Sabtu, 22 Agu 2026 15:01 WIB

Semarak HUT RI ke-81, 120 Regu Ramaikan Gerak Jalan Merah Putih di Kota Mojokerto

Wali Kota Ika Puspitasari berangkatkan peserta gerak jalan. (dok.ist)
Wali Kota Ika Puspitasari berangkatkan peserta gerak jalan. (dok.ist)

selalu.id - Sebanyak 120 regu pelajar dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti Lomba Gerak Jalan Merah Putih Kota Mojokerto, Sabtu (22/8/2026).

Mengambil titik pemberangkatan di Jalan Surodinawan, para peserta tampil dalam balutan beragam kostum kreatif bernuansa Merah Putih dan Majapahit, membawa semangat kemerdekaan sekaligus memperkuat karakter cinta tanah air.

Baca Juga: Sukses Majukan Koperasi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita Sabet Penghargaan dari Menkop

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memberangkatkan langsung para peserta. Kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut diikuti 67 regu SD/MI, 31 regu SMP/MTs, dan 22 regu SMA/SMK/MA.

Mengusung tema kemerdekaan dan Majapahit, para peserta menampilkan kreatifitasnya dengan mengenakan beragam kostum. Nuansa nasionalisme berpadu dengan identitas sejarah Majapahit, menjadikan sepanjang rute gerak jalan semarak oleh penampilan dan kreativitas para pelajar.

Gerak jalan dibuka dengan penampilan Lomba Keterampilan Baris-Berbaris (LKBB) dari SMAN 2 Kota Mojokerto yang mengusung tema “Sang Keeper Satwa”. Penampilan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pemberangkatan peserta kehormatan dari SLB Pertiwi Kota Mojokerto.


Ning Ita, sapaan akrab wali kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala sekolah, guru pembina dan pendamping, peserta didik, serta orang tua atau wali murid yang memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan, Lomba Gerak Jalan Merah Putih tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga bagian dari upaya menanamkan semangat kemerdekaan kepada generasi muda.

“Kegiatan ini kita laksanakan dalam rangka terus memberikan semangat kemerdekaan di hati kita, di jiwa kita yang tentu saja harus kita tanamkan kepada anak-anak kita,” kata Ning Ita.

Ia menyampaikan, para peserta merupakan calon generasi penerus bangsa yang diharapkan memiliki karakter kuat, mampu bekerja sama, serta memiliki kecintaan terhadap tanah air.

Baca Juga: Tegaskan Arsip Bukan Cuma Administrasi, Ning Ita Minta OPD Kota Mojokerto Genjot Kinerja

“Maka semangat Lomba Gerak Jalan kali ini kita khususkan untuk menguatkan nilai-nilai serta karakter cinta bangsa atau tanah air,” tegasnya.

Ning Ita juga mengapresiasi pengorbanan yang diberikan peserta selama menjalani latihan, baik waktu maupun tenaga. Dukungan para orang tua dan wali murid, termasuk secara material, turut menjadi bagian penting dalam terselenggaranya kegiatan tersebut.

Kepada seluruh peserta, Ning Ita berpesan agar mengikuti perlombaan dengan disiplin dan memberikan kemampuan terbaik. Kekompakan dan soliditas dalam satu tim juga harus dijaga sepanjang perlombaan.

“Berdisiplinlah dan berikan yang terbaik yang kalian miliki. Kekompakan harus dijaga, soliditas dalam satu tim juga harus dijaga,” pesannya.

Baca Juga: 14.373 KPM di Kota Mojokerto Terima 30 Kilogram Beras dari Bapanas

Ning Ita juga mengingatkan peserta agar tidak berkecil hati apabila belum berhasil menjadi juara. Sebab, lebih dari sekadar mencari pemenang, Lomba Gerak Jalan Merah Putih menjadi momentum untuk membentuk karakter generasi muda.

“Ini tidak hanya lomba semata, tapi sejatinya ini adalah untuk menguatkan karakter kedisiplinan dan cinta tanah air kalian kepada Indonesia,” pungkasnya.

Dari titik pemberangkatan di Jalan Surodinawan, peserta kemudian menyusuri Jalan Tribuana Tungga Dewi, Jalan Brawijaya, dan melanjutkan perjalanan hingga finish di Alun-Alun Wiraraja.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Perkuat Minat Baca, PT Pelindo Daya Sejahtera Serahkan Bantuan Perpustakaan ke SD Al Istiqomah Surabaya

Bantuan buku mulai dari ilmu pengetahuan umum, ensiklopedia, pendidikan karakter, kumpulan cerita anak, hingga buku‑buku edukatif lainnya.

Wali Kota Eri: Pemilik Kos Surabaya Jangan Cuma Cari Untung, Jaga Keamanan Lingkungan!

Eri mengatakan, penguatan pengawasan lingkungan menjadi bagian dari upaya mencegah terjadinya tindak kekerasan maupun perbuatan asusila terhadap anak.

Ternyata, Masih Banyak Pelajar di Sidoarjo yang Bolos Sekolah 

Bupati Subandi meminta pihak sekolah lebih aktif mengawasi kehadiran siswa selama jam pelajaran berlangsung, begitupun orang tua harus intens komunikasi.

Kisah Pilu Gadis di Surabaya, Disetubuhi Ayah Tiri Sejak SD hingga Dicekoki Ekstasi

Atas perbuatannya itu, terdakwa divonis 18 tahun penjara dan denda Rp2,5 miliar. Bila tak dibayar, akan diganti hukuman 310 hari.

Wali Kota Eri Perintahkan Tutup Panti Asuhan Tak Berizin di Surabaya Buntut Kasus Kekerasan Seksual

Eri menegaskan, panti yang tidak memiliki izin tidak akan diberi toleransi. Jika ditemukan dalam pemeriksaan, operasionalnya akan langsung dihentikan.

Penataan OPD Sidoarjo Harus Berdampak Nyata, Pemkab Minta Efisiensi Birokrasi hingga Prioritas Tenaga Kerja Lokal

Wabup Mimik menegaskan bahwa peningkatan kompetensi menjadi kunci utama untuk mempertemukan kebutuhan dunia industri dengan kualifikasi para pencari kerja.