Kamis, 22 Okt 2026 19:20 WIB

Oknum Pejabat Satpol PP Surabaya Diduga Menjual Barang-barang Hasil Penertiban

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 04 Jun 2022 00:30 WIB
Aktivitas Satpol PP Surabaya. Foto: Istimewa
Aktivitas Satpol PP Surabaya. Foto: Istimewa

selalu.id - Oknum pejabat Satpol PP Surabaya diduga menjual hasil barang penertiban yang tersimpan di gudang Jalan Tanjung Sari Baru 11-15, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya.

Informasi menyebutkan barang-barang hasil penertiban tersebut dijual seharga ratusan juta.

Baca Juga: Massa Demo Berpakaian Serba Hitam Mulai Datang di Depan Grahadi Surabaya

Kasus yang menjadi buah bibir di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya ini diungkap Komunitas Peduli Surabaya.

Julianto, salah satu perwakilan dari Komunitas Peduli Surabaya, mengaku telah memantau gudang Satpol PP Surabaya tersebut.

Berdasarkan pantuan Julianto, disebutkan semua kegiatan di tempat tersebut sudah dihentikan. Sebab, ada dugaan barang hasil penertiban Satpol PP Surabaya dijual tidak sesuai prosedur.

"Tentu ini sudah menyalahi aturan," tegasnya, Jumat (3/6/2022).

Julianto menyampaikan, selama ini di gudang tersebut tersimpan semua barang hasil penertiban Satpol PP Surabaya diantaranya potongan reklame, potongan utilitas, spanduk, tower, rombong dan barang hasil penertiban lainnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

"Jadi, isinya di dalam gudang itu kayu, besi, dan kabel. Makanya, nilainya pasti besar kalau dirupiahkan," protesnya.

Julianto berharap tindakan oknum petinggi ini segera ditangani serius oleh Kepala Satpol PP Surabaya, Inspektorat Surabaya, dan juga pihak kepolisian.

Julianto menegaskan, hal itu sudah menyalahi aturan dan itu sudah bisa masuk ke dalam ranah korupsi.

"Padahal oknum ini sudah ASN dan pasti pendapatannya sudah tinggi. Masak masih kurang aja, apalagi ini warga baru mau bergerak perekonomiannya, mana rasa simpati dan empatinya?" ungkapnya.

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Terpisah, Kepala Satpol PP Surabaya, Eddy Christijanto, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus tersebut.

Eddy mengaku sudah menindaklanjuti temuan tersebut. Namun, ia masih belum bisa memberikan informasi lebih lanjut. Karena pihaknya tengah mendalami kasus ini.

"Iya itu benar. Kami masih mendalami itu," kata Eddy singkat melalui pesan WhatsApp-nya. (Ade/SL2)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.

Kabar Gembira, Jalan Rusak di Pace-Tanhunganom Nganjuk Segera Diperbaiki

Perbaikan jalan ini tak sekedar untuk akses kendaraan, namun juga mampu melejitkan denyut perekonomian warga di sekitar jalur Pace-Tanjunganom, Nganjuk

IMM Jember Gelar Aksi Demo, Desak Pemerintah Serius Benahi 7 Persoalan Pendidikan

Mereka memberikan waktu satu minggu dan mengancam bakal menggelar aksi demonstrasi jilid II apabila tuntutan tidak ditindaklanjuti dengan langkah konkret.

Momen Pesawat Tempur TNI AU Mendarat di Tol Pasuruan-Probolinggo

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengujian kesiapan operasional TNI AU dalam memanfaatkan infrastruktur jalan tol untuk mendukung operasi udara.

Demo di Grahadi Surabaya, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dari Jabatannya

Sambil melakukan orasi secara bergantian, gema teriakan "revolusi" terus disuarakan sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.