Jumat, 02 Okt 2026 22:42 WIB

Pemkot Surabaya Gelar Lomba Kampung Pancasila, Ini Syarat dan Kriteria Penilaiannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 18 Agu 2026 19:22 WIB
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Kampung Pancasila sekaligus Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Irvan Widyanto. (Dok. Pemkot Surabaya).
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Kampung Pancasila sekaligus Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Irvan Widyanto. (Dok. Pemkot Surabaya).

selalu.id - Warga Surabaya bakal punya alasan baru untuk semakin peduli dengan lingkungan tempat tinggalnya. 

Ini karena Pemkot Surabaya menyiapkan Lomba Kampung Pancasila 2026 yang akan berlangsung mulai September hingga Desember 2026.

Baca Juga: Aturan dan Peringatan Keras Wali Kota Eri untuk Hiburan Malam di Surabaya 

Bukan sekadar lomba mempercantik kampung, kompetisi ini akan melihat bagaimana kebiasaan warga sehari-hari membentuk lingkungan yang aman, bersih, mandiri, dan peduli satu sama lain.

Total, 1.360 RW di 153 kelurahan di Surabaya akan menjadi peserta. Setiap RW diimbau mengikuti lomba bersama seluruh RT yang berada di wilayahnya.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Kampung Pancasila sekaligus Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan, penilaian akan bertumpu pada empat pilar, yakni lingkungan, kemasyarakatan, ekonomi, serta sosial budaya.

"Jadi dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Surabaya menyelenggarakan terkait dengan rencana lomba Kampung Pancasila. Lomba Kampung Pancasila itu sendiri nanti tetap basis penilaiannya ada pada empat pilar," terangnya, Selasa (18/8/2026).

Dari empat pilar tersebut, lingkungan dan ekonomi mendapat bobot penilaian lebih besar. Pada aspek lingkungan, kebiasaan warga memilah sampah sejak dari rumah menjadi salah satu indikator penting. 

Artinya, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi urusan petugas kebersihan, tetapi dimulai dari masing-masing rumah tangga.

"Artinya, dari rumah tangga itu sudah diharapkan setiap rumah tangga yang ada di masing-masing warga di level RT maupun RW sudah melakukan pemilahan," kata Irvan.

Sementara itu, pilar ekonomi melihat sejauh mana warga mampu membangun kemandirian ekonomi sekaligus membantu tetangga yang membutuhkan. Keberadaan donasi warga hingga perkembangan UMKM menjadi bagian yang diperhitungkan.

"Artinya, di level RT dan RW bagaimana warga yang mampu bisa membantu warga yang kurang mampu, itu filosofinya, sampai pelaku UMKM dan lain sebagainya," jelasnya.

Untuk pilar kemasyarakatan, penilaian mencakup keamanan lingkungan, seperti jadwal ronda, pemanfaatan CCTV, hingga upaya menciptakan kampung yang bebas dari pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Sedangkan pilar sosial budaya mencakup perhatian terhadap kesehatan dan pendidikan, termasuk kepedulian terhadap anak putus sekolah.

"Di pilar sosial budaya, ini terkait dengan kesehatan, terkait juga dengan pendidikan dan sampai (perhatian) pada anak putus sekolah dan lain sebagainya," tambah Irvan.

Menariknya, penilaian Lomba Kampung Pancasila tidak hanya dilakukan ketika tim juri turun ke lapangan. Aktivitas RT dan RW yang selama ini tercatat dalam aplikasi Sayang Warga juga akan menjadi bagian dari seleksi.

Baca Juga: Eri Cahyadi Minta Pejabat Pemkot Surabaya Tak Ragu Sikat Penjualan Miras Eceran

Salah satunya melalui pengisian self assessment yang dilakukan secara rutin setiap bulan.

"Jadi di tahapan itu ada launching, pendaftaran secara online, kemudian ada seleksi administrasi," papar Irvan.

Data tersebut nantinya menghasilkan skor yang menjadi salah satu dasar penilaian. Karena itu, pihaknya meminta RT dan RW memastikan pengisian data yang dilakukan Kader Surabaya Hebat (KSH) berjalan dengan baik.

