DLH Surabaya Temukan Solar Truk Sampah Dijual, Pelaku Diduga Orang Dalam
- Penulis : Ade Resty
- | Minggu, 08 Nov 2026 13:45 WIB
selalu.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya menemukan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) solar dari armada truk pengangkut sampah dan dijual.
Hal ini membuka persoalan lebih luas dari sekadar pelanggaran sopir. Kini DLH Surabaya menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk petugas administrasi yang diduga mengetahui atau terlibat dalam praktik pemindahan solar tersebut.
Baca Juga: Peringatan! Buang Puntung Rokok di Surabaya Bisa Didenda 1 Juta
Kepala DLH Surabaya M Fikser mengungkapkan, praktik pengalihan solar dari tangki truk sampah ke galon dan jeriken diduga telah berlangsung selama bertahun-tahun. Bahkan, salah satu sopir yang diperiksa mengaku telah menjalankan aktivitas tersebut sekitar lima tahun.
Pengakuan itu muncul setelah DLH melakukan pemeriksaan internal terhadap dua sopir yang diduga terlibat. Awalnya, keduanya mengaku baru melakukan pemindahan solar selama sekitar dua bulan.
Namun, setelah diminta memberikan keterangan lebih lanjut, salah satu sopir mengungkap praktik tersebut sudah berlangsung sekitar lima tahun. Sementara sopir lainnya diduga menjalankan aktivitas serupa lebih lama.
"Pada awalnya mereka menyampaikan baru dua bulan. Tetapi setelah kita minta keterangan lebih lanjut, salah satu mengaku sudah sekitar lima tahun, yang satu lagi kemungkinan lebih lama," kata Fikser.
Temuan tersebut membuat DLH tidak ingin pemeriksaan hanya berhenti pada pengemudi. Fikser menyatakan, pihaknya akan menyerahkan hasil pemeriksaan kepada aparat penegak hukum (APH) untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau pihak lain yang terlibat.
Termasuk kemungkinan keterlibatan petugas administrasi di lingkungan DLH yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan operasional kendaraan dan BBM.
"Kita teruskan ke APH, biar nanti terbukti apakah memang itu semua driver atau kemudian ini petugas administrasi di kita juga ada yang bermain. Keduanya kita proses sebagaimana aturan dan yang pasti proses ini berat," tegasnya.
Menurut Fikser, pengungkapan kasus ini bermula ketika tim DLH melakukan survei lapangan untuk persiapan penilaian Adipura. Saat berada di kawasan Surabaya Barat, tepatnya sekitar Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), petugas mendapati aktivitas tidak biasa dari sebuah truk pengangkut sampah.
Truk yang seharusnya langsung meninggalkan kawasan tersebut justru berhenti di lokasi lain. Aktivitas itu menarik perhatian Kepala Bidang Kebersihan dan Pemberdayaan Lingkungan Hidup DLH Surabaya Wasis Sutikno bersama Sekretaris DLH Maria Agustin Yuristina.
Keduanya kemudian melakukan pengecekan terhadap sopir dan sejumlah galon yang berada di lokasi.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Sabet Penghargaan Satya JKN Awards 2026
Saat dimintai keterangan, sopir terlihat panik dan memberikan jawaban yang dinilai tidak meyakinkan. Petugas kemudian memeriksa lebih jauh area sekitar hingga menemukan gudang yang menyimpan banyak galon berisi solar.
"Pada saat mereka datang semacam gerebek, sopirnya ada agak sedikit panik. Mereka bertanya ini galon apa, isinya apa. Jawabnya sudah tidak benar, sudah mencurigakan," ungkap Fikser.
Hasil pemeriksaan memastikan galon-galon tersebut berisi solar yang diduga berasal dari tangki truk sampah.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, dirinya telah menerima laporan langsung dari Fikser mengenai dugaan pengalihan BBM tersebut. Ia meminta DLH membuka praktik yang selama ini diduga berlangsung dan tidak menutup-nutupi penyimpangan meskipun telah terjadi dalam waktu lama.
"Saya menerima laporan dari Kepala DLH Pak Fikser, masalah BBM yang puluhan tahun BBM ini diambil dari tangki truk, dioper lagi ke tempat lain," kata Eri, Minggu (8/11/2026).
Eri menegaskan, dugaan penyalahgunaan solar subsidi tersebut harus dibawa ke proses hukum. Ia tidak ingin penanganannya hanya sebatas pemeriksaan internal organisasi perangkat daerah (PD).
Baca Juga: Rekomendasi Tempat Malming Syahdu di Surabaya, Nyaman dan Terjangkau
"Aktivitas jual beli solar subsidi di sekitar TPA Benowo ini saya pastikan diproses hukum. Matur nuwun teman-teman DLH yang sudah berani bongkar hal-hal tidak benar seperti ini," tegasnya.
Fikser memastikan pemeriksaan internal tetap berjalan sesuai prosedur sembari menunggu pendalaman aparat penegak hukum. Ia juga berjanji memperketat pengawasan penggunaan BBM kendaraan operasional agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Menurut dia, solar yang disediakan untuk armada pengangkut sampah harus digunakan sepenuhnya untuk menunjang pelayanan kebersihan masyarakat, bukan dialihkan untuk kepentingan lain.
"Saya berterima kasih kepada para driver yang bersikap satria yang tidak melakukan pencurian, nyolong BBM yang seharusnya dipakai untuk memberikan pelayanan kepada warga Surabaya," ujarnya.
Fikser juga menyampaikan permohonan maaf apabila pelayanan kebersihan DLH selama ini belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat. Ia berharap pembenahan internal dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan kebersihan di Kota Surabaya.
"Saya pastikan bahwa selama saya masih di Dinas Lingkungan Hidup praktik-praktik ini tidak akan terulang kembali," pungkasnya.
Editor : Achmad SupriyadiURL : https://selalu.id/news-16390-dlh-surabaya-temukan-solar-truk-sampah-dijual-pelaku-diduga-orang-dalam
