Rabu, 22 Jul 2026 22:28 WIB

Tanggapi Rencana Demo 11 April, Guru Besar Politik Unair: Mahasiswa Bisa Memilih

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 10 Apr 2022 15:18 WIB
Guru Besar Ilmu Politik, Prof Kacung Marijan
Guru Besar Ilmu Politik, Prof Kacung Marijan

selalu.id - Guru Besar Ilmu Politik Universitas Airlangga, Kacung Marijan menyebut rencana demonstrasi 11 April oleh Mahasiswa merupakan bagian dari perilaku kritis, namun tak harus dengan aksi.

Kacung menyebut, banyak bentuk lain dari sikap kritis terhadap isu-isu tertentu, diantaranya diskusi umum, debat publik serta surat terbuka.

Baca Juga: 75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

"Jadi, mahasiswa bisa saja memilih di antara pilihan-pilihan itu, demo bukan satunya," kata Kacung, saat dihubungi selalu.id, Minggu (10/4/2022).

Kacung menyampaikan, jika mahasiswa menempuh jalur demonstrasi, hal itu sah dan tidak masalah. Tetapi, dilakukan secara baik-baik dan argumentatif.

"Permasalahan itu kan dinamis. Ada yang cepat selesai, ada yang belum. Misalnya soal jabatan 3 periode atau penundaan pemilu dan udah layu, dan melemah. Jadi untuk isu ini ya udah tidak penting lagi," ujarnya.

Menurutnya, mahasiswa saat ini melakukan aksi demo beberapa daerah di Indonesia. Hal itu bisa saja dilakukan, sebab mahasiswa juga memiliki banyak jaringan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

"Tentang waktu kapan dilakukan, mereka biasanya punya pertimbangan-pertimbangan, bisa langsung ditanyakan ke mereka,"jelasnya.

"Kecuali pemerintah tetap nekat mau amandemen agar ada jabatan 3 periode atau penundaan pemilu, akan jadi pemicu untuk gerakan besar," imbuhnya.

Saat ditanya perihal aksi mahasiswa dibeberapa daerah ini menjadi reformasi jilid 2, Kacung menerangkan hal tersebut kekurangan konteks.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Kalau itu dijadikan reformasi jilid 2 kayaknya dah kekurangan konteks,"terangnya.

Diketahui, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Surabaya hari ini melakukan Konsolidasi lanjutan terkait persiapan aksi demonstrasi. Mahasiswa belum memastikan bakal ikut ambil bagian dalam gerakan 11 April besok atau tidak.

Dalam aksi itu, mereka menuntut berbagai macam isu-isu nasional, yakni penolakan jabatan Presiden dan tiga periode, masalah kenaikan BBM, kemudian, masalah kelangkaan minyak goreng, dan mengawal Ibu Kota Baru (IKN) Nusantara, serta penolakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.