang marah-marah dan menangis. Itu semua pasti demi warganya. Tak lupa kepada Bapak Presiden dan Satgas Covid Pusat yang menaruh perhatian besar untuk Surabaya," pungkasnya.

Sementara itu, berdasar data dari Pemerintah Kota Surabaya, saat ini terdapat 4 titik lokasi digelarnya tes swab yang memeriksa sekitar 700-an warga dengan golongan ODP, OTG, PDP dan ODR. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan 2 unit mobil PCR.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polemik Jam Operasional Pasar Tanjungsari, DPRD Surabaya: Kalau Perlu Perdanya Diubah!

Jika aktivitas perdagangan dibatasi oleh waktu yang terlalu ketat, Kaji Ipuk khawatir dapat berdampak pada kondisi komoditas yang mudah rusak.

Eks Kapolri Listyo Sigit hingga Ahrie Sonta jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden

Diketahui, ketiga jenderal polisi tersebut tak tanya menyadap Presiden Prabowo Subianto, tapi juga menyadap sejumlah pejabat, politisi, media hingga LSM.

Kabar Gembira Warga Probolinggo, Gubernur Jatim Khofifah Gelontorkan Bantuan Rp19,6 M

Dalam momen itu, ‎Khofifah mengatakan bahwa bantuan tersebut mencakup bidang perumahan, ekonomi, kesehatan, pendidikan hingga infrastruktur.

Razia Toko Kelontong di Nganjuk, Petugas Sita 7.540 Batang Rokok Ilegal

David mewanti-wanti seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha agar tidak nekat terlibat dalam rantai distribusi barang ilegal tersebut.

Soal Kabar Penangkapan Jenderal Polisi, Ini Dugaan Pelanggarannya

Langkah penindakan senyap ini bergulir hanya berselang satu bulan setelah kepemimpinan Polri diserahterimakan kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

Merasa Didiskriminasi, Pedagang Pasar Tanjungsari Sentil Status Pasar Induk Surabaya

Persoalan utamanya bukan penolakan terhadap aturan. Pedagang hanya meminta agar standar penegakan regulasi diberlakukan secara sama terhadap seluruh pasar.