Balap Merpati Delta Cup Series 2026 Diikuti Ribuan Peserta, Bupati Subandi: Tidak Boleh Judi
- Penulis : Tim Selalu
- | Sabtu, 02 Mei 2026 08:58 WIB
selalu.id - Geliat balap merpati di Kabupaten Sidoarjo kian menemukan momentumnya sebagai penggerak ekonomi berbasis komunitas. Melalui Delta Cup Series 2026, pemerintah daerah mulai menempatkan hobi ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari ekosistem ekonomi yang terus tumbuh.
Event yang digelar di Area PPLS, Dusun Pologunting, Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, Jumat (1/5/2026) itu menjadi salah satu rangkaian penting dalam Delta Cup Series 2026. Di dalamnya, turut digelar Seleksi Daerah (Selekda) dan Liga Jatim Bersatu (LJB) sebagai bagian dari proses penjaringan atlet merpati menuju level yang lebih tinggi.
Baca Juga: Grebeg Suro Sidoarjo 2026, PKL Bersyukur Tidak Dipungut Biaya Lapak
Bupati Sidoarjo Subandi, yang hadir membuka kegiatan tersebut melihat langsung bagaimana aktivitas komunitas mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat dari berbagai sisi.
”Aktivitas yang digelar komunitas, khususnya balap merpati, selama ini menjadi salah satu mesin penggerak ekonomi masyarakat di Sidoarjo. Kami melihat ada ekosistem yang hidup di sini, melibatkan peternak hingga pedagang kecil,” ujar Subandi di sela peninjauan lomba.
Antusiasme peserta menjadi indikator kuat bahwa event ini memiliki daya tarik luas. Hingga Kamis malam, jumlah pendaftar mencapai sekitar 1.500 peserta, tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Sumenep dan Madura, tetapi juga dari luar pulau seperti Medan, Sumatera Utara.
Besarnya partisipasi itu mendorong Pemkab Sidoarjo menyiapkan langkah lanjutan. Delta Cup Series 2026 tidak berhenti sebagai agenda rutin, melainkan diarahkan menjadi event berskala nasional yang mampu mengangkat nama daerah sekaligus memperkuat posisi peternak lokal.
“Kita akan siapkan kegiatan berskala nasional. Tujuannya agar peternak merpati di Sidoarjo bisa tumbuh dan hobi ini menjadi salah satu daya tarik pariwisata. Jika ekonomi bergerak dan UMKM jalan, maka nama Sidoarjo juga akan terangkat di kancah nasional,” tambahnya.
Baca Juga: Menilik Magisnya Tradisi Grebeg Suro di Sidoarjo
Di sisi lain, pemerintah tetap memberi penekanan pada aspek ketertiban. Di tengah berkembangnya komunitas dan potensi ekonomi yang besar, Bupati Subandi mengingatkan agar kegiatan ini tidak disusupi praktik yang melanggar aturan.
”Pesan saya, jangan ada judi. Kita permudah semua perizinannya karena saya ingin masyarakat Sidoarjo guyub, rukun, dan saling menjaga. Sekali lagi, tidak boleh ada perjudian,” tegasnya dengan nada lugas.
Penguatan ekosistem juga ditopang dengan pemanfaatan lahan PPLS sebagai pusat kegiatan yang terintegrasi dengan konsep wisata dan budaya. Langkah ini dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun keberlanjutan komunitas.
Ketua Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonesia (PPMBSI) Penglok Sidoarjo, Sutoyo Handiman, menyambut positif arah kebijakan tersebut, termasuk rencana dukungan anggaran untuk operasional dan hadiah lomba.
Baca Juga: Kios Tambal Ban di Sidoarjo Terbakar, Uang Rp70 Juta hingga Motor Ludes
”Kami sangat berterima kasih karena Bapak Bupati telah memplotkan lahan PPLS ini sebagai sentra wisata dan budaya. Ini adalah bentuk dukungan luar biasa bagi komunitas dan UMKM di sekitar lokasi,” ungkap Sutoyo.
Sebagai bagian dari Delta Cup Series 2026, Selekda dan LJB berfungsi menjaring juara satu hingga enam untuk mewakili daerah di tingkat nasional. Sementara Liga Jatim Bersatu digelar rutin setiap bulan secara bergilir antarwilayah.
Dengan dukungan fasilitas permanen dan arah kebijakan yang semakin jelas, Delta Cup Series 2026 diproyeksikan tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga katalis bagi pertumbuhan ekonomi lokal yang berbasis komunitas.
Editor : Redaksi