Rabu, 07 Okt 2026 16:34 WIB

Bupati Sidoarjo Desak Proyek Jembatan Candinegoro Dipercepat

  • Penulis : Ariyanto
  • | Rabu, 07 Okt 2026 15:37 WIB
Bupati Subandi saat melakukan sidak di lokasi proyek Jembatan Candinegoro, Wonoayu, Sidoarjo. (Pemkab Sidoarjo for selalu.id)
Bupati Subandi saat melakukan sidak di lokasi proyek Jembatan Candinegoro, Wonoayu, Sidoarjo. (Pemkab Sidoarjo for selalu.id)

selalu.id - Pembangunan Jembatan Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, memasuki fase percepatan setelah progres fisiknya tertinggal 9,94 persen dari target. Pelaksana proyek mulai menerapkan sistem kerja 24 jam dengan membagi tenaga menjadi dua tim untuk mengejar ketertinggalan tersebut. 

Percepatan itu menjadi perhatian Bupati Sidoarjo Subandi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek, Selasa (6/10/2026) pagi. Proyek dengan nilai anggaran Rp1,46 miliar tersebut ditargetkan rampung pada 16 Desember 2026. 

Baca Juga: Desa Sidorejo Sidoarjo Sulap Greenhouse jadi Wisata Petik Melon Premium

Berdasarkan evaluasi hingga Senin (5/10/2026), realisasi fisik pembangunan baru mencapai 52,64 persen. Sementara proyek telah memasuki minggu ke-11 pengerjaan. 

Kondisi tersebut membuat pelaksana menerapkan strategi percepatan atau catch-up plan. Selain menambah tenaga kerja, pekerjaan dilakukan lebih dari satu shift untuk memaksimalkan waktu yang tersedia. 

Konsultan Pengawas Proyek, Umar, mengatakan tenaga kerja kini dibagi menjadi dua tim dengan total 18 orang. Pekerjaan dilakukan secara maraton hingga dini hari, terutama untuk mengejar tahapan pemasangan struktur baja. 

"Kami membagi pengerjaan menjadi dua tim dengan total 18 pekerja. Pengerjaan dilakukan secara maraton hingga Subuh untuk memaksimalkan tahapan pemasangan struktur baja, diafragma, dan gelagar WF," ungkap Umar saat ditemui di lokasi proyek. 

Menurut Umar, keterlambatan tidak hanya dipengaruhi satu faktor. Pengiriman material baja Wide Flange (WF) yang harus lebih dulu dirakit di workshop, kendala akses pengangkutan, serta kondisi aliran air sungai di area fondasi turut memengaruhi capaian fisik proyek. 

Meski demikian, pekerjaan di lapangan mulai diarahkan pada sejumlah tahapan yang dinilai krusial untuk mengejar waktu. Pengecoran pelat lantai dan pelat injak berjalan bersamaan dengan percepatan pemasangan struktur baja. 

"Meskipun ada keterlambatan di awal, dengan percepatan pemasangan baja dan pengecoran plat lantai serta plat injak yang sedang berjalan, kami optimistis proyek selesai tepat waktu," ujar Umar. 

Di sisi lain, Subandi meminta keterlambatan tersebut tidak dibiarkan berlarut. Ia mendorong penerapan minimal dua shift kerja agar deviasi dapat ditekan dan target penyelesaian tetap terjaga. 

Baca Juga: Hanya 19 Penghuni, Wabup Sidoarjo Usul Rusunawa Tambak Kemerakan Gratis 1 Tahun

"PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) tadi menyampaikan deviasinya saat ini mencapai 9 persen. Karena ini pengerjaan jembatan, kami menyarankan agar diberlakukan minimal sistem dua shift untuk mengejar deviasi tersebut," ujarnya. 

Subandi juga meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) lebih aktif melakukan pemantauan. Koordinasi antara PPK, konsultan pengawas, dan kontraktor dinilai penting agar setiap persoalan di lapangan dapat segera ditangani sebelum berdampak terhadap jadwal penyelesaian. 

“PPK kita sampaikan untuk sering sidak. Sering koordinasi antara konsultan dengan kontraktor. Kalau ada deviasi, panggil ke kantor. Bicarakan kekurangannya apa untuk segera ditindaklanjuti. Biarkan pelaksanaan pekerjaan jembatan ini tepat waktu,” ujarnya. 

Bupati menilai persoalan teknis, termasuk kondisi air sungai, semestinya sudah diperhitungkan sejak tahap perencanaan. Karena itu, faktor tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk membiarkan capaian pekerjaan tertinggal dari target. 

"Tidak bisa beralasan karena air. Sebelum bekerja kan sudah ada perencanaan. Karena itu, saya sampaikan kepada PPK dan konsultan pengawas agar pengawasan diperketat. Jika deviasi 9 persen ini bisa dikejar, saya yakin proyek selesai tepat waktu dan kualitas pekerjaan tetap terjaga," tegasnya. 

Baca Juga: Satpol PP Sidoarjo Tertibkan 8 Bangunan di Frontage Road Waru

Sementara itu, pekerjaan struktur bawah di sisi utara telah memasuki tahap perawatan beton. Pengecoran pile cap abutment atau fondasi bawah pada sisi tersebut telah selesai dan membutuhkan waktu sekitar tujuh hari untuk proses curing. 

Setelah tahapan tersebut, pekerjaan diarahkan ke sisi selatan, termasuk dinding abutment dan pier head atau kepala jembatan. 

Umar menjelaskan, proyek tersebut mencakup pembangunan dua unit jembatan. Masing-masing memiliki panjang 8 meter, sehingga total panjang bangunan mencapai 16 meter dengan lebar 4 meter. 

“Secara spesifikasi, proyek ini mencakup pembangunan dua unit jembatan yang masing-masing memiliki panjang 8 meter dengan total panjang 16 meter dan lebar 4 meter,” ungkapnya. 

Dengan waktu penyelesaian yang semakin terbatas, penerapan kerja 24 jam menjadi langkah utama untuk mengejar selisih progres. Pemerintah daerah kini menekankan pengawasan dan koordinasi agar percepatan tidak hanya mengejar waktu, tetapi tetap menjaga kualitas konstruksi.

Editor : Achmad Supriyadi
Berita Terbaru

Diskotek Surabaya Mentok di Angka 13, Tapi Pajak RHU Ditarget Tembus Rp12,77 Miliar

Angka itu berasal dari 195 objek pajak yang aktif beroperasi di Surabaya.

15 Siswa SMP Diduga Keracunan MBG di Mojokerto

Ada beberapa siswa yang masih dirawat di puskesmas.

Usai Ledakan di Pakuwon City, Permintaan Maaf Tempong Sri Dewi Lewat Media Sosial

Lewat unggahan resmi, pengelola menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat terdampak.

Satu Orang Tewas dalam Kecelakaan Rombongan Madura di Tol Jomo KM 677

Mobil tersebut diketahui dalam perjalanan dari Jakarta menuju Madura.

Top 5 Berita: Pengurus Pondok Cabul hingga Demo Depan Polda Jatim

Kelima berita yang banyak didominasi pemberitaan soal ledakan di Pakuwon City, Surabaya.

Saiful Sahri Jabat Kakanwil Kemenkum Jatim, Berikut Gebrakan yang Disiapkan

Momen ini menjadi penanda dimulainya era kepemimpinan Saiful Sahri di Kanwil Kemenkum Jawa Timur untuk memperkuat pelayanan dan pelaksanaan tugas kementerian.