Minggu, 27 Sep 2026 03:05 WIB

Komplotan Pembobol Brankas Universitas KH Abdul Chalim Mojokerto Rp1 M Dibekuk, Satu Pelaku Ditembak

Komplotan pembobol brankas di Universitas KH Abdul Chalim Mojokerto saat diamankan. (Foto: Supri/selalu.id).
Komplotan pembobol brankas di Universitas KH Abdul Chalim Mojokerto saat diamankan. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Tiga dari lima pelaku pembobolan brankas dan membawa kabur uang Rp1 miliar di Universitas KH Abdul Chalim di Bendungan Jati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto kini telah diamankan.

Dari tiga pelaku yang yang ditangkap, satu di antaranya terpaksa ditembak oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Mojokerto lantaran mencoba kabur saat hendak diamankan di Pekanbaru, Riau. 

Baca Juga: Motor Adu Depan Mobil di Mojokerto, Satpam Berangkat Kerja Tewas

Kini, polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut, juga termasuk memburu dua pelaku lain dari komplotan ini yang masih kabur.

Ketiga pelaku yang diamankan yakni Muis Afandi Tuarita (43), warga Jalan Cengkeh 10, Kelurahan Namaelo, Masohi, Maluku Tengah, Hendra (33), asal Dusun Karanglayung, Kelurahan Bojongmengger, Cijeungjing, Ciamis, Jabar, dan Sumarno asal Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. 

Sedangkan dua pelaku lain yang masih dikejar oleh pihak kepolisian yakni Stevanus dan Mustofa Lestaluhu.

Wakapolres Mojokerto, Kompol Grandika Indera Waspada, menjelaskan bahwa komplotan pembobol brankas ini masuk ke kampus dengan merusak jendela memakai linggis.

Baca Juga: Geledah Kantor ATR/BPN Kota Mojokerto, KPK Sita Dokumen dan Amplop Berisi Uang

"Pelaku mengambil 1.416.133.900 rupiah dengan cara merusak jendela dengan menggunakan alat berupa linggis, dan setelah berhasil masuk ke tempat brankas para pelaku merusak brankas dengan cara mencongkel dengan linggis dan peralatan yang ada. Kemudian pelaku mengambil seluruh uang yang ada di dalam brankas," terangnya, Rabu (12/8/2026).

Grandika menambahkan, ketiga pelaku yang sudah diamankan mempunyai peran masing-masing saat melakukan aksinya. Ada yang sebagai eksekutor pembobol, pengawas lokasi sekitar, dan sebagai sopir mobil yang dijadikan perantara menuju Universitas KH Abdul Chalim.

S bertugas menyediakan sarana satu unit kendaraan Avanza warna hitam bernopol B2859KH. Kemudian dari hasil pencurian tersebut dia menerima upah Rp30 juta.

Baca Juga: Korban KM Virgo asal Mojokerto Pulang, Keluarga Guyurkan Air Kembang

Sedangkan AT bertugas sebagai eksekutor yang mengambil brankas dengan cara merusak menggunakan alat-alat yang sudah disediakan.

Sementara H bertugas melakukan pengawasan di sekitar lokasi dan menjadi joki atau sopir kendaraan yang digunakan dan disewa.

"Saat ini kasusnya masih terus dikembangkan dan didalami lagi. Karena masih ada dua pelaku lain yang masih belum tertangkap," pungkas Grandika.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

IGIC 2026, Menag Nasaruddin: Imam untuk Duta Perdamaian Dunia

Kedekatan imam dengan masyarakat menjadikan pemimpin keagamaan memiliki posisi strategis untuk membangun dialog.

Bupati Sidoarjo Tekankan Sinergi Kades BPD, Perencanaan Pembangunan 2027 Harus Dimulai Sekarang

Ia juga mengingatkan BPD bukan lawan, melainkan mitra kerja kades.

Festival Gamelan Kahuripan 2026, Siswa Sidoarjo Jadi Garda Pelestarian Karawitan

Pada 2025 di lokasi yang sama ada 23 kelompok. Kini 2026 mencapai 33 kelompok dari pelajar dan masyarakat umum.

Respons Cepat Dugaan Luberan Air Limbah, SIERLakukan Pengecekan dan Pembersihan Saluran

Direktur Operasi PT SIER, Yohanes Deddy Setiawan, mengatakan setiap informasi yang berkaitan dengan lingkungan menjadi perhatian serius.

Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa jadi Tersangka Dugaan Korupsi Perizinan

Penyidik telah memeriksa sekitar 30 saksi dan empat ahli serta melakukan penggeledahan di empat lokasi.

Dittipidsiber Bareskrim Polri Tangkap DPO Kasus Judi Online 1 Triliun di Thailand

Proses penangkapan dilakukan bersama Divisi Hubungan Internasional Polri, Kepolisian Thailand, dan Imigrasi Thailand.