Minggu, 18 Okt 2026 05:12 WIB

Potret Jalan Nias Surabaya yang Semrawut

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 30 Jun 2026 20:22 WIB
Penertiban Jalan Nias Surabaya. (Dok. Pemkot Surabaya).
Penertiban Jalan Nias Surabaya. (Dok. Pemkot Surabaya).

selalu.id - Warga terus menerus mengeluhkan kondisi Jalan Nias, Kecamatan Gubeng, Surabaya yang kumuh dan semrawut.

Kawasan yang sebelumnya sempat ditertibkan itu kembali dipenuhi aktivitas usaha di badan jalan lapak yang berdiri di atas saluran drainase, hinggatumpukan sampah yang membuat lingkungan terlihat kumuh dan memicu kemacetan.

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya

Keluhan tersebut disampaikan warga melalui layanan Lapor Cak Eri. Menindaklanjuti laporan itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali melakukan penertiban pada Senin (29/6/2026).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengakui kondisi Jalan Nias kembali seperti sebelum ditertibkan.

"Saya mendapatkan informasi dari Lapor Cak Eri, balik lagi. Setelah saya cek memang betul," kata Eri.

Menurutnya, Jalan Nias sejak lama menjadi perhatian karena banyak aktivitas pengecatan, pengelasan, dan usaha lainnya yang menggunakan badan jalan. Akibatnya, ruang untuk kendaraan menyempit sehingga kemacetan kerap terjadi.

Tak hanya itu, saluran drainase di kawasan tersebut juga tertutup bangunan lapak. Saat dibersihkan, petugas menemukan tumpukan sampah yang menyumbat aliran air.

Baca Juga: Sentuhan Sirpu Betina, Senjata Rahasia Performa Gacoan di Gantangan

"Kita bersihkan semua saluran tadi. Isinya masyaallah, styrofoam, tidak karu-karuan. Ini karena di atas saluran dibuat tempat jualan," ujarnya.

Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga menghilangkan fungsi fasilitas umum. 

Eri menegaskan untuk berulang kembali melakukan penertiban agar badan jalan dan drainase dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Baca Juga: Alumni Cak dan Ning Surabaya Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Di sisi lain, Eri mengakui ada warga yang menggantungkan penghasilan di kawasan tersebut. Namun, ia menilai kepentingan publik tetap harus didahulukan. 

Pemkot pun mengaku menyiapkan lokasi relokas di kawasan Jalan Menur bagi pelaku usaha yang terdampak.

"Jalan ini adalah fasilitas umum. Tidak mungkin saya biarkan ketika sudah mengganggu perjalanan dan kepentingan masyarakat Surabaya," tegasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

600 Penari Ramaikan Festival Munali Patah 2026 di Sidoarjo

Kegiatan ini melibatkan penari dari Sidoarjo, Pasuruan, Surabaya, Mojokerto, hingga Malang.

KSPSI Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Kapolri dan Batalkan Aksi Buruh 20 Oktober

Desk Ketenagakerjaan sudah berdiri di 35 Polres yang tersebar di 14 Polda.

Kapolri Kunjungi Museum Marsinah di Nganjuk, Kenang Perjuangan Pahlawan Buruh

Rombongan disambut Penasihat Kapolri Bidang Ketenagakerjaan sekaligus Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.

Andreas Eddy Susetyo Usul Gabungkan Konservasi, Ekowisata, dan Perikanan di CMC 

selalu.id - Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo mengusulkan pengembangan ekonomi hijau berbasis masyarakat di kawasan Clungup Mangrove Conservation atau CMC

Pembagian Tong Komposter di Tengah PR Sampah Surabaya

Kegiatan pembagian tong komposter pada Sabtu (17/10/2026) ini, diklaim jadi salah satu upaya mendorong pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.

Kemnaker Buka Layanan MagangHub Batch 3 di Jakarta, Kuota 70 Ribu Peserta

Perusahaan yang ingin datang diminta konfirmasi kehadiran terlebih dahulu melalui kode QR di flyer kegiatan.