Kamis, 03 Sep 2026 11:22 WIB

Pemkab Mojokerto Kucurkan Rp3,2 Miliar untuk Kelompok Tani, Ajak Milenial Tak Gengsi jadi Petani

Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra saat serahkan bantuan ke kelompok petani. (Dok. Kominfo Kabupaten Mojokerto).
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra saat serahkan bantuan ke kelompok petani. (Dok. Kominfo Kabupaten Mojokerto).

selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menyalurkan bantuan senilai lebih dari Rp3,2 miliar untuk memperkuat fasilitas pertanian komunal di Bumi Majapahit. 

Dana tersebut merupakan gabungan dari APBD Kabupaten Mojokerto dan bantuan dari Pemerintah Pusat non-APBD.

Baca Juga: Melihat Keseruan Tradisi Rombekan Tabur Uang Peringati Maulid Nabi Muhammad di Mojokerto

Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, dalam acara Pertanian Komunal Bersama Milenial dan Penyaluran Bantuan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto. Acara berlangsung di Pujasera Desa Pugeran, Kecamatan Gondang, Selasa (1/9/2026).

Bupati yang akrab disapa Gus Barra ini berharap 18 kelompok tani penerima bisa menjadikan bantuan ini sebagai pijakan ekonomi keluarga.

"Kita berharap bantuan yang diberikan kepada 18 kelompok tani digunakan dengan baik, lalu didampingi penyuluh pertanian. Harapannya ini bisa meningkatkan dan memberikan tambahan nilai ekonomi bagi keluarganya," ujarnya.

Baca Juga: Kejam! Wanita di Mojokerto jadi Korban Perampasan Lalu Diperkosa Residivis di Lahan Tebu

Selain menargetkan peningkatan efektivitas hasil pertanian dan peternakan, Pemkab Mojokerto juga ingin mengembalikan gairah anak muda pada sektor pertanian. Menurutnya, citra petani perlu diubah agar lebih menarik bagi generasi muda.

"Anak-anak muda sekarang tampak enggan menjadi petani. Padahal petani itu keren. Kita tidak bisa makan kalau tidak ada petani. Dengan modernisasi alat pertanian, pekerjaan ini jadi lebih keren. Biaya produksinya juga lebih minim, tapi hasil produksinya lebih banyak," jelas Gus Barra.

Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Depan Polres Mojokerto, Satu Pemotor Tewas

Pihaknya juga menyinggung soal hubungan antara sektor industri dan pertanian. Gus Barra menilai keduanya bisa berjalan beriringan selama tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan.

"Industri menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan butuh banyak pekerja, jadi kita harus memfasilitasi. Di sisi lain, lahan pangan kita jaga, lahan untuk investasi juga kita fasilitasi," katanya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.