Perjuangan Polisi Menembus Pegunungan Mambi, Tandu Nenek Sakit 8 Km demi Selamatkan Nyawa
- Penulis : Zein Muhammad
- | Rabu, 12 Agu 2026 16:50 WIB
selalu.id - Udara dingin pegunungan Mambi, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menyelimuti pagi yang mendadak genting.
Di dalam sebuah rumah kayu yang bersahaja di pelosok pegunungan Sulawesi Barat, Nenek Sania terkulai lemah.
Di usianya yang telah menginjak 85 tahun, tubuh ringkih itu mendadak digerogoti sakit parah, membutuhkan penanganan medis secepatnya.
Namun, harapan untuk membawa sang nenek ke fasilitas kesehatan seolah terbentang oleh kenyataan pahit.
Jalur darat menuju kediamannya bukanlah jalan beraspal mulus, melainkan medan terjal berlumpur dan rusak berat.
Deru mesin mobil maupun sirine ambulans tak akan sanggup menembus ganasnya rute tersebut.
Di tengah kondisi kritis dan keterbatasan fasilitas, kemanusiaan mengambil alih. Dua personel Bhabinkamtibmas Polda Sulbar yang menerima kabar tersebut tak bergeming.
Tanpa ragu, mereka langsung menuju lokasi, bergabung dengan warga setempat yang diselimuti rasa cemas.
Bukan peralatan medis canggih yang mereka siapkan, melainkan selembar sarung kusam dan sebatang bambu tebal.

Dengan cekatan, kain itu diikatkan pada bambu, membentuk sebuah tandu darurat yang sederhana namun kokoh. Di atas tandu itulah Nenek Sania dibaringkan dengan hati-hati.
Perjalanan panjang pun dimulai. Langkah demi langkah diayunkan menelusuri rute sepanjang delapan kilometer.
Medan licin dan menanjak menguras tenaga para penggotong. Keringat bercucuran di tengah hawa dingin pegunungan, sementara napas mereka terengah-engah menahan bobot dan menjaga keseimbangan tandu agar sang nenek tetap nyaman.
Melihat perjuangan gigih para petugas kepolisian, semangat gotong royong warga akhirnya menjalar cepat.
Sepanjang jalan, penduduk desa keluar dari kediaman mereka, menyambut rombongan kecil itu, dan bergantian menyodorkan bahu untuk menggantikan posisi penggotong.
Tiga jam perjalanan yang penuh peluh dan perjuangan fisik akhirnya berhasil ditempuh hingga sang nenek tiba di tempat yang aman untuk mendapatkan perawatan medis layak.
Aksi heroik yang terekam dalam potongan video ini dengan cepat menyebar dan menyentuh hati ribuan warganet di media sosial.
Pujian dan apresiasi membanjiri kesigapan jajaran Bhabinkamtibmas Polda Sulbar dan kekompakan warga Mambi.
Bagi kepolisian setempat, aksi ini adalah wujud nyata dari pengabdian.

Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Memo Ardian, menegaskan bahwa aksi ini adalah arahan langsung dari Kapolda Sulbar.
Ia menekankan pentingnya bekerja dengan hati dan melayani secara ikhlas, terlepas dari segala keterbatasan di lapangan.
"Memang betul atas perintah Bapak Kapolda bahwa polisi harus berkerja dengan hati,selalu melayani dengan ikhlas walaupun dalam pelaksaan tugas banyak kendala dan kekurangan. Asal dengan niat hati yang baik, polisi pasti diterima oleh masyarakat," ujarnya saat dikonfirmasi selalu.id, Rabu (12/8/2026).
Hal senada disampaikan Kapolsek Mambi, Ipda Riswandi, yang membenarkan perjuangan anggotanya menyusuri rute ekstrem demi menyelamatkan warga.
Namun, di balik kisah hangat yang mengharukan ini, terselip sebuah asa yang tertahan di dada warga pedalaman Mamasa.
Senyum lega atas terselamatkannya Nenek Sania diiringi doa agar penderitaan menembus jalan rusak ini tidak terus berulang.
Warga berharap ketulusan Bhabinkamtibmas dan ketabahan masyarakat di pegunungan Mambi dapat mengetuk hati pemerintah untuk segera memperbaiki akses jalan di wilayah mereka, agar kelak, tak ada lagi nyawa yang harus dipertaruhkan di atas selembar sarung dan sebatang bambu.
Editor : Zein Muhammad