Minggu, 01 Nov 2026 01:49 WIB

Mengenal Format G12 GAS Surabaya, Inovasi Baru Penilaian Kenari Berbasis Fairplay

Lomba kicau burung kenari dengan format G12 di Gantangan Arek Suroboyo, di Sidotopo Wetan Surabaya. (Foto: Dony/selalu.id).
Lomba kicau burung kenari dengan format G12 di Gantangan Arek Suroboyo, di Sidotopo Wetan Surabaya. (Foto: Dony/selalu.id).

selalu.id - Gemuruh kicau burung kenari terdengar saling bersahutan saat malam makin larut di kawasan Surabaya Utara.

Namun, di Gantangan Arek Suroboyo (GAS), perhelatan ini bukan sekadar ajang kumpul hobi lokal atau adu gengsi antar-pemilik burung papan atas. Lebih dari itu, ada denyut persaudaraan dan gairah inovasi yang terus dirawat.

Baca Juga: Sentuhan Sirpu Betina, Senjata Rahasia Performa Gacoan di Gantangan

Di balik riuhnya arena, sosok Siswayono tampak mengamati setiap sudut gantangan. Pria yang juga menggemari olahraga offroad ini adalah pencetus lahirnya format lomba kenari bertaraf nasional yang kini populer dengan sebutan G12.

Kepada selalu.id, Siswayono mengisahkan perjalanan panjang terbentuknya format penilaian khas tersebut. Semua berawal dari kegelisahan untuk meruntuhkan sekat-sekat kedaerahan di kalangan pecinta kenari.

"Kami membentuk wadah bernama Kenari Indonesia Bersatu (KIB). Tujuannya agar tidak terkesan hanya Surabaya atau Jawa Timur saja. Jika sistem dan kualitas di sini sudah matang, baru dikembangkan ke daerah lain," katanya.

Wadah KIB sendiri diprakarsai oleh almarhum Iwan Tata, di mana Siswayono kemudian didaulat sebagai ketua. Momen penting terjadi pada 17 Agustus 2025.

Saat itu, sebuah eksperimen sistem perlombaan baru digelar. Siapa sangka, antusiasme peserta meledak melampaui ekspektasi hingga akhirnya format tersebut dinamai G12 dan dijadwalkan rutin setiap bulan.

Sebelum hadirnya G12, ajang lomba sistem tertutup (indoor) sebenarnya telah menyapa Surabaya Barat, tetapi jangkauannya belum seluas KIB.

Perlahan namun pasti, magnet G12 berhasil menyedot perhatian para kicau mania dari berbagai penjuru Tanah Air, mulai dari Jakarta, Bali, hingga Balikpapan.

Format Khusus, Penilaian Lebih Teliti

Baca Juga: Balap Merpati Delta Cup Series 2026 Diikuti Ribuan Peserta, Bupati Subandi: Tidak Boleh Judi

Lantas, apa yang membuat format G12 begitu istimewa dibanding sistem G24 yang sudah awam dikenal?

Siswayono membeberkan bahwa perbedaan mendasar terletak pada tingkat ketelitian dan kerapian penilaian. Jika G24 menilai enam burung sekaligus dalam satu rekapitulasi, maka G12 melangkah lebih selektif.

"G12 hanya menilai tiga sangkar berisi tiga ekor burung. Penilaian melibatkan empat juri yang duduk langsung di lokasi. Setiap putaran berlangsung selama dua menit, dengan durasi keseluruhan sesi penilaian mencapai sepuluh menit," jelasnya.

Mekanismenya terbilang presisi. Empat juri mencatat irama kicauan burung secara berurutan di setiap putaran.

Apabila di dua menit pertama sang burung masih enggan bersuara, kolom catatan dibiarkan kosong. Baru ketika suara merdu mulai terdengar di putaran berikutnya, poin demi poin akan langsung tercatat.

Baca Juga: 4 Rahasia Jitu Cetak Burung Murai Batu Juara, Kicau Mania Wajib Catat

"Kami ingin memastikan yang tampil hanyalah burung yang benar-benar berkualitas. Burung yang tidak bersuara sama sekali tetap terlihat jelas kondisinya, tidak tertutup oleh yang lain," ujar Siswayono.

Kini, gaung sistem G12 maupun G24 telah menyebar luas ke berbagai sudut kota. Mulai dari kawasan Manyar di Surabaya Timur hingga Sidotopo di Surabaya Utara. Di gantangan GAS sendiri, panitia menyediakan hingga 8 kelas dalam setiap gelaran.

Agar para peserta tak merasa jenuh, ritme perlombaan dirancang sangat cermat. Sesi G24 mengambil bagian pada Senin dan Kamis malam, serta Selasa sore. Sementara itu, panggung utama G12 disiapkan khusus pada Selasa dan Jumat.

Bagi Siswayono, konsistensi ini bukan sekadar urusan memperebutkan piala atau hadiah. Ada misi sosial yang ingin terus digelorakan dari arena gantangan.

"Harapannya, komunitas tetap terjaga semangatnya dan kegiatan ini terus hidup bersama para pecinta burung kenari di seluruh negeri," pungkasnya penuh harap.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Sah! Hairul Syapril Sholeh Nahkoda Baru IKAPMII Jember 2026–2031

Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan peran IKAPMII dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah

Bantu Pemulihan Pasokan Air Bersih, SIER Salurkan Dua Tandon Air bagi Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab

Bupati Jember Gus Fawait Turun Gunung Sosialisasikan Layanan Bunga Desaku

Gus Fawait menegaskan bahwa pengurusan administrasi kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), tidak dipungut biaya.

Melihat Tradisi Tedak Sinten di Nganjuk, Sebar Uang Koin hingga Jadi Rebutan

selalu.id - Warga Dusun Kepuhtelu, Desa Balongrejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk masih melestarikan tradisi adat Jawa Piton-Piton atau yang juga dikenal

Polisi Bongkar Pengemasan Ulang Beras SPHP di Pasuruan, Empat Orang Diamankan

Pengungkapan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang mencurigai adanya pengemasan ulang beras SPHP.

Roadshow Film Piye To Kih di Mojokerto, Angkat Genre Komedi, Cinta dan Persahabatan

Film komedi Jawa yang diangkat dari Woko Channel ini akan tayang perdana di seluruh bioskop Indonesia pada 19 November 2026.