Kamis, 04 Jun 2026 08:08 WIB

Dokter Hewan Sarankan ini agar Aman Mengkonsumsi Sapi dan Kambing saat Idul Adha

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 19 Mei 2022 13:46 WIB
Penyuntikan sapi di peternakan di Surabaya.
Penyuntikan sapi di peternakan di Surabaya.

selalu.id - Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Timur I, menyebut virus Penyakit Mulut dan Kuku pada ternak diwaspadai. Lantaran berpengaruh pada perekonomian masyarakat.

Perwakilan PDHI Jatim, drh Wiryadining Daruki, mengatakan bahwa virus PMK bisa merugikan warga yang memiliki peternakan sapi, kambing, domba maupun babi.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Sebab itu, Wiryadininig menghimbau, seluruh lurah dan camat di Surabaya untuk turut serta melakukan sosialisasi dan pengawasan kepada para peternak maupun RPH di masing-masing wilayahnya.

"Tidak usah khawatir untuk yang ingin mengonsumsi daging, monggo saja. Karena kalau dipotong di RPH akan sangat jelas terlihat antara hewan yang terjangkit PMK dan tidak, pastinya ada tim medis dan dokter," kata drh Wiryadining, Kamis (19/5/2022).

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

drh Wiryadining berpesan untuk hewan yang terjangkit PMK, kemudian disembelih sebaiknya bagian kepala, kaki dan jeroan harus dimusnahkan dengan cara dikubur.

Ia juga menyarankan ketika menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, masyarakat dapat memotong hewan qurban di RPH yang sudah terjamin keamanannya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Sehingga, nantinya bisa dilakukan penyuluhan ke takmir masjid, atau panitia Idul Adha. Tak hanya itu vaksinasi massal ke hewan ternak juga dilakukan.

"Kami harap juga dilakukan vaksinasi massal ke hewan ternak untuk menghindari penularan PMK, mudah-mudah bisa segera berakhir," ujarnya,"terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.