Kamis, 04 Jun 2026 18:28 WIB

Hilal Terlihat di Tiga Lokasi di Jawa Timur

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 01 Mei 2022 18:57 WIB
Pemgamatan Hilal di Surabaya
Pemgamatan Hilal di Surabaya

selalu.id - Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) melakukan rukyat hilal untuk menentukan 1 Syawal 1443 Hijriah.

Pengamatan tersebut dilakukan, Observatorium Astronomi Sunan Ampel (OASA) Fakultas Syariah dan Hukum.
Minggu (1/4/2022), dimulai pukul 16.30 WIB sampai selesai di OASA kampus UINSA Gedung Twintower B Lantai 10 di Jl Ahmad Yani, Surabaya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Hilal memungkinkan untuk terlihat dengan syarat tidak tertutup awan," kata observer OASA Muhammad Abarul Umam,.

"Kami berharap posisi hilal tidak tertutup awan, sehingga dapat terlihat dengan teleskop," imbuhnya.

Umam menjelaskan, kurang lebih ada 20 Observer terlibat dalam pemantauan hilal. Terdiri dari mahasiswa dan dosen.

Ada 7 alat teleskop manual, satu teleskop robotik yang digunakan OASA. Hingga berita ini ditulis, prosesi pemantauan hilal masih berlangsung.

"Di Jatim maksimal seharusnya 17.30 WIB sudah dapat setor data," kata Umam.

Jika memang banyak lokasi yang melihat hilal hari ini, artinya Lebaran akan jatuh besok Senin, 2 April 2022. Namun, keputusan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat Kemenag.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Untuk sementara hingga pukul 17.53 WIB, hilal dinyatakan terlihat di 3 lokasi di Jawa Timur. Lokasi itu antara lain di Condrodipo Gresik, Tanjung Kodok Lamongan, serta di lokasi pemantauan hilal di Mojokerto.

Ketua Falakiyah NU Jatim Shofiyullah yang menyatakan itu. "Benar, sementara ini hilal terlihat di 3 lokasi itu. Di Condrodipo Gresik, Tanjung Kodok Lamongan, dan di Mojokerto," ujarnya, Minggu (1/5/2022) petang.

Sehingga masyarakat masih menanti keputusan pemerintah dan organisasi Islam terkait pelaksanaan Salat Idul Fitri 1443 Hijriah. Keputusan itu akan ditentukan dalam Sidang Isbat nanti setelah keluarnya hasil pemantauan hilal atau Rukyat di beberapa daerah.

Total, ada sebanyak 31 titik se-Jatim yang menjadi lokasi pemantauan hilal.
.
"Mulai hari ini, nanti kalau terlihat (hilal), ya, berarti besok (Senin) Hari Raya (Idul Fitri 1443 H). tapi kalau tidak terlihat di Indonesia, berarti hari rayanya mundur sehari," kata Shofiyullah.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Menurutnya 31 titik itu tersebar di sejumlah daerah se-Jatim. Mulai dari Surabaya, Gresik, Kediri, Probolinggo, Malang, hingga Blitar.

Meski begitu, pihaknya telah mengimbau kepada masyarakat, khususnya Nahdliyin, agar tetap bersabar. Pihaknya bersama pemerintah akan segera melaporkan hasil hilal.

"Saya mohon tetap menunggu hasil rukyat. Akan segera kami beritahukan ke PBNU dan segera kami laporkan ke Kemenag kemudian diisbatkan oleh Menag. PBNU nanti yang akan menyebarkannya hasilnya. Setidaknya jam 19.00 WIB sudah ada keputusannya," katanya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.