Kamis, 13 Agu 2026 22:26 WIB

Jejak "Koki" Tembakau Sintetis dan Langkah Polisi Membongkar Jaringan Narkoba di Sidoarjo

Tersangka BS, Koki tembakau sintetis yang diamankan Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. (Dok. Satresnarkoba Polrestabes Surabaya).
Tersangka BS, Koki tembakau sintetis yang diamankan Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. (Dok. Satresnarkoba Polrestabes Surabaya).

selalu.id - Sebuah kamar kos di kawasan Penambangan, Sidoarjo, sepintas tak ada bedanya dengan hunian sewa murah pada umumnya.

Namun, di balik pintunya yang tertutup rapi, berdiri sebuah laboratorium rahasia tempat racikan zat adiktif diproduksi secara masif.

Baca Juga: Hari Pramuka ke-65, Wabup Sidoarjo ajak Generasi Muda Teladani Semangat Para Pahlawan

Adalah BS, pemuda 23 tahun asal Madiun, yang bertindak sebagai lakon utamanya. Bukan sekadar kurir, BS merangkap jabatan sebagai "koki" tembakau sintetis sekaligus penyimpan stok ganja dan sabu.

Kamar kos yang disewanya sengaja dialihfungsikan penuh menjadi gudang penyimpanan dan dapur racik.

Jejak peredaran barang haram yang menjangkau wilayah Surabaya hingga Sidoarjo ini perlahan mulai terurai berkat kejelian personel Unit 1 Satresnarkoba Polrestabes Surabaya.

Pengungkapan kasus ini bukan hasil semalam. Polisi lebih dulu meringkus tersangka penyalahgunaan narkoba di Surabaya pada Juni 2026. Dari penangkapan awal itulah, benang merah mengarah pada nama BS.

Selama bertumpu pada pemetaan wilayah dan penyelidikan intensif, petugas akhirnya mengendus keberadaan BS di Sidoarjo.

Sabtu sore, 18 Juli 2026 sekitar pukul 14.30 WIB, penggerebekan dilakukan. BS tak berkutik saat polisi menerobos masuk ke markas kecilnya.

Di dalam kamar tersebut, proses peracikan tembakau ternyata dilakukan secara terpandu. BS meracik bahan-bahan kimia berbahaya sambil mendengarkan instruksi langsung via sambungan telepon dari seorang pria berinisial AJ.

Baca Juga: Bupati Subandi Kukuhkan 254 Kepsek Sidoarjo, Tegaskan Tidak Boleh Ada Anak Putus Sekolah

"Tersangka BS mengaku tidak mengetahui pasti keberadaan AJ, yang saat ini resmi masuk dalam daftar pencarian orang (DPO)," kata Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Dodi Pratama, Kamis (13/8/2026).

Laboratorium Sederhana Bertabur Aroma

Untuk memikat konsumennya, BS memproduksi tembakau sintetis dengan beragam varian aroma maskulin, salah satunya rasa kopi.

Di lokasi penggerebekan, polisi menyita seperangkat "peralatan dapur" yang digunakan BS untuk menyulap daun biasa menjadi narkotika bernilai tinggi.

Baca Juga: DPRD Sidoarjo Minta Raperda Tenaga Kerja Muat Target Kuantitatif dan Sanksi Tegas bagi Industri

Kemudian 42 kantong tembakau sintetis (145,458 gram), 1 kantong biji ganja (16,707 gram), batang ganja (3,839 gram), serta sabu seberat 0,799 gram.

Polisi juga menyita 1 jeriken alkohol super 96 persen, 1 botol perisa Coffee, 6 botol bekas perisa aroma, timba plastik, 3 unit hairdryer untuk pengeringan, serta timbangan elektrik.

Kini, petualangan BS di industri gelap peracikan narkoba resmi terhenti di balik jeruji besi. Sementara itu, pengejaran terhadap AJ terus dilakukan untuk membongkar hulu dari jaringan peredaran tembakau sintetis beraroma ini.

"Kasusnya masih terus kami kembangkan dan dalami untuk mengungkap jaringan di atasnya," tegas AKBP Dodi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Polda Jatim Komitmen Jaga Keterbukaan Informasi Publik Lewat Rakor PPID

Sinergi antara jajaran Polres dan Polda dipandang sebagai kunci utama suksesnya pelayanan publik di bidang kehumasan.

Bukan Air Tanah, CitraLand Surabaya Ungkap Sumber Air untuk Penyiraman Taman dan Lapangan Golf

City Manager CitraLand Surabaya, Maria Nancy Rosalina mengatakan penggunaan air untuk penyiraman berbeda dengan sistem penyediaan air bersih bagi warga.

Aset Pemkot Surabaya Belum Maksimal Hasilkan PAD, DPRD: BPKAD Harus Berorientasi Bisnis!

Fathoni menilai pendekatan yang digunakan masih lebih menitikberatkan pada aspek administrasi dibandingkan strategi bisnis.

Bocah SD Tewas Tenggelam di Sungai Sudimoro Mojokerto

Atas kejadian ini, polisi mengimbau warga, khususnya para remaja, agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai yang dalam dan aliran deras.

FPTI Lamongan Punya Nahkoda Baru, Founder Apparel Allegiant M Harryanto jadi Ketum dengan Aklamasi

Kepengurusan baru diharapkan segera bergerak menyusun program kerja untuk menghidupkan kembali pembinaan atlet panjat tebing di Lamongan.

Kebakaran Bromo Meluas ke Puncak Seruni Point, Jalur Wisata Ditutup Total

Jarak api ke jembatan kaca diperkirakan kurang lebih sekitar 2 KM. Saat ini pula api telah berada tepat di bawah empat pilar wisata Seruni Point.