Kamis, 22 Okt 2026 17:07 WIB

Tanggapi Rencana Demo 11 April, Guru Besar Politik Unair: Mahasiswa Bisa Memilih

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 10 Apr 2022 15:18 WIB
Guru Besar Ilmu Politik, Prof Kacung Marijan
Guru Besar Ilmu Politik, Prof Kacung Marijan

selalu.id - Guru Besar Ilmu Politik Universitas Airlangga, Kacung Marijan menyebut rencana demonstrasi 11 April oleh Mahasiswa merupakan bagian dari perilaku kritis, namun tak harus dengan aksi.

Kacung menyebut, banyak bentuk lain dari sikap kritis terhadap isu-isu tertentu, diantaranya diskusi umum, debat publik serta surat terbuka.

Baca Juga: Massa Demo Berpakaian Serba Hitam Mulai Datang di Depan Grahadi Surabaya

"Jadi, mahasiswa bisa saja memilih di antara pilihan-pilihan itu, demo bukan satunya," kata Kacung, saat dihubungi selalu.id, Minggu (10/4/2022).

Kacung menyampaikan, jika mahasiswa menempuh jalur demonstrasi, hal itu sah dan tidak masalah. Tetapi, dilakukan secara baik-baik dan argumentatif.

"Permasalahan itu kan dinamis. Ada yang cepat selesai, ada yang belum. Misalnya soal jabatan 3 periode atau penundaan pemilu dan udah layu, dan melemah. Jadi untuk isu ini ya udah tidak penting lagi," ujarnya.

Menurutnya, mahasiswa saat ini melakukan aksi demo beberapa daerah di Indonesia. Hal itu bisa saja dilakukan, sebab mahasiswa juga memiliki banyak jaringan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

"Tentang waktu kapan dilakukan, mereka biasanya punya pertimbangan-pertimbangan, bisa langsung ditanyakan ke mereka,"jelasnya.

"Kecuali pemerintah tetap nekat mau amandemen agar ada jabatan 3 periode atau penundaan pemilu, akan jadi pemicu untuk gerakan besar," imbuhnya.

Saat ditanya perihal aksi mahasiswa dibeberapa daerah ini menjadi reformasi jilid 2, Kacung menerangkan hal tersebut kekurangan konteks.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

"Kalau itu dijadikan reformasi jilid 2 kayaknya dah kekurangan konteks,"terangnya.

Diketahui, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Surabaya hari ini melakukan Konsolidasi lanjutan terkait persiapan aksi demonstrasi. Mahasiswa belum memastikan bakal ikut ambil bagian dalam gerakan 11 April besok atau tidak.

Dalam aksi itu, mereka menuntut berbagai macam isu-isu nasional, yakni penolakan jabatan Presiden dan tiga periode, masalah kenaikan BBM, kemudian, masalah kelangkaan minyak goreng, dan mengawal Ibu Kota Baru (IKN) Nusantara, serta penolakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Momen Pesawat Tempur TNI AU Mendarat di Tol Pasuruan-Probolinggo

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengujian kesiapan operasional TNI AU dalam memanfaatkan infrastruktur jalan tol untuk mendukung operasi udara.

Demo di Grahadi Surabaya, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dari Jabatannya

Sambil melakukan orasi secara bergantian, gema teriakan "revolusi" terus disuarakan sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Ketua BEM Unair Ngaku Ditahan di Polda Jatim Gegara Dituduh Sebar Ajakan Kerusuhan

Ia juga menegaskan bahwa tuduhan mengenai gerakan yang dikondisikan tidaklah benar.

Peringatan Hari Santri, DPW PKB Jatim: Jihad Masa Kini adalah Melawan Karhutla

DPW PKB Jatim secara simbolis menyerahkan 5.000 bibit pohon kepada peserta apel sebagai wujud nyata komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Ruang Data Centre Lama Untag Terbakar, Satu PMK Diterjunkan

Alarm langsung berbunyi setelah muncul kepulan asap.

Carok di Sidoarjo, Pria Misterius Tewas dan Pedagang Es Degan Terluka

Polisi masih mendalami aksi pertengkaran berdarah yang mengakibatkan korban jiwa ini.