Senin, 28 Sep 2026 19:02 WIB

Bukan Sekadar Karakter, Pramuka Sidoarjo Didorong jadi Motor Swasembada Pangan

  • Penulis : Ariyanto
  • | Jumat, 14 Agu 2026 17:33 WIB
Bupati Sidoarjo Subandi saat menyerahkan trofi kepada anggota Pramuka yang berprestasi. (Foto: Ariyanto/selalu.id).
Bupati Sidoarjo Subandi saat menyerahkan trofi kepada anggota Pramuka yang berprestasi. (Foto: Ariyanto/selalu.id).

selalu.id - Gerakan Pramuka diminta tidak berhenti pada pembentukan karakter, tetapi ikut mengambil perandalam menjawab tantangan pembangunan, termasuk mendukung ketahanan dan swasembada pangan. 

Pesan itu disampaikan Bupati Sidoarjo Subandi saat memimpin Apel Besar Hari Pramuka ke-65 di Alun-Alun Sidoarjo, Jumat (14/8/2026).

Baca Juga: Wabup Sidoarjo Mimik Temukan Material Tak Sesuai Spesifikasi dan Pekerjaan Lamban Saat Sidak Proyek

Mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”, peringatan tahun ini menempatkan Pramuka sebagai bagian dari proses menyiapkan generasi muda yang produktif, mandiri, terampil, dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan nasional.

Dalam amanatnya sebagai inspektur upacara, Subandi menilai perjalanan Gerakan Pramuka selama 65 tahun tidak lepas dari berbagai bentuk pengabdian. 

Organisasi tersebut dinilai telah menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus tempat tumbuhnya generasi yang memiliki kepedulian terhadap bangsa dan lingkungan sekitarnya.

“Perjalanan 65 tahun Gerakan Pramuka merupakan sejarah panjang yang dipenuhi pengabdian, karya, keteladanan dan dedikasi dalam membentuk generasi muda Indonesia yang beriman, berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kecintaan terhadap tanah air,” katanya.

Menurut Subandi, kontribusi Pramuka selama ini tercermin dari banyaknya tokoh yang lahir dari gerakan tersebut dan kemudian mengabdikan diri di berbagai bidang. Mulai dari kepemimpinan, pendidikan, ilmu pengetahuan, pemerintahan, kewirausahaan hingga kegiatan kemanusiaan.

Karena itu, momentum Hari Pramuka tidak semestinya hanya dipandang sebagai agenda tahunan. Subandi mendorong nilai-nilai yang ditanamkan melalui kegiatan kepramukaan diterjemahkan menjadi kemampuan nyata yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka tetap relevan sebagai pedoman bagi generasi muda dalam menghadapi perubahan zaman,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya anggota Pramuka memiliki wawasan dan keterampilan yang dapat diterapkan di berbagai lingkungan. 

Keberanian mencoba, mengembangkan gagasan, memanfaatkan teknologi, serta membangun jiwa kewirausahaan dinilai menjadi bekal penting bagi generasi muda.

Subandi berharap pengalaman yang diperoleh anggota Pramuka, baik melalui kegiatan di gugus depan, sekolah, keluarga maupun masyarakat, tidak berhenti sebagai pengalaman organisasi. 

Baca Juga: Sidoarjo Perketat Pengawasan MBG usai Temuan SLHS Palsu

Namun, dapat berkembang menjadi kegiatan yang memberi manfaat langsung sekaligus membangun kemandirian.

“Pengalaman tersebut diharapkan tumbuh menjadi kegiatan nyata yang mampu memberikan bekal bagi generasi muda untuk siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” paparnya.

Dalam konteks pembangunan daerah dan nasional, Subandi juga mengajak Gerakan Pramuka memperkuat kepedulian terhadap ketahanan pangan. 

Hal tersebut sejalan dengan tema Hari Pramuka ke-65 yang menempatkan swasembada pangan sebagai salah satu agenda yang perlu mendapat dukungan generasi muda.

Ia menilai keberhasilan pembinaan Pramuka membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Sinergi antara pengurus, pembina, anggota, pemerintah, keluarga dan masyarakat menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan pembinaan generasi muda.

“Kami berharap sinergi dan kebersamaan yang telah terbangun dapat terus diperkuat. Memberikan manfaat yang semakin besar bagi pembinaan generasi muda serta kemajuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.

Baca Juga: Bupati Sidoarjo Tekankan Sinergi Kades BPD, Perencanaan Pembangunan 2027 Harus Dimulai Sekarang

Apel Besar Hari Pramuka ke-65 tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, jajaran Forkopimda Kabupaten Sidoarjo, Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo Sriatun Subandi, pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sidoarjo, pembina, andalan, serta anggota Pramuka.

Menutup amanatnya, Subandi mengajak seluruh keluarga besar Gerakan Pramuka memperbarui tekad, memperkuat persatuan, memperluas pengabdian, dan meningkatkan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

“Mari kita jadikan Hari Pramuka Ke-65 tahun 2026 sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan kontribusi nyata Gerakan Pramuka bagi bangsa dan negara,” jelasnya.

Subandi berharap Gerakan Pramuka tetap menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus melahirkan calon pemimpin masa depan yang berintegritas, memiliki wawasan kebangsaan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki semangat pengabdian.

“Selamat memperingati Hari Pramuka Ke-65 tahun 2026. Satu Pramuka untuk Indonesia. Jayalah Pramuka, Jayalah Indonesia,” pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Harga Daging Sapi Kelas Satu Naik, RPH Surabaya Sarankan Langsung Beli di Lapak Mitra

Masyarakat diminta tidak hanya mempertimbangkan harga saat membeli daging sapi, tetapi juga memperhatikan tempat pembeliannya.

Hindari Penyekapan, Wali Kota Eri Cahyadi Siapkan Perwali Penyaluran ART di Surabaya

Eri Cahyadi menyebut calon ART yang belum mendapat pekerjaan tetapi tetap dibebani biaya Rp 50.000 selama berada di tempat penampungan.

DPRD Jatim Sahkan Perda Hak Disabilitas, Perkuat Perlindungan dan Kesetaraan Hukum

Perda ini menjadi payung hukum resmi yang mengikat seluruh pemangku kepentingan di Jatim untuk mewujudkan lingkungan yang ramah, inklusif, dan adil bagi semua.

SPKLU di DPRD Jatim Diresmikan, Ali Kuncoro: Terbuka untuk Masyarakat Umum

Langkah ini menjadi bukti nyata dukungan lembaga perwakilan rakyat terhadap percepatan ekosistem kendaraan listrik dan transisi menuju energi bersih di daerah.

Kerangka Manusia Misterius Ditemukan di Hutan Tenggerejo Lamongan

Kerangka tanpa identitas atau misterius tersebut ditemukan berserakan di lahan tebu yang baru saja terbakar. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan.

Wali Kota Surabaya Tak Mau Seragam Bikin Sekolah Negeri Terlihat Beda Kasta

Kebijakan tersebut disebut untuk mencegah perbedaan motif batik antar sekolah yang berujung pada perbedaan harga seragam.