Rabu, 28 Okt 2026 23:11 WIB

Usai Bentrokan, Kelompok Ormas dan Perguruan Silat di Surabaya Kini Sepakat jaga Kamtibmas

Aksi bentrokan di Surabaya. (Dok. Tangkapan layar).
Aksi bentrokan di Surabaya. (Dok. Tangkapan layar).

selalu.id - Bentrokan yang terjadi di Jalan Teuku Umar, Surabaya dalam dua hari terakhir menyisakan berbagai cerita. 

Di tengah situasi yang mulai kondusif, Ketua Maluku Satu Rasa (M1R), Baharudin Umasugi akhirnya menyampaikan sikap organisasinya yang memilih menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada kepolisian.

Baca Juga: Cewek yang Tabrak Orang hingga Tewas Usai Dugem di Club Ambyar Kini Disidang

Ia menegaskan, langkah tersebut diambil demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Surabaya. 

Menurut Baharudin, penyelesaian melalui jalur hukum merupakan cara terbaik agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Pria yang akrab disapa Udin itu membenarkan insiden bermula dari aktivitas penagihan kendaraan oleh oknum anggota M1R yang bekerja sebagai debt collector (DC). 

Namun, ia menegaskan aktivitas tersebut merupakan profesi pribadi dan sama sekali tidak mewakili organisasi Maluku Satu Rasa.

Udin menjelaskan, persoalan bermula ketika seorang karyawan AmbYar Club Surabaya berinisial W diketahui memiliki tunggakan pembayaran mobil. 

Tim penagih kemudian menunggu yang bersangkutan selesai bekerja sambil mengawasi kendaraan yang menjadi objek penagihan.

Situasi berubah ketika mobil tersebut dipindahkan oleh seseorang yang belum diketahui identitasnya. Peristiwa itu memicu adu argumen antara tim penagih dengan petugas di lokasi hingga akhirnya berujung keributan.

Baca Juga: Ketika Proyek Penanganan Banjir di Surabaya Hampir Rampung, Tapi Anggaran Belum Cair

"Perdebatan antara tim penagih dan petugas di lokasi kemudian berkembang menjadi keributan. Terjadi cekcok, situasi tidak kondusif, lalu berujung pengeroyokan terhadap anggota kami. Dalam kondisi emosi, terduga pelaku kemudian melakukanpembacokan," terang Udin kepada selalu.id, Selasa (28/7/2026).

Meski demikian, pihaknya menegaskan organisasinya tidak pernah mentoleransi tindakan kekerasan. 

Sejak awal kejadian, Udin mengaku langsung berkoordinasi dengan kepolisian serta sejumlah organisasi kemasyarakatan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik antarkelompok.

"Sejak awal kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan berbagai ormas agar persoalanyang bermula dari profesi debt collector tidak merembet menjadi permusuhan antar kelompok. Saya juga memastikan pelaku telah menyerahkan diri dan siap menjalani proses hukum," jelasnya.

Baca Juga: Masuk Musim Penghujan, Proyek Infrastruktur Fisik Surabaya Sudah Mencapai 90 Persen

Sebagai bagian dari upaya meredam situasi, Polrestabes Surabaya juga memfasilitasi pertemuan antara perwakilan M1R dan perguruan silat.

Dalam mediasi tersebut, kedua belah pihak sepakat menahan diri serta tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu kondusifitas Kota Surabaya.

Udin berharap masyarakat tidak mudah terpancing berbagai informasi yang beredar, terutama di media sosial. Ia mengajak seluruh pihak memberikan kepercayaan kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas perkara tersebut.

"Kami serahkan proses hukum kepada pihak kepolisian. Saya menghimbau semua pihak menahandiri dan mengutamakan kondusifitas kamtibmas Kota Surabaya. Masyarakat juga jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di mediasosial," tandasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ormas Madas Blokade Jalur Pantura Probolinggo, Disebut Berseteru dengan Polisi

‎Ketua DPC Madas Kabupaten Probolinggo, Suhermanto mengatakan, pihaknya tidak akan membuka blokade sebelum anggotanya dikeluarkan.

Saat 150 Aktivis Muda Nganjuk Bersatu Merawat Api Sumpah Pemuda

AKBP Suria Miftah mengatakan bahwa mahasiswa memegang peranan vital dalam menjaga kondusivitas serta nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika masyarakat.

Elf Bawa Rombongan dari Bojonegoro Rem Blong di Pacet, 4 Orang Patah Kaki-Tangan

Beruntung, kendaraan yang ditumpangi 17 orang satu keluarga asal Bojonegoro itu berhasil berhenti setelah menabrak tumpukan sekam. Mereka pun selamat.

Nama Gubernur Khofifah Muncul di Sidang Korupsi ESDM Jatim, Saksi Ungkap Alurnya

Tak cuma sepatu, Dinas ESDM Jatim juga meminta pasokan rutin produk air mineral untuk kebutuhan konsumsi kantor dinas.

Jaga Kondusifitas, Polda Jatim Rangkul Ribuan Mahasiswa hingga Santri

Irjen Dekananto menegaskan, konsolidasi ini menjadi momentum krusial bagi generasi muda dalam menyambut Indonesia Emas 2045.

Potret Pelindo Terminal Petikemas Bekali Keterampilan Anak Binaan LPKA Kelas I Blitar

Dukungan pendidikan dan pengembangan keterampilan ini menjadi bagian penting dalam membuka kesempatan bagi mereka untuk membangun kehidupan yang lebih baik.