Rabu, 07 Okt 2026 09:56 WIB

Top 5 Berita: Pengurus Pondok Cabul hingga Demo Depan Polda Jatim

  • Penulis : Redaksi
  • | Rabu, 07 Okt 2026 09:00 WIB
Keluarga korban ledakan di ruko Pakuwon City. (Dony/selalu.id)
Keluarga korban ledakan di ruko Pakuwon City. (Dony/selalu.id)

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Selasa (6/10/2026) hingga Rabu (7/10/2026) pagi. Kelima berita yang banyak didominasi pemberitaan soal ledakan di Pakuwon City, Surabaya.

Berikut top 5 berita selalu.id:

Baca Juga: Kondisi Terkini Kawasan Pakuwon City Surabaya Pascaledakan Dahsyat

1. Oknum Pengurus Ponpes Sidogiri Cabuli 4 Santri Tiga Kali Seminggu dalam Empat Tahun

Kasus dugaan kekerasan seksual kembali mencoreng dunia pendidikan keagamaan di Jawa Timur. 

Empat santri Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri, Pasuruan, dilaporkan menjadi korban kekerasan seksual berulang yang diduga dilakukan oleh oknum pengurus pesantren berinisial ABQ (61). 

Tindakan bejat tersebut diduga telah berlangsung selama hampir empat tahun, sejak 2022 hingga Juni 2026. Terduga pelaku yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua I Pondok Pesantren kini telah dipecat dari posisinya. 

Kuasa hukum para korban, Bambang Sunaryo, mengungkapkan bahwa kasus ini resmi dilaporkan ke Mapolda Jatim pada 3 September 2026 dengan nomor laporan LP/B/1172/IX/2026/SPKT/POLDA JAWA TIMUR. 

"Kami mendampingi para korban untuk menuntut keadilan. Perbuatan ini diduga dilakukan secara berulang setiap minggu, di mana para korban digilir dua hingga tiga kali dibawa ke kediaman tersangka," ungkap Bambang saat ditemui di Mapolda Jatim, Selasa (6/10/2026). 

Keempat korban yang masing-masing berinisial H (19), MI (16), MF (16), dan A (16) pertama kali masuk ke pesantren tersebut saat masih berusia 12 tahun. 

2. Identitas Lima Korban Ledakan di Ruko Pakuwon City Surabaya

Identitas lima korban dalam insiden ledakan di Rumah Makan Nasi Tempong Dewi Sri, Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Selasa (6/10/2026), mulai terungkap. 

Kelima korban mengalami luka dengan tingkat berbeda. Mayoritas mengalami luka bakar pada bagian tubuh dan wajah. 

Korban pertama yakni Eky, 27 tahun, warga Sedati Gren Santosa. Eky mengalami luka bakar pada lengan kanan dan kiri. Korban berikutnya Windy Pratama, 30 tahun, warga Jalan Ploso 1 Nomor 2. 

Windy mengalami luka bakar pada tangan kanan dan bagian wajah. Kemudian Kholifa, 27 tahun, warga Nginden Baru 3 Nomor 13. Kholifa mengalami luka robek pada lutut kanan serta luka bakar pada bagian siku dan rambut. 

Korban keempat yakni Moch Syofan, 19 tahun, warga Wonokusomo Jaya 1/74. Ia mengalami luka bakar pada bagian kening. 

3. Info Awal Ledakan Keras di Ruko Pakuwon City Surabaya

Ledakan keras terjadi di Rumah Makan Nasi Tempong Dewi Sri Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Selasa (6/10/2026). 

Baca Juga: Oknum Pengurus Ponpes Sidogiri Cabuli 4 Santri Tiga Kali Seminggu dalam Empat Tahun

Peristiwa itu kabarnya mengakibatkan lima orang luka bakar dan kerusakan parah pada rumah dan toko yang terjadi ledakan. Beberapa mobil juga rusak. 

Informasi yang diterima kelima korban saat ini telah dilarikan ke rumah sakit haji dan RS Mitra Keluarga Kenjeran dan menerima perawatan medis.