"Jadi Pak RT dan Pak RW, harus mengecek pengisian di aplikasi Sayang Warga yang dilakukan oleh ibu-ibu KSH," ujarnya.

Setelah seleksi administrasi, kompetisi berlanjut ke verifikasi lapangan. Tim juri akan melibatkan perangkat daerah (PD) Pemkot Surabaya, akademisi, media hingga praktisi.

Dari 1.360 RW, tahap verifikasi lapangan pertama akan menyaring peserta menjadi 500 RW terbaik. Selanjutnya, 500 RW tersebut kembali diverifikasi untuk mendapatkan 200 RW terbaik.

"Nah, dari yang setelah terverifikasi menjadi 500 RW terbaik, maka akan ada verifikasi lapangan kedua dimana untuk menyaring menjadi 200 RW yang menjadi terbaik atau alias juara," kata Irvan.

Dua ratus RW tersebut kemudian dikelompokkan menjadi RW A dan RW B berdasarkan jumlah RT. RW A diperuntukkan bagi wilayah dengan lebih dari 10 RT, sedangkan RW B bagi wilayah dengan kurang dari 10 RT, sebelum masuk tahap penentuan 165 besar RW terbaik.

Baca Juga: ASN Mulai Bertugas di Balai RW, Pemkot Surabaya Perkuat Sosialisasi

Irvan menegaskan, seluruh pilar tetap saling berkaitan. Namun, lingkungan dan ekonomi menjadi aspek dengan bobot terbesar.

"Untuk penilaian terbesar di Kampung Pancasila ini tidak mengucilkan pilar-pilar yang lain, semuanya tetap saling mempengaruhi, tapi penilaian yang terbesar nanti berasal dari pilar lingkungan dan pilar ekonomi," jelasnya.

Rangkaian lomba akan dimulai dengan peluncuran pada September 2026, dilanjutkan pendaftaran secara daring, seleksi administrasi, hingga verifikasi lapangan dan penentuan pemenang pada Desember 2026.

Menjelang peluncuran, Pemkot Surabaya meminta seluruh perangkat daerah pengampu mulai memberikan edukasi dan motivasi kepada RT serta RW.

Dengan konsep tersebut, Lomba Kampung Pancasila tidak hanya mencari kampung yang terlihat paling rapi ketika didatangi juri. 

Kebiasaan memilah sampah, menjaga keamanan, membantu tetangga, menghidupkan UMKM hingga memperhatikan pendidikan anak justru menjadi bagian penting yang menentukan.

"Para PD pengampu sudah bisa melakukan edukasi, motivasi terhadap RT dan RW terkait dengan lomba Kampung Pancasila," pungkas Irvan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pengedar Sabu Dupak Timur Surabaya Sudah Tertangkap, Ini Identitasnya

Dari tangan tersangka, tim Satresnarkoba Polrestabes Surabaya mengamankan sebanyak 17 poket sabu siap edar dengan berat total mencapai 1,419 gram.

Rocky Gerung Dilantik jadi Anggota Wantimpres, Begini Gayanya

Total ada 26 tokoh dan pejabat yang ditunjuk sebagai Wantimpres berdasarkan Keppres. Pratikno sebagai ketua, sementara wakilnya yakni Hatta Rajasa.

Vikram Sinha Kembali Pimpin Indosat, Fokus Perluas Ekosistem AI North Star

Selain mengukuhkan posisi CEO, RUPSLB tersebut juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris Perseroan.

Kabar Baik! Tarif Pedagang CFD di Sidoarjo Bakal Murah Banget, Segini Rinciannya

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan pungutan yang diberlakukan tidak boleh menjadi beban tambahan bagi pedagang yang menggantungkan penghasilan dari CFD.

Komjen Suyudi Ario Seto Jabat Kapolri, Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim Nitip Pesan Ini

Sebelumnya, DPR RI secara resmi menyetujui Komjen Suyudi Ario Seto menjabat sebagai Kapolri dalam Rapat Paripurna, Kamis (1/10/2026).

Cegah Manipulasi, Kemenhaj–Kemendagri Padankan Data Jemaah Haji

Fokus utamanya mencakup program pemadanan data jemaah haji dalam masa tunggu (waiting list).