Dituding Menyuruh Perempuan Aborsi, Mantan Cak Ning Surabaya Sekaligus Runner-up Raka Raki jadi Sorotan
- Penulis : Ade Resty
- | Minggu, 09 Agu 2026 21:22 WIB
selalu.id - Nama Raka Tio, yang disebut pernah menyandang gelar Cak Ning Surabaya 2023 sekaligus runner-up Raka & Raki Jawa Timur 2026, menjadi sorotan setelah muncul postingan di media sosial tentang percakapan menyuruh aborsi.
Dugaan tersebut mencuat di media sosial setelah seorang perempuan mengunggah sejumlah informasi dan percakapan yang diduga melibatkan Raka Tio.
Baca Juga: Pengolahan Air Mandiri di Perumahan Mewah Surabaya, Bebas Izin atau Lolos Pengawasan?
Percakapan itu membahasa soal kehamilan dan dugaan permintaan untuk melakukan aborsi.
Dalam tangkapan layar percakapan yang beredar, perempuan tersebut menyampaikan kekhawatirannya mengenai kehamilan.
“Kalau pengen ga resiko tinggi bulan ini, tapi brengseknya aku ga bisa nemenin,” tulis akun yang disebut milik Raka Tio dalam percakapan tersebut.
Perempuan itu kemudian menyampaikan bahwa dirinya sedang mengalami kondisi kehamilan.
“Hmm mumpung belum 12 minggu,” demikian balasan dalam percakapan tersebut.
Perempuan itu kemudian menanyakan secara langsung apakah dirinya diminta menggugurkan kandungan.
“Kamu serius nyuruh aku aborsi?” tulisnya.
Dalam percakapan yang sama, akun yang diduga milik Raka Tio kemudian menjawab, “Aku ga siap Sanksi sosial.”
Ia juga menambahkan, “Aku juga kasian kamu.”
Akun yang mengunggah informasi tersebut menyebut perempuan yang berada dalam percakapan merupakan pacar dari pria yang disebut sebagai Raka Tio.
Baca Juga: 19 Daerah di Jatim Darurat Kekeringan, Fraksi PDIP Desak Pemprov Hentikan Solusi Tambal Sulam
Dalam narasi yang beredar, perempuan tersebut juga mengaku mengalami tindakan yang disebut sebagai kekerasan seksual.
Dugaan itu kemudian mendapat perhatian dari Paguyuban Cak & Ning Surabaya.
Melalui pernyataan sikap resmi tertanggal 9 Agustus 2026, Paguyuban Cak & Ning Surabaya menyatakan serius menyikapi informasi mengenai dugaan tindakan tersebut.
“Segala bentuk tindakan yang berpotensi berlawanan dengan norma etika masyarakat, merendahkan martabat, melanggar batas pribadi, maupun mengarah pada kekerasan seksual tidak dapat dibenarkan dan tidak memiliki tempat dalam lingkungan organisasi,” tulis Paguyuban Cak & Ning Surabaya.
Paguyuban menyatakan tengah melakukan investigasi, klarifikasi, serta pendalaman terhadap informasi yang beredar dari kedua pihak.
“Saat ini kami tengah melakukan serangkaian investigasi, klarifikasi, serta pendalaman secara menyeluruh terhadap seluruh informasi dari kedua belah pihak terkait guna memastikan setiap fakta diperoleh secara utuh dan dapat dipertanggungjawabkan,” lanjut pernyataan tersebut.
Baca Juga: Raih Dua Penghargaan Nasional, Surabaya Buktikan Satu Data NIK Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Paguyuban juga memastikan proses pemeriksaan berlangsung tanpa tekanan dari pihak mana pun.
Mereka menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap kekerasan seksual, pelecehan, intimidasi, ancaman, pembalasan, maupun tindakan lain yang merendahkan martabat manusia.
“Kami menegaskan tidak akan mentoleransi segala bentuk kekerasan seksual, pelecehan, intimidasi, ancaman, pembalasan, maupun tindakan lain yang merendahkan martabat manusia,” tulisnya.
Jika hasil pemeriksaan menemukan adanya pelanggaran, Paguyuban Cak & Ning Surabaya menyatakan akan mengambil sikap dan tindakan sesuai ketentuan serta nilai-nilai yang berlaku dalam organisasi.
Hingga kini, dugaan tersebut masih dalam proses klarifikasi internal berdasarkan keterangan Paguyuban Cak & Ning Surabaya.
Editor : Arif Ardianto