Minggu, 27 Sep 2026 13:10 WIB

Dua Motor Tabrakan di Kebontunggul Mojokerto, 3 Orang Tewas dan Satu Kritis

Motor korban saat dievakuasi petugas gabungan dan warga. (Foto: Supri/selalu.id).
Motor korban saat dievakuasi petugas gabungan dan warga. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Kecelakaan maut melibatkan dua sepeda motor terjadi di Jalan Desa Kebontunggul, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Rabu (12/8/2026) malam.

Insiden tabrakan adu banteng ini merenggut tiga nyawa dan menyebabkan satu korban lainnya dalam kondisi kritis.

Baca Juga: Motor Adu Depan Mobil di Mojokerto, Satpam Berangkat Kerja Tewas

Kecelakaan tragis ini melibatkan sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi S 2331 NJM dengan motor sport Honda CB150R bernopol S 5108 NBQ.

Berdasarkan data yang dihimpun, kendaraan Honda Scoopy dikendarai dua wanita muda yang hendak berangkat kerja, yakni Annur Widya Febrianti (18), warga Dusun Kudur, Desa Kebontunggul, Kecamatan Gondang, dan Lidiya Nataliya (18), warga Dusun Ngepung, Desa Punggul, Kecamatan Dlanggu.

Sementara itu, motor sport Honda CB150R dikendarai oleh Siswanto (38), warga Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, bersama pemboncengnya, Suliswanto (38), dari Desa Bening, Kecamatan Gondang.

Kepala Dusun Tunggul Jemanik, Arif Pujianto, membenarkan kejadian tabrakan maut antarmotor berpenumpang dua orang tersebut. Motor sport dilaporkan melaju dari arah barat menuju timur sebelum akhirnya menghantam Honda Scoopy dari arah berlawanan.

"Ceritanya adu banteng. Motor Scoopy lawan motorsport. Motor sport itu dari arah barat, kemudian ke daerah timur. Lalu adu banteng," terangnya di lokasi kejadian.

Baca Juga: Geledah Kantor ATR/BPN Kota Mojokerto, KPK Sita Dokumen dan Amplop Berisi Uang

Arif menambahkan, dua pengendara wanita tersebut diperkirakan sedang menuju tempat kerjanya di salah satu pabrik wilayah Kecamatan Kutorejo.

"Ini cewek semua, karyawan Bonvast, mau kerja ke Bonvast. Cewek, cewek dua-duanya, yang ini cowok-cowok," ungkapnya.

Di tempat kejadian, dua korban dinyatakan tewas seketika, yaitu Annur Widya Febrianti dan Siswanto.

Sementara itu, Lidiya Nataliya sempat dievakuasi ke RSUD Sumber Glagah, Pacet, sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan medis. Korban keempat, Suliswanto, masih dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Baca Juga: Korban KM Virgo asal Mojokerto Pulang, Keluarga Guyurkan Air Kembang

Arif menduga salah satu pemicu utama kecelakaan fatal ini adalah minimnya penerangan di sepanjang jalan desa yang lurus tersebut. Beberapa lampu penerangan jalan umum (PJU) diketahui sedang padam.

"Ini baru aja ada PJU yang mati, ada dua titik PJU yang mati. Kemarin sudah ada perbaikan. Cuma sering perbaikan, ini hari ini padam lampunya. Ya, ini gelap, jalannya lurus," jelasnya.

Seluruh korban tewas maupun korban luka berat kini telah dievakuasi ke RSUD Sumber Glagah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto untuk penanganan lebih lanjut. Kasus kecelakaan maut ini tengah ditangani oleh kepolisian setempat.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Sidoarjo Perketat Pengawasan MBG usai Temuan SLHS Palsu

Pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) menjadi perhatian utama, terutama setelah muncul dugaan SLHS palsu dalam operasional SPPG di Sidoarjo.

IGIC 2026, Menag Nasaruddin: Imam untuk Duta Perdamaian Dunia

Kedekatan imam dengan masyarakat menjadikan pemimpin keagamaan memiliki posisi strategis untuk membangun dialog.

Bupati Sidoarjo Tekankan Sinergi Kades BPD, Perencanaan Pembangunan 2027 Harus Dimulai Sekarang

Ia juga mengingatkan BPD bukan lawan, melainkan mitra kerja kades.

Festival Gamelan Kahuripan 2026, Siswa Sidoarjo Jadi Garda Pelestarian Karawitan

Pada 2025 di lokasi yang sama ada 23 kelompok. Kini 2026 mencapai 33 kelompok dari pelajar dan masyarakat umum.

Respons Cepat Dugaan Luberan Air Limbah, SIERLakukan Pengecekan dan Pembersihan Saluran

Direktur Operasi PT SIER, Yohanes Deddy Setiawan, mengatakan setiap informasi yang berkaitan dengan lingkungan menjadi perhatian serius.

Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa jadi Tersangka Dugaan Korupsi Perizinan

Penyidik telah memeriksa sekitar 30 saksi dan empat ahli serta melakukan penggeledahan di empat lokasi.