Pertahankan Gelar, Kota Mojokerto Borong 8 Penghargaan dan Juara Umum Fesyar Regional Jawa
- Penulis : Redaksi
- | Senin, 28 Sep 2026 09:04 WIB
selalu.id - Kota Mojokerto kembali membuktikan dominasinya di kancah ekonomi syariah. Untuk kedua kalinya secara beruntun, daerah yang dipimpin Wali Kota Ika Puspitasari itu keluar sebagai Juara Umum Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa.
Prestasi itu diraih dalam Fesyar Jawa 2026 yang digelar di Grand City Convention and Exhibition, Surabaya, Minggu (27/9). Dari 14 kategori yang dilombakan, Kota Mojokerto berhasil menyabet 8 penghargaan.
Baca Juga: Berangkat dari Hobi, David Raup Omset dari Ternak Burung Murai
Penghargaan diserahkan langsung Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak kepada Ning Ita, sapaan Wali Kota Mojokerto.
Tiga penghargaan tertinggi diraih Kota Mojokerto. Yakni Juara 1 untuk kategori Ekonomi Hijau Berkelanjutan, Rencana Aksi Daerah, dan Inovasi Sektor Ekonomi Syariah.
Selanjutnya Kota Mojokerto juga meraih Juara 2 pada kategori Literasi Ekonomi Syariah dan Zakat, Infak, Sedekah. Sementara Juara 3 diraih pada kategori Zona Khas, Inkubasi Bisnis Usaha Syariah, serta Keuangan Mikro Syariah.
Kota Mojokerto juara umum Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa dan borong 8 penghargaan. (Pemkot Mojokerto for selalu.id)
Baca Juga: Kebakaran TPA Belahantengah Mojokerto, 60 Persen Timbunan Sampah Ludes
Ning Ita menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, kunci mempertahankan juara umum adalah kerja bersama seluruh elemen.
“Saya tentu saja bersyukur bisa mempertahankan Juara Umum Festival Ekonomi Syariah selama dua tahun berturut-turut. Yang paling utama adalah kolaborasi. Untuk bisa berkomitmen di semua aspek sehingga memenuhi kategori yang ditetapkan, kuncinya adalah kolaborasi,” kata Ning Ita.
Ia menegaskan peran Pemkot adalah memberikan fasilitasi, namun implementasi ada di tangan para pelaku usaha dan masyarakat.
Baca Juga: Pemkot Mojokerto dan IDI Perkuat Kolaborasi dalam Maksimalkan Layanan Kesehatan
“Pemerintah daerah sifatnya memberikan fasilitasi. Tetapi para pelaku juga harus memiliki komitmen yang sama untuk bergerak. Bagaimana setiap sektor dan seluruh aspek di Kota Mojokerto kita upayakan memenuhi kategori syariah, sehingga manfaatnya bisa dirasakan, termasuk memberikan kenyamanan, keamanan, dan ketenangan bagi umat muslim,” jelasnya.
Bagi Pemkot Mojokerto, gelar juara umum ini bukan tujuan akhir. Capaian tersebut dijadikan motivasi untuk terus memperkuat ekosistem ekonomi syariah agar berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Fokus penguatan meliputi sektor usaha, akses keuangan, literasi, hingga lahirnya inovasi baru.
Dengan mempertahankan gelar juara umum Fesyar Regional Jawa 2025 dan 2026, Kota Mojokerto menegaskan posisinya sebagai salah satu barometer pengembangan ekonomi syariah di Jawa Timur.
Editor : Achmad Supriyadi