DPRD Surabaya Dorong Urban Farming di Kedurus Jadi Model Ketahanan Pangan Kampung
- Penulis : Ade Resty
- | Rabu, 07 Okt 2026 16:37 WIB
selalu.id - Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko mendorong penguatan urban farming sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis lingkungan di Kota Surabaya.
Dorongan itu disampaikan saat kegiatan reses dan menyerap aspirasi warga di RT 7 RW 1, Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karang Pilang, Rabu (7/10/2026). Dalam kesempatan itu, ia juga meninjau langsung kebun hidroponik Sri Rejeki Jitu yang dikelola warga.
Baca Juga: Cegah Mabuk Berkendara, Hiperhu Minta RHU di Surabaya Lengkapi Alat Tes Alkohol
Ia menilai kebun hidroponik tersebut punya potensi besar untuk dikembangkan menjadi kegiatan produktif di tingkat RW. Hasil panennya tidak hanya dijual ke supermarket dan pasar modern, tapi juga bisa didistribusikan ke kelompok rentan di sekitar.
“Selain disuplai ke supermarket dan pasar modern, juga didistribusikan kepada balita, ibu hamil, dan lansia di wilayah sekitar. Jadi manfaat urban farming ini tidak hanya untuk ekonomi, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi warga,” ujarnya.
Untuk mendukung keberlanjutan kegiatan, pihaknya memberikan dukungan anggaran guna membantu operasional kebun Sri Rejeki Jitu. Harapannya, pengelolaan kebun bisa terus berkembang dan memberi manfaat ekonomi bagi warga.
Ia juga menyerahkan empat unit tong komposter kepada warga. Menurutnya, pengelolaan sampah organik harus dipadukan dengan urban farming agar tercipta ekosistem yang berkelanjutan.
“Pengelolaan sampah organik juga harus berjalan bersama dengan urban farming. Karena itu, saya memberikan empat unit tong komposter agar limbah organik yang ada bisa dikelola dan dimanfaatkan kembali,” katanya.
Baca Juga: Usai Ledakan di Pakuwon City, Permintaan Maaf Tempong Sri Dewi Lewat Media Sosial
Selain hidroponik, ia mendorong warga mengoptimalkan lahan yang masih tersedia. Salah satu usulan yang disampaikan adalah pengembangan peternakan ayam petelur sebagai pelengkap usaha pertanian yang sudah berjalan.
“Lahan yang ada jangan hanya dimanfaatkan untuk hidroponik. Kalau masih memungkinkan, bisa dikembangkan untuk ternak ayam petelur sehingga ada diversifikasi usaha dan hasil yang bisa mendukung ketahanan pangan warga,” ujarnya.
Ia menyebut model seperti Sri Rejeki Jitu bisa menjadi contoh bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari lingkungan permukiman. Pengelolaan lahan, sampah organik, produksi pangan hingga pemasaran bisa dikembangkan bertahap sesuai kemampuan masyarakat.
Baca Juga: Ledakan di Ruko Pakuwon City Surabaya, Polisi Sita Tabung Elpiji 50 Kilogram
“Yang kita dorong adalah bagaimana warga bisa mengelola potensi yang ada di lingkungannya sendiri. Dari hidroponik, pengolahan sampah, kemudian bisa berkembang ke peternakan dan kegiatan produktif lainnya,” tuturnya.
“Harapannya, warga tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi bisa terus mengembangkan usaha ini secara mandiri. Kalau dikelola bersama dan konsisten, urban farming bisa menjadi kekuatan ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan di tingkat kampung,” pungkasnya.
Ilustrasi hidroponik. (Freepik)
Editor : Achmad Supriyadi