Ini Dia Tampang Pelaku Pembacokan Pelajar SMA hingga Tewas saat HUT Persebaya
- Penulis : Moris Mangke
- | Rabu, 24 Jun 2026 21:43 WIB
selalu.id - Pelaku pembacokan terhadap GA (16), pelajar SMA hingga tewas saat malam puncak Hari Ulang Tahun Persebaya Surabaya ke-99, telah diamankan.
Pelakunya adalah MN (21). Ia diringkus Tim Jatanras Polrestabes Surabaya setelah sempat kabur ke rumah keluarganya di kawasan Kedundung, Kabupaten Sampang, Madura.
Baca Juga: Imbas BBM Kosong di Kawasan Perak Surabaya, Antrean Kendaraan Bikin Macet
Dalam pemeriksaan, MN mengaku sebelum membacok korban, ia melakukan konvoi bersama belasan temannya dari kawasan Kedung Sroko, Tambaksari.
Sebelum berangkat, mereka lebih dulu menenggak minuman keras. Selepas pesta miras, rombongan kemudian memutuskan menuju pusat Kota Surabaya untuk meramaikan malam puncak Hari Ulang Tahun Persebaya ke-99.
Namun setibanya di Jalan Sumatera, kelompoknya terlibat gesekan dengan kelompok lain yang juga sedang melakukan konvoi. Karena berada dalam kondisi mabuk, situasi di lokasi semakin sulit dikendalikan.
Ketegangan yang terjadi kemudian berkembang menjadi pertikaian antar kelompok. Di tengah keributan tersebut, korban GA yang masih berstatus pelajar kelas XI SMA berupaya melerai pertikaian.
Namun upaya tersebut justru berujung petaka setelah korban menjadi sasaran sabetan celurit pelaku.
“Dua kali pak (sabetan) ke arah tangan korban. Saya lihat darahnya banyak lalu saya kabur,” kata MN kepada penyidik.
MN juga mengakui bahwa celurit yang digunakan untuk menyerang korban dibawa dari rumah sebelum mengikuti konvoi.
Baca Juga: Remaja di Surabaya Dikeroyok Kelompok Pemuda Konvoi: Dipukuli, Juga Dibacok dengan Celurit
Senjata tajam itu disebut sengaja dipersiapkan sebagai alat berjaga-jaga apabila terjadi bentrokan.
"Buat jaga-jaga. Takut kayak tahun kemarin (bentrok),” jelasnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto menjelaskan bahwa setelah kejadian, pelaku memilih melarikan diri ke rumah neneknya di Kabupaten Sampang.
Langkah tersebut dilakukan karena pelaku merasa takut setelah identitas dan wajahnya tersebar luas di media sosial. Polisi kemudian melakukan serangkaian penyelidikan untuk melacak keberadaan pelaku.
Hasilnya, keberadaan MN berhasil diketahui hingga akhirnya yang bersangkutan diserahkan oleh keluarganya kepada aparat kepolisian.
Baca Juga: Gebrakan DPRD Surabaya Selesaikan Konflik Pengelolaan Apartemen, Pengembang Jangan Main-main
“Karena takut usai viral itu pelaku kabur ke Sampang. Lalu pihak keluarga menyerahkan (pelaku) untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” jelas Edy.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi pembacokan.
Barang bukti tersebut meliputi rekaman video saat kejadian, pakaian dan helm yang digunakan pelaku, serta sebilah celurit yang dipakai untuk menyerang korban.
Saat ini penyidik masih terus mendalami kasus tersebut untuk melengkapi berkas perkara. Polisi juga menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain yang berada di lokasi saat insiden terjadi.
Editor : Zein Muhammad