Senin, 19 Okt 2026 16:22 WIB

Sekolah di Surabaya Diminta Outing Kelas di Ruang Publik Tanpa ke Luar Kota

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 19 Okt 2026 15:11 WIB
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati. (Ade/selalu.id)
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati. (Ade/selalu.id)

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya mengimbau sekolah dasar SD dan sekolah menengah pertama SMP negeri untuk menggelar kegiatan outing class atau Kegiatan Tengah Semester (KTS) di dalam kota. 

Tujuannya agar siswa tetap dapat belajar langsung di luar kelas tanpa harus melakukan perjalanan ke luar daerah. 

Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Sekolah Bentuk Posko Pengaduan Selama MPLS, Cegah Perundungan Sejak Hari Pertama

Kepala Dinas Pendidikan Dispendik Kota Surabaya Febrina Kusumawati mengatakan, Surabaya memiliki banyak ruang publik dan destinasi edukasi yang bisa dimanfaatkan sekolah. 

Salah satu contohnya adalah kawasan Kota Lama yang dinilai cocok untuk mengenalkan sejarah dan lingkungan kepada siswa. 

"Jadi memang ada kurikulum yang namanya outing class atau KTS. Nah, itu kami mengimbau bahwa di Surabaya ini tidak kurang tempat untuk explore," ujar Febri, Senin (19/10/2026). 

Belajar Kontekstual Tanpa Keluar Kota
Menurut Febri, kegiatan KTS tidak wajib dilakukan di luar kota. Sekolah bisa memilih berbagai lokasi publik yang ada di Surabaya agar pembelajaran lebih kontekstual dan dekat dengan siswa. 

"Silakan kalau misalkan memang mau outing class atau KTS, kita punya beberapa ruang atau space publik di Surabaya. Ada kota lama, bisa di situ untuk menjadi area belajar anak-anak," katanya. 

Baca Juga: Peringati HGN, 2000 Guru di Surabaya Gelar Doa Lintas Agama

Dispendik telah menginstruksikan SD-SMP negeri untuk memaksimalkan pelaksanaan KTS di wilayah Surabaya. Dinas juga menggandeng sejumlah perangkat daerah PD untuk menyiapkan pilihan lokasi sesuai kebutuhan. 

"Kalau di (SD-SMP) negeri sudah kita maksimalkan untuk (kegiatan) di Surabaya. Ada tempat-tempat tertentu yang mungkin kita kolaborasi dengan teman-teman Dinas Pertanian (DKPP) dan Dinas Pariwisata (Disbudporapar). Itu ada beberapa tempat," jelasnya. 

Beberapa lokasi yang direkomendasikan antara lain Kawasan Kota Lama Surabaya, Kebun Raya Mangrove, dan Hutan Kota Jeruk di Lakarsantri. 

Melalui lokasi-lokasi itu, siswa bisa mendapat pengalaman langsung mulai dari sejarah kota, ekologi lingkungan, pertanian, hingga potensi wisata edukasi. 

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Orang Tua Berperan Aktif untuk Perkembangan Anak di Sekolah

"Jadi kenapa kita harus keluar (kota) kalau kita punya hal ini," ujarnya. 

Febri juga meminta peran serta masyarakat untuk mengawasi. Ia mempersilakan warga melapor jika masih ada SD-SMP negeri yang membawa siswa KTS ke luar kota. 

"Nah, kalau ternyata di (SD-SMP) negeri ada pihak sekolah yang mengajak ke luar kota, silakan laporkan ke kami," pungkasnya.

Editor : Achmad Supriyadi
Berita Terbaru

Ketua DPRD Jatim: Pembangunan Harus Merata, Berkelanjutan, dan Diawasi Ketat

Ia juga menyoroti pentingnya kemitraan antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kapolda Jatim Atur Lalu Lintas di Surabaya

Jalan Ahmad Yani, Taman Bungkul, Jalan Wonokromo, Jalan Ciliwung, Jalan Jagir, serta Bundaran CITO Surabaya.

Kuota Haji Jatim Tetap, Kemenhaj: Jemaah Harus Sehat untuk Dapat Surat Istithaah

Jemaah yang dinyatakan tidak sehat oleh tim kesehatan tidak akan diterbangkan, dan tidak ada jalan lain untuk memaksakan keberangkatan.

RSD Soebandi Jember Gelar Skrining Gratis, Target 10 Ribu Peserta Jember Cinta Kesehatan

Masyarakat dari kabupaten lain di Jawa Timur yang membutuhkan penanganan medis juga dipersilakan ikut.

Hari jadi Humas Polri ke-75, Polda Jatim Jalin Sinergi Komunitas Ojol Jaga Kamtibmas

Kapolda Jatim, Wakapolda, dan seluruh pejabat utama turut turun langsung ke lapangan untuk berdialog dengan para pengemudi ojol.

5 Tahun Beroperasi, Pabrik Kosmetik Ilegal Rp 16 Miliar di Mojokerto Dibongkar BPOM

Dalam penggerebekan pada 8 Oktober 2026, BPOM menyita barang bukti senilai Rp 16 miliar.