Senin, 26 Okt 2026 23:20 WIB

Daftar Desil Bansos Berantakan, Anggota DPR RI Minta Pemerintah Evaluasi Data KPM

Anggota Komisi IV DPR RI, Sadarestuwati. (Foto: Supri/selalu.id).
Anggota Komisi IV DPR RI, Sadarestuwati. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Anggota Komisi IV DPR RI, Sadarestuwati, meminta pemerintah segera memperbaiki dan mengevaluasi penetapan desil Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial.

Langkah ini dinilai penting agar penyaluran bansos tepat sasaran, khususnya bagi warga kurang mampu yang berada di kategori desil satu hingga empat.

Baca Juga: Kejari Kota Mojokerto Bongkar Kasus Korupsi Pembiayaan BNI Syariah Rp8,2 Miliar

Permintaan tersebut disampaikan politikus Fraksi PDI Perjuangan yang akrab disapa Mbak Estu itu saat meninjau langsung pendistribusian beras bantuan pangan di Kantor Desa Dlanggu, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Kamis (10/9/2026).

Estu mengungkapkan, fakta di lapangan menunjukkan masih ada ketidaksesuaian data. Sejumlah warga miskin yang seharusnya masuk kategori desil 1–4 justru melompat ke level lebih tinggi, bahkan ada yang meloncat hingga desil-9.

"Jadi penerima ini kita berdasarkan bahan beda dari survei BPS yang menentukan desil-1 sampai desil-4 sebagai penerima bantuan pangan. Masalah ini sudah sesuai atau belum, ini masih terus dievaluasi oleh BPS. Tentunya kita berharap perbaikan-perbaikan itu akan terus dilaksanakan," jelasnya.

Menurut Estu, lompatan desil tersebut dipicu oleh penilaian kondisi fisik rumah warga yang dianggap sudah layak huni.

Baca Juga: Truk Muatan Semen Tabrak Truk Gandeng di Mojokerto, Sopir Terjepit

Padahal, perbaikan rumah tersebut merupakan hasil program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dikucurkan oleh pemerintah pusat maupun daerah.

"Kalau dilihat rumah yang layak huni, kemudian lantainya sudah tidak lagi lantai tanah ini kan karena ada gelontoran program BSPS yang sudah beberapa tahun ini dilakukan pemerintah pusat, provinsi maupun daerah," tegasnya.

Dalam penyaluran tersebut, setiap KPM di kategori desil 1–4 menerima 30 kilogram beras yang didistribusikan oleh Bulog.

Baca Juga: Wali Kota Mojokerto Serahkan SK 1.104 PPPK Paruh Waktu

Salah satu penerima bantuan, Rubiati, mengaku bersyukur atas bantuan pangan yang diterimanya. Menurutnya, beras 30 kg itu merupakan alokasi jatah untuk tiga bulan, yakni periode Juli hingga September.

"Menerima tiga sak atau 30 kilogram. Ini bantuan kedua yang saya terima. Ya tidak boleh dijual karena buat kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ternyata, Begini Kronologi Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta di BRI Nganjuk

Menanggapi kabar yang beredar soal isu kredit fiktif, Ahmad meluruskan bahwa tidak pernah ada transaksi atau pencairan kredit baru setelah debitur PA meninggal.

Pengedar Sabu di Bogen Surabaya Sudah Tertangkap, Ini Namanya

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Dodi Pratama menegaskan akan terus melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan di atasnya.

Dramatis! Tim Bagor Segel Gelar Juara Piala Dandim Cup Bola Voli 2026 di Nganjuk

Dandim Nganjuk, Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti berharap ajang ini bisa memicu lahirnya bibit-bibit atlet berbakat yang mampu bersaing di level lebih tinggi.

Sidak RSUD Notopuro Sidoarjo, Wabup Mimik Wanti-wanti Jangan Ada Akal-akalan di Bangunan

Mimik menegaskan setiap material yang digunakan harus memenuhi persyaratan teknis dan tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan standar kualitas bangunan.

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Pidana, Ada Bagian Tubuh Hiu hingga Arak Bali

Pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam mendukung Program 100 Hari Kapolri serta program Kapolda Jatim, Jogo Omah.

DPRD Surabaya Minta Pemkot Perhatikan Karakteristik Rute dan Nasib Driver Feeder Wira Wiri

Menurut DPRD Surabaya, rute dengan tingkat keterisian tinggi dan jarak perjalanan panjang dinilai layak menjadi prioritas berikutnya.