Mitos Naga Putih dan Emas di Balik Erupsi Gunung Semeru
- Penulis : Zein Muhammad
- | Jumat, 06 Nov 2026 21:00 WIB
selalu.id - Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Jumat, 6 November 2026, disebut bukan sekedar kebetulan.
Konon, erupsi Semeru itu disebabkan amukan dua naga gaib yang menjadi penunggu di gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.
Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kini Level Siaga
"Semeru ini memiliki dua penjaga bersosok naga. Satu berwarna putih dan satu berwarna keemasan," ujar ahli supranatural, Bintang Timur Diponegoro, Jumat (6/11/2026).
Bintang yang merupakan keturunan ke-6 Pangeran Diponegoro itu menjelaskan, dua sosok naga ini memiliki peran masing-masing, yaitu sebagai penjaga alam dan gunung-gunung di tanah Jawa.
"Sosok naga putih melambangkan alam semesta raya, mulai laut, tumbuhan, angin dan lain sebagainya. Sedangkan sosok naga emas menjaga gunung-gunung di tanah Jawa," jelasnya.
Tidak adanya kepedulian manusia terhadap alam dan tergerusnya tradisi-tradisi leluhur, menjadi alasan kuat sosok naga itu mengamuk. Sehingga berakibat fatal dimuntahkannya material isi perut Semeru.
"Tidak menjaga alam dan melakukan banyak kesalahan-kesalahan. Kalau kita bahasakan Jawa, sudah tidak menghormati adat-istiadat leluhur ini," ungkap Bintang.
Bintang dalam pesannya menyampaikan, setidaknya manusia bisa saling merawat alam, menghargai, dan menghormati tradisi adat istiadat.
"Menjadi manusia harus bisa saling menghormati, menghargai, dan saling merawat alam. Perilaku sepele seperti membuang sampah, membersihkan sungai dan merawat adat istiadat, jangan sampai diganggu," tuturnya.
Baca Juga: DPRD Jatim Desak Evaluasi Sabo Dam dan Percepat Relokasi Warga Rawan Banjir Lahar Semeru
Erupsi Gunung Semeru kali ini meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 5 kilometer dari puncak ke arah tenggara atau Besuk Kobokan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 15.48 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Agastya Rajendra dalam laporan tertulisnya, Jumat (6/11/2026).
Agastya mengatakan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara dan selatan. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 744 detik.
"Erupsi luncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur sekitar 5 km ke arah tenggara (Curah Kobokan)," sebutnya.
Baca Juga: Fenomena Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan, Mbah Rono Bilang Begini
Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini kembali erupsi pada pukul 16.57 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak (4.176 mdpl) dan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah tenggara.
Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 5 menit 48 detik.
"Erupsi tersebut juga disertai awan panas dengan jarak luncur sekitar 4 km meter dari kawah ke arah tenggara," beber Agastya.
Ia menjelaskan saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
Editor : Zein MuhammadURL : https://selalu.id/news-16366-mitos-naga-putih-dan-emas-di-balik-erupsi-gunung-semeru
