Selasa, 20 Okt 2026 10:26 WIB

Meninjau Shelter Pembinaan Anak Berkasus Hukum dan Korban Pelecehan di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 07 Apr 2022 14:22 WIB
Shelter perempuan di Surabaya
Shelter perempuan di Surabaya

selalu.id – Surabaya memiliki tempat perlindungan anak atau Shelter khusus remaja dibawah 18 tahun yang mengalami masalah dengan trauma kekerasan seksual ataupun Anak berhubungan dengan hukum (ABH).

Tempat tersebut bukanlah penjara,melainkan membina dan membimbing mereka serta memberi kenyamanan dan kasih sayang layaknya seperti orang tua.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Tercatat ada dua shelter anak, yakni khusus laki-laki dan perempuan yang berada di kawasan Gayungsari, Surabaya.

selalu.id mencoba mengunjungi shalter khusus anak laki-laki milik pemkot tersebut, tampak 7 anak dengan kepala plontos sedang menunggu kedatangan kami. Mereka sedang duduk berbaris menyambut kedatangan kami, mereka tersenyum dan malu-malu saat tim selalu.id menyapa mereka.

"Halo semuanya, lagi puasa gak nih," sapa dari selalu.id.

Saat disapa oleh selalu.id mereka langsung serentak menjawab dengan senyum mereka yang tampak berseri dan malu-malu.

"Iya kak, semuanya lagi puasa," kata salah satu diantara mereka, sambil mengangguk-ngangguk.

Di tempat Shelter khusus anak laki-laki ini, penghuninya adalah anak dibawah umur yang sedang terjerat kasus hukum. Dikarenakan masih berumur 18 tahun kebawah, shelter ini jadi tempat penampungan mereka sementara.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A PPKB) Kota Surabaya, Tomi Ardiyanto. Tomi mengatakan bahwa Shelter untuk memisah anak di bawah umur yang terjerat kasus tindak pidana dengan tahanan yang dewasa.

"Agar tindak pidana ini tidak disatukan dengan tahanan lain yang sudah dewasa," ujar Tomi saat ditemui, Rabu (6/4/2022).

Tomi menjelaskan, kasus mereka bermacam-macam, ada yang melakukan pengeroyokan, pelecehan seksual, hingga pencurian seperti curanmor. Kebanyakan dari mereka melakukan kasus hukum yang sama.

Tomi menjelaskan, ABH yang tinggal di shelter milik Pemkot Surabaya ini adalah anak-anak yang sedang menunggu kepastian hukum atas perbuatanya.

"Jadi, mekanismenya adalah, anak-anak ditangkap oleh pihak kepolisian, lalu di BAP. Sembari menunggu sidang lanjutan. Mereka dititipkan disini," kata Tomi.

Dari periode Januari-Maret 2022, Tomi menyampaikan, sudah ada 10 anak yang berstatus ABH, di Shelter inilah mereka sementara ditampung untuk menunggu kepastian hukum atas perbuatannya.

Koordinator Shelter khusus anak laki-laki, Agus Adi mengungkapkan, ABH yang ditempatkan disini ini bertujuan agar tidak terkontaminasi dengan narapidana dewasa.

"Kalau di Polres itu kan tidak ada penjara khusus anak. Sehingga untuk meminimalisir adanya pengaruh buruk dari narapidana dewasa, mereka ditempatkan disini," jelas Agus.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Setelah mengunjungi shalter anak laki-laki, tim selalu.id lanjut mengunjungi Shalter anak perempuan. Di Shelter ini berbeda jauh dengan shelter anak laki-laki. Shelter anak perempuan rata-rata mereka yang merupakan korban kekerasan atau pelecehan seksual.

Saat selalu.id tiba Shalter mereka, tampak 7 anak yang ceria dengan menggunakan jilbab menyambut kedatangan tim selalu.id. Mereka pun juga tampak malu-malu menyapa tim selalu.id

Kemudian tim selalu.id saling duduk melingkar dan melontarkan canda tawa, suasana pun mencair. Terlihat senyum dengan wajah ceria mereka ikut membangkitan suasana semakin hangat.

Di rumah Shelter tersebut mereka juga memiliki hewan peliharaan, yakni 4 ekor anak kucing. Tak hanya itu, mereka juga melakukan kegiatan seperti memasak bareng, belajar kerajinan, bahkan berolahraga bela diri, yaitu Karate.

Koordinator Shelter anak perempuan, Sulika, mengungkapkan, untuk menghilangkan rasa trauma mereka. Pihaknya memberikan kegiatan-kegiatan tersebut.

"Kita juga sedih, biasanya psikolog mereka datang kesini," ungkap Sulika.

Sulika menyampaikan, anak-anak tersebut masih sekolah pada umumnya. Sulika menyebut, mereka rata-rata masih SMP, hanya satu diantara mereka yang paling tua yakni L (18) juga paling lama tinggal di shelter selama 7 tahun, yang kini telah duduk di bangku kelas 1 SMA. Sedangkan yang paling muda L (12) masih duduk di Kelas 6 Sekolah Dasar.

"Kalau sekolah mereka sudah selesai, mereka diperbolehkan keluar, tetapi tergantung jika mereka sudah siap. Bahkan pernah ada yang kuliah itu selesai," terang Sulika.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Sementara itu, Ketua DP3A PPKB, Tomi Ardiyanto, menambahkan di Shalter ini adalah anak-anak yang dititipkan karena korban kekerasan atau pelecehan seksual.

Anak-anak tersebut juga yang awalnya mendapat pendampingan dari Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

"Jadi tim outward satgas PPA melakukan pendampingan segala macam, kan anak ini masih trauma karena lingkungan mereka tak mendukung. Sehingga kita melakukan pembinaan kepada mereka," ujar Tomi.

Tomi menyebut, di tempat shelter ini, pihaknya melakukan pendekatan secara keagamaan maupun rasa kasih sayang kepada mereka. Sehingga pihaknya merasakan aman.

Lebih lanjut Tomi juga menyampaikan, tidak ada batasan mereka kapan harus pulang kembali ke keluarganya.

"Kalau mereka sudah siap dan keluarganya pun siap, mereka boleh pulang," jelasnya.

Tomi menambahkan, batasan tinggal di shelter tersebut adalah usia anak dibawah 18 tahun. Sehingga, di usia remaja mereka dipersilahkan untuk pulang.

"Mereka juga sekolah pada umumnya, tetapi pihak shelter yang antar jemput mereka sekolah," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

"Bisa juga menyebabkan atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon yang tahapan berikutnya bisa berdampak berupa penyakit kanker," ungkap Kepala BPOM RI.

Top 5 Berita: Prabowo Ratas hingga Perda Air Limbah

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (19/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026) pagi. Pembaca tertarik pada pemberitaan

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.