Kamis, 04 Jun 2026 20:58 WIB

Penjual Hewan Kurban Dilarang Berdagang Sembarangan di Surabaya, Ini Aturannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 03 Jun 2022 17:09 WIB
Peternakan sapi
Peternakan sapi

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melarang pedagang hewan kurban berjualan di sembarang tempat. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti mengatakan, pelarangan tersebut dilakukan upaya untuk mencegah penularan virus PMK saat Idul Adha.

"Prinsip bahwa kita harus memutus perkembangbiakan virus dengan mengurangi penyebarannya dengan membatasi lalu lintas hewan ternak," kata Antiek, Jumat (3/5/2022).

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Antiek menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kelurahan dan Kecamatan di seluruh Surabaya, untuk tidak sembarangan memberikan izin terhadap pedagag hewan kurban di wilayahnya.

Kata dia, kelurahan dan kecamatan boleh memberi izin. Namun, hewan kurban harus disertai dengan surat keterangan sehat dan lahan. Hal itu dilakukan agar berjualan tetap bersih dan steril.

"Area-area yang dipakai untuk dibuat jualan supaya tidak menularkan atau semakin mengembangbiakkan virus itu," jelasnya.

Lebih lanjut Antiek pun tidak menyarankan pedagang hewan kurban berjualan di pinggir-pinggir jalan. Sebab, hewan kurban yang dijual di Kota Surabaya harus memiliki tempat yang jelas.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

"Tempat itu sudah mendapat izin dari kelurahan dan kecamatan setempat, dan lahan itu cukup dijaga kebersihannya dan kesejahteraan ternaknya," ucapnya.

Untuk memastikan hewan kurban yang dijual sehat, Antiek menyampaikan bahwa akan menerjunkan tim di lapangan.

Kemudian, apabila hewan dirasa cukup sehat, maka pihaknya akan mengeluarkan Surat Keterangan Sehat.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Itu supaya masyarakat juga yakin dan tenang ketika mereka membeli hewan ternaknya sudah ada surat sehatnya," tuturnya.

Ia menambahkan, sejauh ini persediaan hewan kurban di Jawa Timur cukup tersedia. Begitu juga dengan persediaan di Surabaya.

"Idul Adha ketersediaan hewan qurban di Jawa Timur kata ibu Gubernur cukup tersedia, tapi tadi bahwa kondisinya harus sehat," pungkasnya. (Ade/SL2)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Wabup Mimik ajak Pelajar Sidoarjo Bijak Gunakan Teknologi

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan bahwa nilai utama yang harus dimiliki setiap manusia adalah kebermanfaatan bagi sesama.

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.