4. Hindari Jalan A Yani Surabaya, Ada Demo Depan Polda Jatim Bikin Macet

Aksi demo dengan bakar-bakar ban digelar di depan Polda Jawa Timur. Massa yang membawa motor dan mobil menutup jalan dan bikin macet, Selasa (6/10/2026). 

Belum diketahui demo ini digelar menuntut soal kasus apa. Karena hingga kini belum ada keterangan dari pihak kepolisian maupun pendemo. 

Namun, informasi yang dihimpun di lokasi, massa tersebut berasal dari ARSAS (Arek Suroboyo Asli), yang menuntut kasus pemalsuan merek dagang sepatu Hiqua. 

Bagi pengguna jalan yang dari arah Sidoarjo menuju Surabaya, hindari jalan depan Mapolda Jatim. Karena para pendemo menutup jalan. 

5. Polisi Pastikan Ledakan di Ruko Pakuwon City Surabaya Bukan Bom, Ini Penyebabnya

Baca Juga: Penyebab Ledakan di Ruko Pakuwon City Surabaya Masih Misterius

Ledakan yang terjadi di Rumah Makan Tempong Lombok Merah, Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya dipastikan tidak berkaitan dengan bahan peledak atau bom. 

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, mengatakan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan jibom tidak menemukan kandungan bahan peledak di lokasi. 

“Untuk TKP sudah kita lakukan olah TKP, saat ini Jibom juga sudah melakukan olah TKP dan meyakinkan sampai dengan saat ini tidak ditemukan kandungan yang berbau atau bahan peledak,” kata Luthfie, kepada wartawan, Selasa (6/10/2026). 

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga ledakan terjadi akibat kebocoran gas LPG yang kemudian memicu ledakan di dalam ruangan. 

Keterangan tersebut diperkuat oleh tim Jibom yang menyebut ledakan memiliki karakteristik BLEVE (Boiling Liquid Expanding Vapor Explosion), yakni ledakan akibat tekanan gas yang terkumpul dalam suatu ruang hingga akhirnya terpacu dan menimbulkan ledakan. 

“Sampai sekarang kami dari hasil penyelidikan dari kami untuk unsur bahan peledak ataupun unsur-unsur yang mengandung dari bom itu tidak kami temukan, tapi lebih ke arah ini ledakan sifatnya BLEVE,” ujarnya. 

Polisi menyebut terdapat tiga tabung LPG berkapasitas masing-masing 50 kilogram di lokasi. Namun, kondisi tabung tidak menunjukkan adanya ledakan. 

“Kalau untuk tabungnya tidak meledak, tapi kan itu diduga karena kebocoran. Kebocoran itu diduga karena dari pipanya,” kata Luthfie.

Editor : Achmad Supriyadi
Berita Terbaru

Saiful Sahri Jabat Kakanwil Kemenkum Jatim, Berikut Gebrakan yang Disiapkan

Momen ini menjadi penanda dimulainya era kepemimpinan Saiful Sahri di Kanwil Kemenkum Jawa Timur untuk memperkuat pelayanan dan pelaksanaan tugas kementerian.

BNN Akan Berubah Nama, Ini Bocorannya

Presiden Prabowo mengapresiasi keberhasilan lembaga tersebut yang sejauh ini dinilai konsisten memberantas puluhan jaringan hingga "kampung" narkoba.

Stok BBM Jelang Akhir Tahun 2026 Bikin Cemas

Terkait fenomena antrean kendaraan di sejumlah SPBU di daerah beberapa waktu terakhir, Laode menepis anggapan adanya kelangkaan pasokan.

Potret Kemesraan Emil Audero, Pahlawan Timnas Indonesia saat Bersama Kekasihnya

Penjaga gawang yang bermain di Eropa ini, menjadi perbincangan karena permainannya yang berkelas.

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Pemkab Nganjuk Pede Persenga Bangkit Tembus Liga 3

Kemenangan dramatis Skuad Garuda ini menjadi suntikan semangat baru bagi kebangkitan sepak bola lokal, khususnya Persenga Nganjuk.

Ledakan Elpiji di Ruko Pakuwon City, DPRD Surabaya Soroti SLF dan PBG

selalu.id - DPRD Surabaya menyoroti persoalan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) pada bangunan dan unit usaha pasca peristiwa ledakan di Ruko San Antonio, Pakuwon