Selasa, 27 Okt 2026 02:41 WIB

Serapan Anggaran APBD Minim, Ketua DPRD Surabaya Desak Legislator Turun Lapangan Lakukan Sidak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 11 Sep 2026 19:30 WIB
Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri. (Foto: Ade/selalu.id).
Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Rendahnya serapan anggaran APBD 2026 Kota Pahlawan yang mencapai Rp1,9 triliun mendapat sorotan tajam dari Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri.

Pasalnya, hingga evaluasi dilakukan, realisasi anggaran tersebut dicatat baru menyentuh angka sekitar Rp11 miliar atau berkisar 11 hingga 13 persen.

Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Pemkot Perhatikan Karakteristik Rute dan Nasib Driver Feeder Wira Wiri

Syaifuddin menegaskan, persoalan minimnya serapan anggaran ini tidak bisa hanya dilihat dari atas kertas atau sekadar laporan administrasi semata.

Ia meminta jajaran DPRD Surabaya melalui komisi terkait untuk turun langsung mengecek fakta pembangunan di lapangan.

"Jangan hanya lihat angka, kalian itu harusnya ya survei, sidak. Jadi kecepatannya tidak di meja ucapan, tapi fakta di lapangan," kata Syaifuddin, Jumat (11/9/2026).

Politisi yang akrab disapa Kaji Ipuk ini meminta para anggota dewan tidak pasif dan hanya menerima laporan manis dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Menurutnya, sebelum menggelar rapat evaluasi, komisi-komisi di DPRD wajib berkoordinasi dan melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan proyek fisik benar-benar berjalan.

Baca Juga: Pria Paruh Baya Tenggelam di Sungai Jagir Surabaya, Tongkat dan Topi Ditemukan

"Ini catatan juga bahwa pelaksanaan di lapang soal proyek, kecil sekali ini, 11-13 persen. Ini jangan terus hanya di kantor, tapi kalian harus sidak," tegasnya.

Kaji Ipuk mengungkapkan, ada sejumlah faktor teknis yang memengaruhi percepatan serapan. Mulai dari kendala administrasi, aturan transisi, penggunaan kontrak payung, hingga penyesuaian harga di lapangan.

Selain itu, untuk skema pembiayaan tertentu seperti pinjaman/utang, pencairannya sangat bergantung pada realisasi dan kecepatan penggunaan di lapangan. Sehingga anggaran yang dialokasikan tidak bisa serta-merta cair secara otomatis.

"Utang ini cair tidaknya itu tergantung penggunaan, kecepatan penggunaan," jelasnya.

Baca Juga: Ledakan di Surabaya Diduga Gegara Elpiji Bocor, Korban Alami Luka Bakar 75 Persen

Meski begitu, Kaji Ipuk menegaskan DPRD Kota Surabaya akan terus mengawal dan menjalankan fungsi pengawasan ketat.

Evaluasi ini dianggap krusial mengingat tahun anggaran APBD 2026 terus berjalan, sehingga proyek dengan alokasi besar tidak berhenti di tahap perencanaan saja.

"Kalau dari teknis mampu menyelesaikan, ya sudah selesaikan," pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ternyata, Begini Kronologi Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta di BRI Nganjuk

Menanggapi kabar yang beredar soal isu kredit fiktif, Ahmad meluruskan bahwa tidak pernah ada transaksi atau pencairan kredit baru setelah debitur PA meninggal.

Kejari Kota Mojokerto Bongkar Kasus Korupsi Pembiayaan BNI Syariah Rp8,2 Miliar

Kasi Intel Kejari Kota Mojokerto, Yusaq Djunarto menjelaskan perkara ini bermula pada tahun 2015 dan 2016 di BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu Mojokerto.

Pengedar Sabu di Bogen Surabaya Sudah Tertangkap, Ini Namanya

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Dodi Pratama menegaskan akan terus melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan di atasnya.

Dramatis! Tim Bagor Segel Gelar Juara Piala Dandim Cup Bola Voli 2026 di Nganjuk

Dandim Nganjuk, Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti berharap ajang ini bisa memicu lahirnya bibit-bibit atlet berbakat yang mampu bersaing di level lebih tinggi.

Sidak RSUD Notopuro Sidoarjo, Wabup Mimik Wanti-wanti Jangan Ada Akal-akalan di Bangunan

Mimik menegaskan setiap material yang digunakan harus memenuhi persyaratan teknis dan tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan standar kualitas bangunan.

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Pidana, Ada Bagian Tubuh Hiu hingga Arak Bali

Pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam mendukung Program 100 Hari Kapolri serta program Kapolda Jatim, Jogo Omah.