Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

Tanggapi Rencana Demo 11 April, Guru Besar Politik Unair: Mahasiswa Bisa Memilih

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 10 Apr 2022 15:18 WIB
Guru Besar Ilmu Politik, Prof Kacung Marijan
Guru Besar Ilmu Politik, Prof Kacung Marijan

selalu.id - Guru Besar Ilmu Politik Universitas Airlangga, Kacung Marijan menyebut rencana demonstrasi 11 April oleh Mahasiswa merupakan bagian dari perilaku kritis, namun tak harus dengan aksi.

Kacung menyebut, banyak bentuk lain dari sikap kritis terhadap isu-isu tertentu, diantaranya diskusi umum, debat publik serta surat terbuka.

Baca Juga: Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

"Jadi, mahasiswa bisa saja memilih di antara pilihan-pilihan itu, demo bukan satunya," kata Kacung, saat dihubungi selalu.id, Minggu (10/4/2022).

Kacung menyampaikan, jika mahasiswa menempuh jalur demonstrasi, hal itu sah dan tidak masalah. Tetapi, dilakukan secara baik-baik dan argumentatif.

"Permasalahan itu kan dinamis. Ada yang cepat selesai, ada yang belum. Misalnya soal jabatan 3 periode atau penundaan pemilu dan udah layu, dan melemah. Jadi untuk isu ini ya udah tidak penting lagi," ujarnya.

Menurutnya, mahasiswa saat ini melakukan aksi demo beberapa daerah di Indonesia. Hal itu bisa saja dilakukan, sebab mahasiswa juga memiliki banyak jaringan.

Baca Juga: Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

"Tentang waktu kapan dilakukan, mereka biasanya punya pertimbangan-pertimbangan, bisa langsung ditanyakan ke mereka,"jelasnya.

"Kecuali pemerintah tetap nekat mau amandemen agar ada jabatan 3 periode atau penundaan pemilu, akan jadi pemicu untuk gerakan besar," imbuhnya.

Saat ditanya perihal aksi mahasiswa dibeberapa daerah ini menjadi reformasi jilid 2, Kacung menerangkan hal tersebut kekurangan konteks.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

"Kalau itu dijadikan reformasi jilid 2 kayaknya dah kekurangan konteks,"terangnya.

Diketahui, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Surabaya hari ini melakukan Konsolidasi lanjutan terkait persiapan aksi demonstrasi. Mahasiswa belum memastikan bakal ikut ambil bagian dalam gerakan 11 April besok atau tidak.

Dalam aksi itu, mereka menuntut berbagai macam isu-isu nasional, yakni penolakan jabatan Presiden dan tiga periode, masalah kenaikan BBM, kemudian, masalah kelangkaan minyak goreng, dan mengawal Ibu Kota Baru (IKN) Nusantara, serta penolakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

31 Ribu Kursi Tiket Kereta Lebaran 2026 di Daop 8 Surabaya Telah Terjual

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring dibukanya masa pemesanan tiket secara bertahap.