Selasa, 25 Agu 2026 02:03 WIB

Jelang Masuk Sekolah, Pengrajin Sepatu Pantofel Kulit di Mojokerto Banjir Pesanan

Proses produksi sepatu pantofel kulit di Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).
Proses produksi sepatu pantofel kulit di Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Permintaan terhadap sepatu sekolah melonjak tajam menjelang tahun ajaran baru. Masa penerimaan siswa baru menjadi waktu paling sibuk bagi produsen sepatu.

Seperti Muhammad Rizal (33), salah satu pengrajin sepatu kulit di Mojokerto ini. Ia menyebut pesanan yang masuk ke tempat usahanya naik sekitar 500 persen dibanding hari normal.

Baca Juga: Kejam! Wanita di Mojokerto jadi Korban Perampasan Lalu Diperkosa Residivis di Lahan Tebu

Rizal menyebut sepatu sekolah model pantofel bertali menjadi buruan utama pembeli. Pesanan datang tidak hanya dari wilayah Mojokerto, tetapi juga dari Surabaya, Magetan, Malang, Tulungagung, Bali, hingga Yogyakarta.

Pemesanan dilakukan melalui jaringan reseller maupun pembeli yang datang langsung ke workshop di Gang Sinoman 1, Lingkungan Mergelo, Kelurahan Miji, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur.

"Musim ajaran baru sekolah atau back to school, kita mengalami permintaan yang sangat pesat hingga 500 persen. Sepatu yang begitu diminati, model pantofel bertali seperti ini, khusus untuk anak SMP, SMA dan biasanya untuk mahasiswa yang mau ospek," kata Rizal, Jumat (10/7/2026).

Ia menambahkan, persiapan untuk tahun ajaran berikutnya sudah dimulai sejak tahun ajaran baru berjalan. Mengantisipasi lonjakan tersebut, Rizal menyiapkan perencanaan produksi jauh-jauh hari.

"Begitu musim sekolah dimulai, kami langsung memikirkan produksi untuk tahun depan. Perencanaan jadi kunci agar pesanan pelanggan bisa terpenuhi," jelasnya.

Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Depan Polres Mojokerto, Satu Pemotor Tewas

Menurut Rizal, usaha sepatu yang dijalankan merupakan usaha keluarga yang dirintis sejak 1996. Awalnya orang tuanya memproduksi sandal anak-anak, lalu beralih ke sepatu setelah krisis moneter.

"Usaha ini saya lanjutkan dari orang tua yang mulai sejak 1996. Tugas saya sekarang bukan hanya menjaga, tapi juga mengembangkan agar tetap sesuai kebutuhan zaman," ujarnya.

Dalam pembuatannya, Rizal masih menggunakan kulit sapi sebagai bahan utama yang dipadukan dengan sol thermoplastic rubber. Kombinasi itu dipilih agar sepatu nyaman dipakai dan lebih awet.

"Kami pakai kulit asli dan sol thermoplastic rubber supaya sepatu yang dipakai pelanggan nyaman dan tahan lama untuk aktivitas sehari-hari," bebernya.

Baca Juga: Menikmati Jajanan Jadul di Kampung Kuliner, Wawali Mojokerto: Kita Bakal Perkuat Karakter

Selain sepatu sekolah, brand miliknya bernama Provillo juga memproduksi sepatu formal dan kasual. Ia juga menerima pesanan private label. Harga jual produknya berada di kisaran Rp150 ribu sampai Rp1 juta, tergantung bahan dan model.

"Kami bangga karena sepatu dari Mojokerto sudah sampai ke Surabaya, Bali, Yogyakarta, Magetan, Malang, hingga Tulungagung. Itu jadi semangat kami untuk terus jaga kualitas dan membuktikan produk lokal bisa bersaing," kata Rizal.

Di tengah persaingan dengan produk pabrikan dan impor, Rizal tetap optimistis terhadap industri sepatu lokal. 

Menurutnya, keunggulan pengerjaan handmade dan komitmen menjaga kualitas jadi alasan utama pelanggan masih memilih produk buatan Mojokerto.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Antara Ijazah Kilat dan Penggunaan APBD: Implikasi Hukum Gelar Akademik Anggota DPRD Bojonegoro

Publik kini menanti hasil verifikasi faktual atas dokumen akademik, status akreditasi historis kampus, serta keabsahan data perizinan di kementerian terkait.

Saat Semangat Bung Karno dan Bung Tomo Menyatu di Final Soekarno Cup 2026

Melalui turnamen Soekarno Cup, sejarah perjuangan bangsa coba dipertemukan dengan mimpi besar anak-anak muda menjadi pesepak bola profesional.

Energi Bersih di Hari Kemerdekaan: Warga Semarang Nikmati Kepraktisan dan Hematnya Jargas PGN

Kepala Kelurahan Miroto, Sigit Riyanto mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong warga. 

Pastikan Tepat Sasaran, Penyaluran Dana Petani Gogol di Grabagan Sidoarjo Langsung Door to Door

Langkah jemput bola ini diambil mengingat mayoritas penerima manfaat telah berumur lanjut (lansia).

PDIP Jatim Target Rebut Kursi Gubernur di Pilgub 2029

Langkah ini didasari evaluasi atas penurunan perolehan suara pada Pemilu 2024.

Jatanras Polda Jatim Ringkus Curanmor Warung Soto Sidoarjo asal Bangkalan

Peristiwa pencurian terjadi pada Rabu, 22 Juli 2026 sekitar pukul 03.30 WIB di Warung Soto Ayam Mada.