Kawah Mirip Telur Ceplok Muncul di Gunung Anak Krakatau, Pertanda Apa? Ini Kata Ahli
- Penulis : Zein Muhammad
- | Minggu, 20 Sep 2026 22:14 WIB
selalu.id - Fenomena unik menyerupai bentuk telur ceplok muncul di area kawah Gunung Anak Krakatau (GAK), Lampung Selatan.
Penampakan tak biasa ini terlihat usai gunung api aktif tersebut mengalami erupsi cukup besar pada 3 September 2026 lalu.
Baca Juga: Rombongan Jurnalis Hilang Kontak saat Hendak Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau
Penampakan visual kawah yang mirip telur mata sapi tersebut mendadak menyita perhatian publik setelah potongan videonya diunggah oleh akun Instagram @wxchasing.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) yang juga mantan Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menegaskan bahwa fenomena tersebut murni akibat proses geokimia alami di lingkungan vulkanik aktif.
"Warna kuning pada bagian tengah berkaitan dengan sulfur dan material mineral yang terbentuk atau terlarut akibat aktivitas vulkanik. Sedangkan bagian putih di sekelilingnya merupakan batuan dan mineral yang mengalami alterasi oleh fluida serta gas panas," ungkap Daryono dalam keterangannya, Minggu (20/9/2026).
Ia menjelaskan, posisi air yang menggenang menempati dasar terendah kawah. Proses kimiawi serta pengendapan mineral di sekitarnya secara tidak sengaja membentuk kontras warna yang bila dipantau dari udara terlihat persis seperti bagian kuning dan putih telur.
"Jadi, fenomena ini merupakan proses geokimia alami di lingkungan kawah vulkanik aktif, bukan sesuatu yang aneh, misterius, atau pertanda bahaya," jelas Daryono.
Baca Juga: Fenomena Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan, Mbah Rono Bilang Begini
Daryono menyebutnya sebagai proses acid-sulfate alteration. Fenomena visual tersebut bisa kapan saja muncul atau berubah kembali. Hal itu tergantung pada dinamisnya sistem hidrotermal dan pasokan gas di dasar kawah pasca-erupsi.
Sementara Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Suwarno, menyebut genangan yang menyerupai telur ceplok tersebut murni air kawah yang sudah terkontaminasi gas belerang.
"Iya itu kawah GAK, jadi itu adalah air yang terkontaminasi dengan gas belerang," katanya.
Baca Juga: Daftar 6 Gunung di Indonesia yang Kini Berstatus Siaga
Suwarno menambahkan, fenomena semacam ini tidak dialami oleh semua gunung api di Indonesia.
Pada Gunung Anak Krakatau, kombinasi spesifik antara genangan air, gas belerang, serta interaksi dengan dinding kawah yang menciptakan gradasi warna unik tersebut.
"Tidak semuanya, kalau belerang semuanya gunung api pasti ada. Di sana (GAK) ada genangan air, terkontaminasi oleh belerang jadi seperti itu warnanya, dan juga bisa terkontaminasi dengan lapisan dinding kawah itu," jelasnya.
Editor : Zein Muhammad