Jumat, 06 Feb 2026 03:26 WIB

Viral Rencana Baca Quran Bersama di Jalan Tunjungan, Ini Sikap Pemkot Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 20 Apr 2022 22:10 WIB
Undangan baca Quran bersama di Jalan Tunjungan
Undangan baca Quran bersama di Jalan Tunjungan

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya angkat bicara terkait ramainya informasi rencana ngaji atau membaca Alquran bersama yang akan dilakukan oleh kelompok yang mengatasnamakan Arek Suroboyo Wani Jogo Agomo (Aswaja) di Jalan Tunjungan, Surabaya besok, Kamis (21/4/2022).

Ngaji di jalanan ini pernah dilakukan di Bandung dan Yogyakarta serta beberapa daerah lain.

Baca Juga: Wawali Surabaya Armuji Rampung Diperiksa Kasus Bimtek, Ini Hasilnya

Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Kota Surabaya, Eko Budi Susilo mengatakan bahwa Pemkot Surabaya belum mendapat laporan perizinan dari kegiatan tersebut, sementara informasi yang berbentuk pamflet digital telah ramai tersebar di media sosial (medsos).

"Selain itu, karena Kota Surabaya telah resmi menetapkan PPKM Level 1 dan tidak ingin adanya kerumunan yang bisa memicu adanya persebaran kasus aktif Covid-19," ujar Eko sapaan lekatnya, Rabu (20/4/2022).

Oleh karena itu, Eko menayangkan kegiatan tersebut. Dalam brosur yang telah tersebar itu, tidak tertera informasi secara jelas mengenai siapa penanggung jawab acara Membaca Alquran Berjamaah On The Spot (di trotoar sepanjang Jalan Tunjungan).

"Kami hanya tidak ingin ada oknum yang berniat untuk membuat gaduh, sehingga muncul ketidaknyamanan bagi umat beragama di Kota Surabaya untuk beribadah," terang dia.

Untuk mengantisipasi kegiatan tersebut, pihaknya akan terus melakukan pengamanan bersama Muspika dan tiga pilar, yakni kecamatan bersama TNI-Polri, serta tokoh masyarakat.

Baca Juga: Kelakar Wawali Surabaya Armuji saat Diperiksa Dalam Kasus Bimtek

"Masyarakat harus tahu apakah kegiatan keagamaan ini memang hanya untuk masyarakat umum atau untuk kepentingan politik," ujar dia.

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surabaya, Muhammad Yazid, mengatakan bahwa ormas yang menggelar kegiatan Membaca Alquran Berjamaah On The Spot itu dalam rangka memperingati Malam Nuzulul Quran, adalah ormas yang tidak terdaftar atau tidak diketahui asal usulnya.

"Maka ini kewajiban untuk menjaga seduluran (persaudaraan) dan kebersamaan. Serta menjaga Surabaya untuk tetap damai dan harmonis. Apalagi acara ini tidak mendaftarkan perizinan pada kepolisian," kata Yazid.

Meski demikian, ia juga sangat mendukung kegiatan yang mengarah pada keragaman dan kerukunan umat beragama. Hanya saja, ia turut menyayangkan kegiatan yang tidak diketahui siapa penyelenggaranya.

Baca Juga: Gaya Wawali Armuji saat Penuhi Panggilan Polisi dalam Kasus Bimtek: Ngguya-ngguyu!

"Kiranya kalau ini dilaksanakan semacam Nuzulul Quran itu di lembaga pendidikan dan jelas penggagas dan pelaksana kegiatannya, tentunya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat," ungkap dia.

Ia menambahkan, meskipun Kota Surabaya telah resmi menerapkan PPKM Level 1, peringatan kegiatan keagamaan juga tetap harus mengedepankan protokol kesehatan.

"Apalagi ini digelar di jalan yang kurang pas, jangan sampai menimbulkan kegaduhan. Kita harus tetap mengedepankan kerukunan beragama," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ingin Nikmati Kuliner Khas Korea, Aston Mojokerto Bisa Jadi Pilihan

Hotel dibawah jaringan Archipelago tersebut kini ada kuliner khas Korea lewat konsep pop-up bertajuk 60 seconds to Seoul.

Polisi Juga Bakal Panggil Anggota DPRD Surabaya dalam Kasus Bimtek, Siapa Jadi Tersangka?

“Penyidik sudah melakukan penyitaan dokumen-dokumen terkait bimtek. Dalam waktu dekat kami akan melaksanakan gelar perkara untuk menentukan tersangka,” kata Edy

Dalami Kasus Bimtek 2011, Anggota DPRD Surabaya Aktif juga Bakal Diperiksa

Penyidik masih akan panggil sejumlah pihak yang diduga berkaitan, termasuk anggota DPRD Surabaya yang saat ini masih menjabat.

Selain Armuji, Ketua DPRD Jatim Musyafak juga Diperiksa Polrestabes

Edy meluruskan bahwa keduanya diperiksa sebagai saksi, bukan hanya terkait perubahan tanggal dokumen.

Pemuda asal Ponorogo Tewas Gantung Diri di Surabaya

Informasi yang dihimpun, korban bekerja sebagai karyawan fotokopi. Dia berasal dari Ponorogo.

Pengadaan Laptop Pesantren Diduga Ada Kejanggalan, Inspektorat Jatim Dinilai Lamban Bertindak

Zahdi menyampaikan lambannya respons Inspektorat bertolak belakang dengan komitmen Gubernur Jatim yang sedang belakangan menggencarkan birokrokrasi.