Senin, 31 Agu 2026 01:53 WIB

Dukung Aktivitas Ekonomi Masyarakat, TPK Perawang Serahkan Bantuan Tenda Lipat untuk UMKM

Terminal Petikemas (TPK) Perawang saat menyalurkan bantuan berupa tenda lipat kepada Pemerintah Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. (Dok. Pelindo Terminal Petikemas).
Terminal Petikemas (TPK) Perawang saat menyalurkan bantuan berupa tenda lipat kepada Pemerintah Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. (Dok. Pelindo Terminal Petikemas).

selalu.id - PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Petikemas (TPK) Perawang menyalurkan bantuan berupa tenda lipat kepada Pemerintah Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, sebagai bagian dari pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). 

Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung pengembangan serta pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar memiliki sarana yang lebih memadai dalam memasarkan produk dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Sekolah Merdeka Tanpa Narkoba, Langkah Pelindo dan BNNP Jatim Mewujudkan Generasi Muda Bersinar

Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Kamis (16/7/) di Kantor Camat Tualang. Bantuan diserahkan langsung oleh Manager Penunjang Operasi TPK Perawang, Rizky Prananda Tambunan, dan diterima oleh Camat Tualang, Mursal.

Camat Tualang, Mursal, mengapresiasi komitmen korporasi dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyaluran bantuan tenda lipat. 

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bentuk sinergi yang positif antara dunia usaha dan pemerintah dalam mendorong pengembangan pelaku UMKM di Kecamatan Tualang. 

Baca Juga: Pelindo Terminal Petikemas Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Warga Pesisir Surabaya

“Kami mengucapkan terima kasih kepada TPK Perawang atas bantuan tenda lipat yang diberikan. Bantuan ini akan digunakan untuk mendukung kegiatan para pelaku UMKM di lingkungan Kecamatan Tualang, baik dalam kegiatan bazar, promosi produk, maupun berbagai kegiatan ekonomi masyarakat lainnya. Kami berharap sinergi yang baik antara perusahaan dan pemerintah daerah dapat terus terjalin demi kemajuan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Manager Penunjang Operasi TPK Perawang, Rizky Prananda Tambunan, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud komitmen korporasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Melalui program TJSL, TPK Perawang berupaya memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi masyarakat. Bantuan tenda lipat ini kami harapkan dapat menjadi sarana yang mendukung aktivitas promosi dan pemasaran produk UMKM, sehingga mampu meningkatkan daya saing serta pendapatan para pelaku usaha," katanya.

Baca Juga: Langkah Cepat Pelindo Grup Salurkan Bantuan pada Korban Gempa NTT

"Kami percaya bahwa kemajuan UMKM akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tambah Rizky.

TPK Perawang terus berkomitmen menjalankan program-program TJSL yang berfokus pada pengembangan ekonomi, sosial, pendidikan, dan lingkungan sebagai bentuk kontribusi perusahaan dalam menciptakan nilai bersama bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Alasan di Balik 9 Ulama Sepuh Pilih Kiai Miftachul Akhyar Sebagai Rais Aam PBNU

Amanah abadi dari tanah Jombang ini jadi pijakan utama NU untuk terus merawat tradisi, menyejukkan umat dan menuntun langkah organisasi menyinari dinamika zaman

KH Miftachul Akhyar Kembali Emban Amanah Sebagai Rais Aam PBNU 2026-2031

Keputusan krusial ini diambil melalui musyawarah mufakat sembilan ulama Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA).

9 AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, KH Nurul Huda Djazuli Dapat Suara Tertinggi

Total terdapat 4.703 suara yang diberikan kepada 34 nama calon anggota AHWA.

PBNU 2021-2026 Resmi Demisioner, KH Yahya Cholil Staquf Minta Maaf

"Terima kasih atas kerja sama atas selama ini, mohon maaf atas segala kesalahan, kekurangan," ujar Yahya.

Iddah Politik, Semangat Kembali ke Akar dalam Muktamar ke-35 NU

Iddah politik satu tahun dari partai politik, otomatis menggugurkan sejumlah calon.

Foto: Kemacetan Parah Menuju Akses Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga sepanjang 10 kilometer dan mengganggu aktivitas warga lokal serta jasa transportasi.