Selasa, 20 Okt 2026 19:36 WIB

Hari Bhayangkara ke-80

Polda Jatim Dorong Pemanfaatan AI untuk Keamanan Publik Lewat KREAFEST 2026

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto saat memberikan sambutan kepada seluruh peserta lomba. (Dok. Humas Polda Jatim).
Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto saat memberikan sambutan kepada seluruh peserta lomba. (Dok. Humas Polda Jatim).

selalu.id - Polda Jawa Timur (Jatim) mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung keamanan publik melalui ajang KREAFEST 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.

Kegiatan Lomba Video Berbasis AI bertema “AI for Public Safety” itu menjadi wadah kolaborasi antara pelajar, mahasiswa, komunitas kreatif, akademisi, media, hingga masyarakat umum untuk menghasilkan karya-karya digital yang edukatif dan inspiratif.

Baca Juga: Polda Jatim Gelar Donor Darah Sambut HUT ke-75 Humas Polri, 100 Kantong Terkumpul

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan perkembangan teknologi digital merupakan sebuah keniscayaan yang harus dihadapi dengan bijak. 

Menurutnya, kemajuan teknologi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, mulai dari perkembangan perangkat komunikasi hingga lahirnya teknologi kecerdasan buatan.

"Teknologi bisa membawa dampak positif maupun negatif. Karena itu, pemanfaatannya harus diarahkan pada hal-hal yang baik, yang mampu menghadirkan edukasi, inspirasi, dan manfaat bagi masyarakat," jelas Nanang saat pengumuman pemenang lomba di Gedung Bidhumas Polda Jatim, Kamis (25/6/2026).

Nanang menilai generasi muda memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menguasai teknologi digital. Karena itu, diperlukan ruang-ruang kreatif yang mampu menyalurkan potensi tersebut ke arah yang positif dan produktif.

Katanya, lomba video berbasis AI yang digelar Polda Jatim ini menjadi salah satu bentuk upaya memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkreasi sekaligus berkontribusi dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat. 

Nanang bahkan menyebut kegiatan tersebut sebagai terobosan yang pertama kali digelar di lingkungan kepolisian daerah. 

"Kami menangkap peluang bahwa dunia Artificial Intelligence menjadi sesuatu yang sangat menarik bagi berbagai kalangan. Karena itu, kami memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk menunjukkan kreativitasnya melalui karya-karya positif," katanya.

Nanang mengingatkan bahwa transformasi digital yang berlangsung saat ini turut menghadirkan berbagai tantangan di ruang siber. 

"Ancaman kejahatan digital, provokasi, penyebaran hoaks, hingga konten negatif menjadi persoalan yang harus dihadapi bersama," paparnya.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Karena itu, ia berharap karya-karya berbasis AI dapat menjadi sarana edukasi sekaligus membantu meredam potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di ruang digital. 

"Melalui karya kreatif yang mengedukasi dan menginspirasi, kita bisa menangkal hoaks, mencegah penyebaran konten negatif, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa," tegas dia.

Nanang pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menggelorakan semangat Jogo Jatim sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban. 

Menurutnya, kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast selaku Ketua Panitia KREAFEST 2026 menjelaskan, kompetisi tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan. 

Baca Juga: Hari jadi Humas Polri ke-75, Polda Jatim Jalin Sinergi Komunitas Ojol Jaga Kamtibmas

"Sebanyak 293 peserta mengikuti kegiatan ini dengan total 286 karya yang dikirimkan kepada panitia. Terdiri dari 109 peserta kategori pelajar dan mahasiswa serta 177 peserta kategori umum," sebutnya.

Abast menjelaskan, tema AI for Public Safety dipilih sebagai bentuk dorongan agar pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dapat memberikan kontribusi nyata bagi keamanan publik. 

Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi wadah kolaborasi antara kreator konten, komunitas kreatif, akademisi, media, dan berbagai elemen masyarakat.

Upaya kolaboratif tersebut penting untuk membangun ruang digital yang lebih ramah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai persoalan yang muncul di dunia maya, seperti hoaks, cyberbullying, perundungan, hingga kekerasan seksual.

"Kegiatan ini murni merupakan upaya bersama untuk membangun sinergi dengan seluruh elemen bangsa dalam mengedukasi masyarakat sekaligus mendorong terciptanya keamanan dan ketertiban di ruang digital," jelas Abast.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.

Pemuda Bawa Truk Tronton Tabrak Tiang PJU di Balongbendo Sidoarjo

Atas kejadian ini, korban mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara truknya yang terguling dievakuasi petugas.

Raker Pusat Studi UMSIDA: Buka Peluang Kolaborasi Global

Sebanyak 12 pusat studi dan satu Lembaga Pusat Unggulan (PUI) terlibat dalam pertemuan ini untuk menyusun program yang fokus pada luaran dan dampak nyata bagi m

Truk Boks Tabrak Trailer di Krembangan Surabaya, Begini Kondisi Korban

Saat ini, Unit Gakkum Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya masih melakukan penyelidikan untuk mencari penyebab kecelakaan tersebut.

Pemkot Surabaya Perketat Penjualan Minol, Pembeli Wajib Tunjukkan Identitas

Jam operasional distributor dan subdistributor dibatasi hingga pukul 22.00 WIB.

Finalis Cak Surabaya Ditangkap Polisi, Wali Kota Eri: Gelar Akan Kita Cabut

Menurut Eri, pemegang gelar Cak dan Ning Surabaya memiliki tanggung jawab membawa nama Kota Surabaya.