Kamis, 17 Sep 2026 05:52 WIB

Festival Citraland Surabaya: UMKM Empat Kecamatan Berkompetisi Pamerkan Karyanya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 09 Jun 2022 12:26 WIB
Salah satu model memperagakan busana karya UMKM pada Festival UMKM Citraland, Surabaya
Salah satu model memperagakan busana karya UMKM pada Festival UMKM Citraland, Surabaya

selalu.id - Empat kecamatan menampilkan peragaan busana karya dari UMKM-nya pada rangkaian festival UMKM di Gwalk Citraland, Surabaya, Rabu (8/6/2022).

"Fashion show ini memang spesial banget untuk hari ini, fashion ini sebenarnya untuk memperkenalkan atau mempromosikan," kata City Manager Citraland Surabaya, Nada Putri.

Baca Juga: Dugaan Jual Beli Lapak di SWK Taman Prestasi Surabaya, Ini Pengakuan Pedagang Senior

Nada menyampaikan, fashion show ini sebagai ajang untuk mempromosikan karya-karya UMKM Surabaya kepada masyarakat luas.

"Produk-produk UMKM dari empat kecamatan, yakni Lakarsantri, Pakal, Benowo, Sambikerep," ujarnya.

Tercatat sebanyak 30 model memperagakan busana menarik karya UMKM dari empat kecamatan.

"Bersama Pemkot Surabaya, kita kolaborasi dan bersinergi dengan empat kecamatan dan warga-warga yang ada di sekitar Citraland untuk memajukan UMKM-nya mereka," jelasnya.

Nada menambahkan, Festival UMKM ini sendiri berlangsung mulai 4-11 Juni 2022. Kegiatan tersebut sekaligus dalam rangka memperingati HUT ke-729 Kota Surabaya.

Baca Juga: Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Protes Sejumlah Pengembang Besar

Tak hanya fashion show saja, rangkaian acara ini juga menampilkan talk show dari Bank Jatim serta live music.

Menariknya, para Camat dari empat kecamatan turut mengisi acara yakni pementasan luduk yang berjudul Lapak Bokep yang menceritakan dilema para pelaku UMKM.

Diana, salah satu peserta fashion show mengaku bahwa pembuatan baju yang diperagakan tersebut tanpa menggunakan alat, alias dengan kerajinan tangan.

Baca Juga: Mahasiswa UINSA Demo Tolak Muzakki Kembali Pimpin Kampus, Angkat Persoalan Dana Hingga UKT

"Kerajinan ini handmade tanpa alat sama sekali. Satu tas bisa selesai hingga dua hari," kata Diana.

Diana mengaku produknya sudah sampai ke Korea dan mendapat respon cukup baik oleh masyarakat di sana.

"Produk ini diminati pasar Korea. Namun memang kita belum ekspor,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sisi Gelap Warkop Jalan Kunti Surabaya, Pesan Kopi Bisa Sambil Nyabu

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 10 poket sabu seberat total 65,51 gram. Saat ini, kasusnya terus dilakukan pengembangan.

Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Meski sebagian besar wilayah Indonesia tengah dikepung kemarau terik, potensi hujan lebat hingga angin kencang masih mengintai. BMKG mengimbau selalu waspada.

Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan yang dapat mendukung kebutuhan tenant.

Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

Relawan yang diberhentikan itu adalah Egidius Nehe alias Egis. Ia mengaku terkejut lantaran menerima pemberitahuan pemutusan tugas hanya melalui pesan WA.

Penduduk Surabaya Tembus 3 Juta, Dapil dan Kursi DPRD Berpeluang Dirombak

Kondisi ini dimanfaatkan DPRD Kota Surabaya untuk mengawal peluang penambahan lima kursi legislatif pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang.

Bukan Sekadar Ambil Alih, Ini Rencana PDAM Surabaya Masuk Perumahan Air Mandiri

Langkah ini diambil guna memastikan kesetaraan akses air bersih di Kota Surabaya.