Jumat, 14 Agu 2026 01:51 WIB

KDMP Nglawak Bantah soal Surat Penjualan Gerai yang Disetor ke Agrinas oleh Kopdes Bungurasih

KDMP Nglawak, Kertosono, Nganjuk (Dok. Istimewa).
KDMP Nglawak, Kertosono, Nganjuk (Dok. Istimewa).

selalu.id - Surat yang mengatasnamakan pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Bungurasih, Sidoarjo, mendadak viral di media sosial dan grup WhatsApp. Dalam surat, tertulis pula KDMP Nglawak, Kertosono, Nganjuk.

Surat bertanggal 20 Juni 2026 yang ditandatangani Ketua KDMP Bungurasih, Sukamto, itu berjudul "Skema Penempatan Barang Dagangan Agrinas di Gerai Kopdes (Mencari Kejelasan dari Kesimpangsiuran)".

Baca Juga: Jejak "Koki" Tembakau Sintetis dan Langkah Polisi Membongkar Jaringan Narkoba di Sidoarjo

Dalam surat tersebut, pengurus KDMP Bungurasih mengaku melakukan penelusuran ke sejumlah KDMP di Jawa Timur, termasuk KDMP Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk. 

Salah satu narasi dalam surat menyebut hasil penjualan gerai diambil untuk disetor ke Agrinas melalui Babinsa. Lalu, pengurus koperasi disebut tidak dilibatkan dalam operasional gerai.

Menanggapi hal itu, Sekretaris KDMP Nglawak, Rizal Daffa Yudipurnama, membantah sejumlah informasi yang dikaitkan dengan koperasinya. 

Rizal membenarkan bahwa Ketua KDMP Bungurasih memang pernah berkunjung ke KDMP Nglawak untuk melakukan studi banding. Namun menurutnya, saat itu ia hanya menjelaskan kondisi operasional gerai berdasarkan pengalaman yang dialami pengurus. 

"Yang beredar di surat itu tidak pernah saya sampaikan. Setelah saya konfirmasi kepada yang bersangkutan, katanya narasi tersebut merupakan kesimpulan dari berbagai sumber, bukan hanya dari KDMP Nglawak," kata Rizal, Senin (29/6/2026).

Rizal menyebut babinsa tidak memiliki kewenangan dalam pengelolaan administrasi maupun keuangan koperasi. 

Selama ini, menurutnya peran babinsa sebatas mendampingi pembangunan gerai dan melakukan pengawasan terhadap fasilitas yang disiapkan.

Baca Juga: Hari Pramuka ke-65, Wabup Sidoarjo ajak Generasi Muda Teladani Semangat Para Pahlawan

"Babinsa tidak ikut mengelola koperasi. Tidak mengurus administrasi, tidak mengelola uang hasil penjualan. Tugasnya hanya mendampingi pembangunan dan pengawasan fasilitas," jelasnya.

Rizal juga meluruskan informasi mengenai distribusi barang di gerai KDMP Nglawak. Menurutnya, pasokan barang tidak berhenti setelah peresmian gerai. Selain pengiriman awal saat peresmian pada 16 Mei 2026, distribusi kembali dilakukan pada 9 Juni dan 24 Juni 2026.

Terkait pengembalian simpanan anggota, Rizal mengakui langkah tersebut memang dilakukan. Namun, keputusan itu merupakan hasil kesepakatan pengurus bersama pendamping koperasi sebagai langkah antisipasi agar tidak menimbulkan persoalan terkait pembagian sisa hasil usaha (SHU) selama pengelolaan gerai masih berada di bawah Agrinas.

"Nilainya juga tidak besar, belum sampai Rp1 juta. Setelah nanti koperasi dikelola penuh oleh pengurus, simpanan anggota akan dihimpun kembali," paparnya.

Baca Juga: Bupati Subandi Kukuhkan 254 Kepsek Sidoarjo, Tegaskan Tidak Boleh Ada Anak Putus Sekolah

Rizal juga menepis anggapan bahwa produk UMKM lokal tidak mendapat ruang di gerai KDMP Nglawak. 

"Berbagai produk warga seperti opak gapit, bawang goreng, hingga minuman herbal telah dipasarkan dan hasil penjualannya disalurkan kepada para pelaku UMKM," tegasnya.

Atas beredarnya surat tersebut, Rizal mengaku keberatan, karena nama KDMP Nglawak ikut dicantumkan dalam narasi yang menurutnya tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.

"Kami menyayangkan jika informasi yang kami sampaikan kemudian ditafsirkan berbeda hingga menimbulkan kesan yang tidak sesuai dengan fakta," pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

SPPG di Medali Mojokerto Meledak, Lima Orang Terbakar

Saat ini, sejumlah petugas telah tiba di lokasi. Para korban langsung dilakukan pertolongan dan dievakuasi dari dalam SPPG. Olah TKP juga tengah dilakukan.

Polda Jatim Komitmen Jaga Keterbukaan Informasi Publik Lewat Rakor PPID

Sinergi antara jajaran Polres dan Polda dipandang sebagai kunci utama suksesnya pelayanan publik di bidang kehumasan.

Bukan Air Tanah, CitraLand Surabaya Ungkap Sumber Air untuk Penyiraman Taman dan Lapangan Golf

City Manager CitraLand Surabaya, Maria Nancy Rosalina mengatakan penggunaan air untuk penyiraman berbeda dengan sistem penyediaan air bersih bagi warga.

Aset Pemkot Surabaya Belum Maksimal Hasilkan PAD, DPRD: BPKAD Harus Berorientasi Bisnis!

Fathoni menilai pendekatan yang digunakan masih lebih menitikberatkan pada aspek administrasi dibandingkan strategi bisnis.

Bocah SD Tewas Tenggelam di Sungai Sudimoro Mojokerto

Atas kejadian ini, polisi mengimbau warga, khususnya para remaja, agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai yang dalam dan aliran deras.

FPTI Lamongan Punya Nahkoda Baru, Founder Apparel Allegiant M Harryanto jadi Ketum dengan Aklamasi

Kepengurusan baru diharapkan segera bergerak menyusun program kerja untuk menghidupkan kembali pembinaan atlet panjat tebing di Lamongan.