Rabu, 26 Agu 2026 19:59 WIB

Menembus Batas Akses Medis: RSK Ksatria Airlangga Bawa Misi Kemanusiaan ke 4 Pulau Terpencil

Pelepasan RSKKA di Dermaga belakang Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas II Tanjung Perak Surabaya. (Foto: Zain/selalu.id).
Pelepasan RSKKA di Dermaga belakang Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas II Tanjung Perak Surabaya. (Foto: Zain/selalu.id).

selalu.id - Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA) kembali berlayar memperluas layanan kesehatan bagi warga, terutama di wilayah yang jauh dari jangkauan.

Kapal rumah sakit tersebut akan melayani masyarakat di empat pulau terpencil: Bluto, Pulau Raas, Karamian, dan Masalembu pada 12-25 Juli 2026.

Baca Juga: Pasca Home Care Jember Diluncurkan, DPR: Layak Jadi Percontohan Nasional

"Hari ini kita berdiri di atas RSKKA yang sedianya siap untuk diberangkatkan dalam rangka pelayanan kesehatan di beberapa pulau. Saya sebagai Direktur Utama BPJS sangat mendukung. Di dalam proses pelayanan BPJS kesehatan kita ingin berusaha merata aksesnya di seluruh wilayah," kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Prihati Pujowaskit saat pelepasan RSKKA di Dermaga belakang Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas II Tanjung Perak, Minggu (12/7/2026).

Prihati menjelaskan, status DPTFMS sendiri ditetapkan oleh pemerintah daerah melalui surat keputusan. Empat pulau yang akan disinggahi RSKKA termasuk di dalamnya.

Program tersebut juga menjadi bagian dari JKN 3T yang saat ini menjadi salah satu fokus BPJS Kesehatan untuk memperluas layanan Jaminan Kesehatan Nasional di daerah terluar, terpencil, dan tertinggal.

"Kita pastikan kapal rumah sakit ini bergerak dengan standar SOP yang sudah ditetapkan. Baik untuk pelayanan maupun untuk keselamatan para petugasnya. Dan sekali lagi di ini kita arahkan untuk manfaat yang sebesar-besarnya pelayanan kesehatan untuk masyarakat terutama di daerah terpencil," jelasnya.

Sementara Direktur RSKKA dr. Agus Harianto mengatakan, pihaknya membawa 37 personel yang terdiri dari tujuh dokter spesialis, 12 dokter umum, serta tenaga kesehatan lainnya.

Layanan yang dibawa disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat kepulauan, mulai spesialis bedah, penyakit dalam, anak, mata, gigi hingga kandungan.

Baca Juga: JKN di Jalan Persimpangan: Menguji Janji Tiga Reformasi

"Tidak menutup kemungkinan kalau memang ada kasus yang indikasi operasi ya, kita operasi di kamar operasi tadi itu," katanya.

Kapal rumah sakit tersebut memiliki dua kamar operasi serta dilengkapi fasilitas seperti laboratorium dan rontgen. Dalam satu titik pelayanan, jumlah pasien yang datang pun cukup banyak.

"Satu pulau itu satu hari lima operasi rata-rata yang operasi besar ya. Komitmen kita ya, kita siapkan untuk pasien total ribuan biasanya. Mereka bisa datang dari pulau-pulau, terus kumpul, kita sandar," papar Agus.

Baca Juga: Malaysia Healthcare Expo Hadir di Surabaya, Tawarkan Layanan Jantung hingga Fertilitas

Ia menceritakan salah satu perjuangan warga di kawasan pulau yang pernah dilayani. Warga itu menderita osteomielitis kronis dan menahan nyeri selama tiga tahun.

"Tindakan yang kita lakukan amputasi. Ini mungkin biasa kalau di RSUD Dr. Soetomo, bukan sesuatu yang heroik atau istimewa, tapi bagi masyarakat sana itu mahal banget. 3 tahun dia menahan nyeri," ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Prof dr Erwin Astha Triyono mengapresiasi pelayanan kesehatan yang dilakukan RSKKA. Namun, ia mengingatkan upaya kuratif juga harus dibarengi langkah promotif dan preventif.

"Kolaborasi ini melibatkan banyak kompetensi. Saya lihat di sini ada dokternya, ada perawatnya, ada relawannya, ada nahkodanya, atau siapapun, terima kasih. Yang jelas Anda punya tugas nanti sama-sama kita untuk saling monitoring tanggal 12-25 Juli 2026," katanya

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Jadwal Lengkap Agenda Muktamar ke-35 NU, Dari Registrasi hingga Penentuan

Rangkaian utama akan ditutup secara resmi pada Minggu (30/8/2026) pagi, dilanjutkan dengan konferensi pers pimpinan terpilih dan proses kepulangan peserta.

Dinkes Sidoarjo Siapkan Sanksi Tegas pada Pembuang Limbah Jarum Suntik di Exit Tol Tambaksumur 

Jika terbukti ada pelanggaran, tindakan tegas siap dijatuhkan. Dinkes Sidoarjo akan memanggil pihak-pihak terkait untuk pendalaman lebih lanjut.

Rokok Ilegal Ancam Kas Daerah Rp36 Miliar, DPRD Surabaya Minta Pemberantasan Tak Sekadar Pemusnahan

Kehadiran rokok ilegal ini dinilai nyata menggerus potensi penerimaan negara yang dampaknya langsung dirasakan oleh pembangunan fasilitas publik.

Dituduh Pakai Ijazah Palsu Jelang Musda, Politisi Demokrat Sukur Priyanto Siap Buktikan di Pengadilan

Sukur pun menantang pihak-pihak yang melontarkan tuduhan untuk membuktikannya secara legal melalui koridor hukum resmi.

10 Pejabat Tinggi Pemkab Sidoarjo Dimutasi, Berikut Daftarnya

Bagi Subandi, perubahan tersebut tidak didasarkan pada persoalan suka atau tidak suka terhadap pejabat tertentu. Namun untuk kebutuhan organisasi.

DPRD Surabaya Minta Polisi Usut Pembuang Limbah Medis di Exit Tol Tambaksumur Sidoarjo

Berdasarkan hasil sidak, Michael mengatakan Komisi D tidak menemukan pelanggaran dalam prosedur pengelolaan limbah di RSUD EC.