Jumat, 11 Sep 2026 15:07 WIB

Daftar Desil Bansos Berantakan, Anggota DPR RI Minta Pemerintah Evaluasi Data KPM

Anggota Komisi IV DPR RI, Sadarestuwati. (Foto: Supri/selalu.id).
Anggota Komisi IV DPR RI, Sadarestuwati. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Anggota Komisi IV DPR RI, Sadarestuwati, meminta pemerintah segera memperbaiki dan mengevaluasi penetapan desil Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial.

Langkah ini dinilai penting agar penyaluran bansos tepat sasaran, khususnya bagi warga kurang mampu yang berada di kategori desil satu hingga empat.

Baca Juga: Pemkot Mojokerto Minta Perusahaan Sadar dalam Lindungi Pekerja Lewat Jamsostek

Permintaan tersebut disampaikan politikus Fraksi PDI Perjuangan yang akrab disapa Mbak Estu itu saat meninjau langsung pendistribusian beras bantuan pangan di Kantor Desa Dlanggu, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Kamis (10/9/2026).

Estu mengungkapkan, fakta di lapangan menunjukkan masih ada ketidaksesuaian data. Sejumlah warga miskin yang seharusnya masuk kategori desil 1–4 justru melompat ke level lebih tinggi, bahkan ada yang meloncat hingga desil-9.

"Jadi penerima ini kita berdasarkan bahan beda dari survei BPS yang menentukan desil-1 sampai desil-4 sebagai penerima bantuan pangan. Masalah ini sudah sesuai atau belum, ini masih terus dievaluasi oleh BPS. Tentunya kita berharap perbaikan-perbaikan itu akan terus dilaksanakan," jelasnya.

Menurut Estu, lompatan desil tersebut dipicu oleh penilaian kondisi fisik rumah warga yang dianggap sudah layak huni.

Baca Juga: Carut-marut Data Desil Surabaya dan Ancaman Ketidakadilan Bansos

Padahal, perbaikan rumah tersebut merupakan hasil program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dikucurkan oleh pemerintah pusat maupun daerah.

"Kalau dilihat rumah yang layak huni, kemudian lantainya sudah tidak lagi lantai tanah ini kan karena ada gelontoran program BSPS yang sudah beberapa tahun ini dilakukan pemerintah pusat, provinsi maupun daerah," tegasnya.

Dalam penyaluran tersebut, setiap KPM di kategori desil 1–4 menerima 30 kilogram beras yang didistribusikan oleh Bulog.

Baca Juga: Woro-woro Warga Surabaya, Ini 4 Cara Ubah Data Desil agar Dapat Bansos Lagi

Salah satu penerima bantuan, Rubiati, mengaku bersyukur atas bantuan pangan yang diterimanya. Menurutnya, beras 30 kg itu merupakan alokasi jatah untuk tiga bulan, yakni periode Juli hingga September.

"Menerima tiga sak atau 30 kilogram. Ini bantuan kedua yang saya terima. Ya tidak boleh dijual karena buat kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gelar Diskusi Bersama Kejati Jatim, Pelindo Pertegas Mitigasi Risiko Hukum BUMN

Langkah ini diambil guna meluruskan pemahaman terkait prinsip Business Judgment Rule (BJR) yang sering kali disalahartikan sebagai "tameng" hukum.

5 Villa Terbaik di Jogja: Murah, Nyaman, Cocok untuk Liburan Bareng Keluarga

Liburan tidak hanya menentukan tempat wisata. Namun, tempat untuk stay atau menginap terkadang juga membuat bingung. Jadi penting untuk ditentukan.

Harga Emas Antam Hari Ini: Lumayan Sih, Ini Rincian dari 1 - 25 Gram Jika Dijual

Kondisi ini turut memberikan tekanan pada harga emas domestik, termasuk emas Antam.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Jumat Penuh Berkah, Rejeki Datang Namun Cinta Lagi Sulit

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Jelang Laga Panas Persela Vs Persis Solo, Polisi Amankan Puluhan Miras

Dalam operasi cipta kondisi itu, Polsek Deket Lamongan juga mengamankan pemilik warung yakni Sukarjo (38), warga Dusun Pucuk, Desa Srirande, Kecamatan Deket.

Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Rp124 Miliar di Lakarsantri, Siap Dongkrak Ekonomi Warga

Lahan yang berhasil diamankan tersebut mencakup sejumlah fasilitas publik, yakni Taman Hutan Raya (Tahura) Jeruk, Puskesmas, dan Waduk Jeruk.