Sabtu, 15 Agu 2026 00:03 WIB

Potret Jalan Nias Surabaya yang Semrawut

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 30 Jun 2026 20:22 WIB
Penertiban Jalan Nias Surabaya. (Dok. Pemkot Surabaya).
Penertiban Jalan Nias Surabaya. (Dok. Pemkot Surabaya).

selalu.id - Warga terus menerus mengeluhkan kondisi Jalan Nias, Kecamatan Gubeng, Surabaya yang kumuh dan semrawut.

Kawasan yang sebelumnya sempat ditertibkan itu kembali dipenuhi aktivitas usaha di badan jalan lapak yang berdiri di atas saluran drainase, hinggatumpukan sampah yang membuat lingkungan terlihat kumuh dan memicu kemacetan.

Baca Juga: Remaja 15 Tahun di Surabaya Meninggal Gantung Diri, Tinggalkan Pesan Menyentuh

Keluhan tersebut disampaikan warga melalui layanan Lapor Cak Eri. Menindaklanjuti laporan itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali melakukan penertiban pada Senin (29/6/2026).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengakui kondisi Jalan Nias kembali seperti sebelum ditertibkan.

"Saya mendapatkan informasi dari Lapor Cak Eri, balik lagi. Setelah saya cek memang betul," kata Eri.

Menurutnya, Jalan Nias sejak lama menjadi perhatian karena banyak aktivitas pengecatan, pengelasan, dan usaha lainnya yang menggunakan badan jalan. Akibatnya, ruang untuk kendaraan menyempit sehingga kemacetan kerap terjadi.

Tak hanya itu, saluran drainase di kawasan tersebut juga tertutup bangunan lapak. Saat dibersihkan, petugas menemukan tumpukan sampah yang menyumbat aliran air.

Baca Juga: PDAM Surabaya Tegaskan Tak Pernah Terbitkan Izin Pengelolaan Air Mandiri CitraLand

"Kita bersihkan semua saluran tadi. Isinya masyaallah, styrofoam, tidak karu-karuan. Ini karena di atas saluran dibuat tempat jualan," ujarnya.

Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga menghilangkan fungsi fasilitas umum. 

Eri menegaskan untuk berulang kembali melakukan penertiban agar badan jalan dan drainase dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Baca Juga: Bukan Air Tanah, CitraLand Surabaya Ungkap Sumber Air untuk Penyiraman Taman dan Lapangan Golf

Di sisi lain, Eri mengakui ada warga yang menggantungkan penghasilan di kawasan tersebut. Namun, ia menilai kepentingan publik tetap harus didahulukan. 

Pemkot pun mengaku menyiapkan lokasi relokas di kawasan Jalan Menur bagi pelaku usaha yang terdampak.

"Jalan ini adalah fasilitas umum. Tidak mungkin saya biarkan ketika sudah mengganggu perjalanan dan kepentingan masyarakat Surabaya," tegasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gerindra Jember Minta APBD Lebih Berpihak ke Desa, Jalan hingga PJU

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember, Ardi Pujo Prabowo, mengatakan pemerataan pembangunan menjadi salah satu komitmen yang terus dikawal pihaknya.

Rekomendasi Headset Olahraga Terbaik dan Murah dengan Harga Mulai Rp200 Ribuan

Untuk menunjang kenyamanan bergerak, pemilihan headset atau earphone yang tepat menjadi hal yang sangat krusial saat berolahraga.

Viral di TikTok Pasca Grand Opening, Outlet Miras Jember Langsung Digerebek

Pemkab Jember menegaskan, langkah tersebut bukan hanya bagian dari penegakan aturan, tetapi juga bentuk respons pemerintah terhadap aspirasi masyarakat.

3.600 MBG Dihentikan Sementara Imbas SPPG Meledak di Mojokerto

Pantauan di lokasi, kondisi bangunan SPPG yang porak-poranda akibat ledakan tabung gas juga tampak belum diperbaiki dan dibersihkan.

Pembakar-Perusak Mobil Polisi saat Bentrok di Pasuruan Diamankan, Hukuman Berat Menanti

Polisi mengimbau agar tidak ragu melapor ke kantor polisi terdekat atau memanfaatkan Call Center Layanan Kepolisian 110 apabila jadi korban kejahatan.

Bukan Sekadar Karakter, Pramuka Sidoarjo Didorong jadi Motor Swasembada Pangan

Subandi mengajak seluruh keluarga besar Gerakan Pramuka memperbarui tekad, perkuat persatuan, perluas pengabdian, dan meningkatkan kontribusi nyata bagi bangsa.