Minggu, 18 Okt 2026 15:01 WIB

Pemkab Mojokerto Kucurkan Rp3,2 Miliar untuk Kelompok Tani, Ajak Milenial Tak Gengsi jadi Petani

Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra saat serahkan bantuan ke kelompok petani. (Dok. Kominfo Kabupaten Mojokerto).
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra saat serahkan bantuan ke kelompok petani. (Dok. Kominfo Kabupaten Mojokerto).

selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menyalurkan bantuan senilai lebih dari Rp3,2 miliar untuk memperkuat fasilitas pertanian komunal di Bumi Majapahit. 

Dana tersebut merupakan gabungan dari APBD Kabupaten Mojokerto dan bantuan dari Pemerintah Pusat non-APBD.

Baca Juga: Green Action, Pemuda Kota Mojokerto Tanam Pohon di Taman Bahari Mojopahit

Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, dalam acara Pertanian Komunal Bersama Milenial dan Penyaluran Bantuan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto. Acara berlangsung di Pujasera Desa Pugeran, Kecamatan Gondang, Selasa (1/9/2026).

Bupati yang akrab disapa Gus Barra ini berharap 18 kelompok tani penerima bisa menjadikan bantuan ini sebagai pijakan ekonomi keluarga.

"Kita berharap bantuan yang diberikan kepada 18 kelompok tani digunakan dengan baik, lalu didampingi penyuluh pertanian. Harapannya ini bisa meningkatkan dan memberikan tambahan nilai ekonomi bagi keluarganya," ujarnya.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Wisata Air Terjun di Mojokerto yang Cocok Buat Healing dan Bikin Betah

Selain menargetkan peningkatan efektivitas hasil pertanian dan peternakan, Pemkab Mojokerto juga ingin mengembalikan gairah anak muda pada sektor pertanian. Menurutnya, citra petani perlu diubah agar lebih menarik bagi generasi muda.

"Anak-anak muda sekarang tampak enggan menjadi petani. Padahal petani itu keren. Kita tidak bisa makan kalau tidak ada petani. Dengan modernisasi alat pertanian, pekerjaan ini jadi lebih keren. Biaya produksinya juga lebih minim, tapi hasil produksinya lebih banyak," jelas Gus Barra.

Baca Juga: Kisah Tragis Pasangan Muda di Mojokerto jadi Spesialis Maling Motor

Pihaknya juga menyinggung soal hubungan antara sektor industri dan pertanian. Gus Barra menilai keduanya bisa berjalan beriringan selama tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan.

"Industri menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan butuh banyak pekerja, jadi kita harus memfasilitasi. Di sisi lain, lahan pangan kita jaga, lahan untuk investasi juga kita fasilitasi," katanya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Senangnya Petani Tambakrejo Sambut KDKMP Sidoarjo, Tebus Pupuk Kini Makin Mudah

Selain pupuk, KDKMP diproyeksikan menjadi pusat penyaluran komoditas bersubsidi lainnya seperti beras SPHP, MinyaKita, hingga LPG 3 kilogram.

Wisata Hutan Kota Jeruk Surabaya: Murah, Indah, dan Cocok untuk Keluarga

Menjelang sore hari, para pengunjung disuguhkan lanskap persawahan yang asri sembari diiringi alunan musik akustik.

600 Penari Ramaikan Festival Munali Patah 2026 di Sidoarjo

Kegiatan ini melibatkan penari dari Sidoarjo, Pasuruan, Surabaya, Mojokerto, hingga Malang.

KSPSI Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Kapolri dan Batalkan Aksi Buruh 20 Oktober

Desk Ketenagakerjaan sudah berdiri di 35 Polres yang tersebar di 14 Polda.

Kapolri Kunjungi Museum Marsinah di Nganjuk, Kenang Perjuangan Pahlawan Buruh

Rombongan disambut Penasihat Kapolri Bidang Ketenagakerjaan sekaligus Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.

Andreas Eddy Susetyo Usul Gabungkan Konservasi, Ekowisata, dan Perikanan di CMC 

selalu.id - Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo mengusulkan pengembangan ekonomi hijau berbasis masyarakat di kawasan Clungup Mangrove Conservation atau CMC