Kamis, 13 Agu 2026 20:54 WIB

Aset Pemkot Surabaya Belum Maksimal Hasilkan PAD, DPRD: BPKAD Harus Berorientasi Bisnis!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 13 Agu 2026 19:56 WIB
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni. (Dok. Selalu.id).
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - Sejumlah aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dinilai belum mampu memberikan manfaat ekonomi maksimal meski berpotensi menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni mengungkap, persoalan justru muncul ketika aset tersebut hendak ditawarkan kepada investor.

Baca Juga: Bukan Air Tanah, CitraLand Surabaya Ungkap Sumber Air untuk Penyiraman Taman dan Lapangan Golf

Fathoni menyebut, selama setahun terakhir dirinya ikut melihat langsung persoalan pemanfaatan aset daerah, termasuk membawa calon investor untuk melihat peluang usaha di sejumlah aset milik Pemkot Surabaya.

Namun, peluang tersebut belum sepenuhnya bisa ditindaklanjuti. Kata dia, pola pengelolaan aset yang masih dominan administratif membuat pemerintah daerah kurang fleksibel ketika berhadapan dengan kebutuhan dunia usaha.

“Ketika pemerintah pusat mendorong agar daerah kreatif, hambatannya terletak pada PP 7/2024 yang belum pro-pebisnis. Ditambah dengan pemda yang masih berpikir administratif, belum bisnis. Regulasi memang belum pro. Sehingga aset yang nganggur bisa dimanfaatkan, mau tidak mau harus ada deregulasi,” jelas Fathoni, Kamis (13/8/2026).

Politisi Partai Golkar ini juga menyoroti peran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dalam menentukan pola pemanfaatan aset. 

Fathoni menilai pendekatan yang digunakan masih lebih menitikberatkan pada aspek administrasi dibandingkan strategi bisnis.

Salah satu persoalan yang ia temukan adalah penentuan harga sewa serta klausul kerja sama yang dinilai kurang fleksibel untuk menyesuaikan karakter investasi.

“BPKAD belum berorientasi bisnis, masih bertindak sebagai administratur pemerintahan, mulai dari harga sewa yang tidak pro-investasi, tidak lentur dalam penentuan klausul kerja sama,” paparnya.

Fathoni menambahkan, kondisi tersebut akhirnya membuat aset daerah berada dalam posisi dilematis. 

Di satu sisi pemerintah didorong meningkatkan PAD dan menggerakkan ekonomi, tetapi di sisi lain pejabat daerah menghadapi kekhawatiran terhadap konsekuensi hukum ketika mengambil keputusan yang dianggap terlalu fleksibel.

“Problem di atas karena pejabat terlalu berhati-hati karena khawatir bermasalah hukum di kemudian hari. Makanya Kemendagri harus memberikan kepastian hukum dengan deregulasi aturan yang ada,” tegasnya.

Baca Juga: Manjakan Tamu di HUT RI ke-81, ASTON Inn Jemursari Surabaya Siapkan Promo Menginap hingga Upgrade Kamar Gratis

Fathoni menilai perubahan paradigma menjadi kebutuhan mendesak. Aset yang hanya tercatat dalam daftar inventaris, tetapi tidak menghasilkan manfaat ekonomi, menurutnya justru menjadi beban yang belum dimaksimalkan.

Ia mendorong adanya skema kerja sama yang memungkinkan aset daerah dikelola bersama dunia usaha secara transparan, dengan tetap mempertahankan pengawasan pemerintah.

Menurutnya, keberhasilan pemanfaatan aset tidak seharusnya hanya diukur dari besarnya uang sewa yang masuk ke kas daerah. 

Aktivitas ekonomi yang muncul dari aset tersebut juga harus diperhitungkan, termasuk potensi membuka lapangan kerja dan menghidupkan usaha di kawasan sekitar.

“Jika tidak, dorongan optimalisasi aset daerah tanpa deregulasi dan kepastian hukum laksana berharap matahari terbit dari selatan,” kata Fathoni.

Ia mencontohkan pemanfaatan ruang publik sebagai salah satu peluang yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan PAD. 

Baca Juga: LPSK Sosialisasi UU Nomor 3 Tahun 2026 di Surabaya, Tekankan Percepatan Restitusi Korban Sejak Penyidikan

Salah satunya melalui pemanfaatan taman sebagai lokasi reklame dengan kewajiban bagi pihak penyewa untuk menjaga sekaligus merawat fasilitas tersebut.

“Reklame itu bagian dari inovasi pemda untuk meningkatkan PAD. Kenapa demikian? Karena memang kita juga menghormati pemerintah pusat yang butuh anggaran untuk menunjang program prioritas presiden. Penggunaan atau izin taman jadi tempat reklame ini tidak asal, mereka para penyewa ini diwajibkan untuk menjaga dan merawat taman,” jelasnya.

Fathoni menyadari pemanfaatan ruang publik untuk aktivitas komersial dapat memunculkan kritik, terutama berkaitan dengan estetika. Namun, ia meminta kebijakan tersebut juga dilihat dari sisi manfaat ekonomi selama dilakukan sesuai aturan.

“Kalau soal estetika memang ada sebagian orang menyesalkan, tapi ini bagian dari kreativitas pemda untuk PAD,” tambahnya.

Karena itu, Fathoni meminta pemerintah pusat memberikan kepastian hukum sekaligus ruang yang lebih fleksibel kepada pemerintah daerah dalam mengelola aset.

Tanpa perubahan regulasi dan keberanian menggeser pola pikir dari sekadar administratur menjadi pengelola aset yang produktif, target optimalisasi PAD akan sulit dicapai.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Hari Pramuka ke-65, Wabup Sidoarjo ajak Generasi Muda Teladani Semangat Para Pahlawan

Momentum ini diharapkan jadi refleksi bagi anggota Gerakan Pramuka di Sidoarjo untuk memperkuat semangat nasionalisme, gotong royong, serta kepedulian sosial.

Bocah SD Tewas Tenggelam di Sungai Sudimoro Mojokerto

Atas kejadian ini, polisi mengimbau warga, khususnya para remaja, agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai yang dalam dan aliran deras.

FPTI Lamongan Punya Nahkoda Baru, Founder Apparel Allegiant M Harryanto jadi Ketum dengan Aklamasi

Kepengurusan baru diharapkan segera bergerak menyusun program kerja untuk menghidupkan kembali pembinaan atlet panjat tebing di Lamongan.

Kebakaran Bromo Meluas ke Puncak Seruni Point, Jalur Wisata Ditutup Total

Jarak api ke jembatan kaca diperkirakan kurang lebih sekitar 2 KM. Saat ini pula api telah berada tepat di bawah empat pilar wisata Seruni Point.

Bupati Subandi Kukuhkan 254 Kepsek Sidoarjo, Tegaskan Tidak Boleh Ada Anak Putus Sekolah

Subandi menegaskan bahwa kepala sekolah harus mampu menggerakkan guru, menciptakan budaya positif, serta memastikan proses pembelajaran berjalan dengan baik.

Harga Emas Antam Hari Ini: Sudah Kembali Naik Mama, Ini Detail Rinciannya

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia umumnya dipengaruhi oleh harga emas global serta nilai tukar rupiah.