Senin, 19 Okt 2026 04:58 WIB

KAI Tegaskan Shelter di Sidoarjo yang Diduga jadi Tempat Asusila Itu Bukan Asetnya

  • Penulis : Ariyanto
  • | Kamis, 16 Jul 2026 18:50 WIB
Penampakan shelter di Sawotratap Sidoarjo yang diduga jadi tempat asusila. (Foto: Ariyanto/selalu.id).
Penampakan shelter di Sawotratap Sidoarjo yang diduga jadi tempat asusila. (Foto: Ariyanto/selalu.id).

selalu.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menegaskan bahwa shelter di kawasan Desa Sawotratap, Sidoarjo, yang diduga jadi tempat asusila, bukan aset perusahaan.

“Perlu kami klarifikasi bahwa tempat yang dimaksud tidak tercatat ke dalam aset milik PT KAI, sehingga bukan milik PT KAI. Aset tersebut dibangun oleh Direktorat Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan dan tercatat sebagai aset mereka,” jelas Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono saat dikonfirmasi, Kamis (16/7/2026).

Baca Juga: Senangnya Petani Tambakrejo Sambut KDKMP Sidoarjo, Tebus Pupuk Kini Makin Mudah

Meski demikian, KAI memastikan siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum apabila diperlukan, terutama terkait aspek keselamatan perjalanan kereta api karena lokasinya berada dekat dengan jalur rel.

Mahendro menjelaskan shelter tersebut sempat digunakan sebagai fasilitas naik turun penumpang komuter. Namun, sejak beberapa tahun terakhir bangunan itu sudah tidak lagi difungsikan.

“Dulu sempat digunakan sebagai shelter untuk naik turun penumpang. Namun sejak beberapa tahun lalu sudah tidak difungsikan lagi,” katanya.

Mehendro menambahkan, karena bukan aset perusahaan, KAI tidak memiliki kewenangan maupun anggaran untuk melakukan perawatan bangunan tersebut.

“Karena sudah tidak difungsikan, maka perawatan maupun tanggung jawab terhadap bangunan tersebut bukan menjadi tanggung jawab kami. Kami hanya bisa mengeluarkan biaya untuk merawat aset yang memang menjadi milik kami,” tegasnya.

Terkait kondisi bangunan yang kini tidak digunakan, Mahendro mengatakan KAI telah mengusulkan agar lokasi tersebut ditata kembali atau dialihfungsikan untuk kepentingan masyarakat, seperti area parkir atau taman. 

Baca Juga: 600 Penari Ramaikan Festival Munali Patah 2026 di Sidoarjo

Namun, keputusan terkait pemanfaatan maupun pembongkaran bangunan berada di tangan instansi pemilik aset.

“Kami hanya bisa mengusulkan dan menyampaikan aspirasi yang berkembang di masyarakat kepada pihak yang berwenang,” tandas dia.

Sebelumnya, beredar informasi di media sosial yang menyebut shelter mangkrak itu diduga kerap digunakan untuk aktivitas asusila. 

Selain itu, muncul pula berbagai spekulasi di tengah masyarakat, termasuk dugaan adanya aktivitas kelompok LGBT di lokasi tersebut. 

Baca Juga: Wapres Gibran Kunjungi Pabrik Polygon di Sidoarjo, Ini Pesannya ke Siswa SMK

Namun hingga kini, berbagai dugaan tersebut belum didukung bukti yang dapat dipastikan kebenarannya maupun keterangan resmi dari pihak berwenang.

Sejumlah warga mengaku pernah melihat beberapa pasangan memasuki lokasi tersebut. Namun mereka tidak mengetahui secara pasti aktivitas yang dilakukan di dalam bangunan yang tertutup dari pandangan tersebut.

Kepala Desa Sawotratap, Sanuri, menjelaskan bahwa pemerintah desa justru pertama kali mengetahui isu tersebut dari media sosial, bukan dari laporan atau keluhan masyarakat secara langsung.

“Untuk hal tersebut, tidak pernah ada laporan dari warga terkait keluhan tempat itu. Saya justru tahunya dari media sosial. Setelah menerima informasi itu, saya teruskan ke perangkat desa untuk ditindaklanjuti,” jelasnya, Rabu (15/7/2026).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.