Rabu, 30 Sep 2026 00:24 WIB

Ini Dia Tampang Pelaku Pembacokan Pelajar SMA hingga Tewas saat HUT Persebaya

MN, pelaku pembacokan pelajar SMA hingga tewas saat diamankan. (Dok. Polrestabes Surabaya).
MN, pelaku pembacokan pelajar SMA hingga tewas saat diamankan. (Dok. Polrestabes Surabaya).

selalu.id - Pelaku pembacokan terhadap GA (16), pelajar SMA hingga tewas saat malam puncak Hari Ulang Tahun Persebaya Surabaya ke-99, telah diamankan.

Pelakunya adalah MN (21). Ia diringkus Tim Jatanras Polrestabes Surabaya setelah sempat kabur ke rumah keluarganya di kawasan Kedundung, Kabupaten Sampang, Madura.

Baca Juga: 172 PPDS FK Unair Muntah dan Pusing, Begini Kondisinya 

Dalam pemeriksaan, MN mengaku sebelum membacok korban, ia melakukan konvoi bersama belasan temannya dari kawasan Kedung Sroko, Tambaksari. 

Sebelum berangkat, mereka lebih dulu menenggak minuman keras. Selepas pesta miras, rombongan kemudian memutuskan menuju pusat Kota Surabaya untuk meramaikan malam puncak Hari Ulang Tahun Persebaya ke-99. 

Namun setibanya di Jalan Sumatera, kelompoknya terlibat gesekan dengan kelompok lain yang juga sedang melakukan konvoi. Karena berada dalam kondisi mabuk, situasi di lokasi semakin sulit dikendalikan.

Ketegangan yang terjadi kemudian berkembang menjadi pertikaian antar kelompok. Di tengah keributan tersebut, korban GA yang masih berstatus pelajar kelas XI SMA berupaya melerai pertikaian.

Namun upaya tersebut justru berujung petaka setelah korban menjadi sasaran sabetan celurit pelaku. 

“Dua kali pak (sabetan) ke arah tangan korban. Saya lihat darahnya banyak lalu saya kabur,” kata MN kepada penyidik.

MN juga mengakui bahwa celurit yang digunakan untuk menyerang korban dibawa dari rumah sebelum mengikuti konvoi. 

Baca Juga: Hindari Penyekapan, Wali Kota Eri Cahyadi Siapkan Perwali Penyaluran ART di Surabaya

Senjata tajam itu disebut sengaja dipersiapkan sebagai alat berjaga-jaga apabila terjadi bentrokan. 

"Buat jaga-jaga. Takut kayak tahun kemarin (bentrok),” jelasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto menjelaskan bahwa setelah kejadian, pelaku memilih melarikan diri ke rumah neneknya di Kabupaten Sampang. 

Langkah tersebut dilakukan karena pelaku merasa takut setelah identitas dan wajahnya tersebar luas di media sosial. Polisi kemudian melakukan serangkaian penyelidikan untuk melacak keberadaan pelaku. 

Hasilnya, keberadaan MN berhasil diketahui hingga akhirnya yang bersangkutan diserahkan oleh keluarganya kepada aparat kepolisian. 

Baca Juga: SPKLU di DPRD Jatim Diresmikan, Ali Kuncoro: Terbuka untuk Masyarakat Umum

“Karena takut usai viral itu pelaku kabur ke Sampang. Lalu pihak keluarga menyerahkan (pelaku) untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” jelas Edy.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi pembacokan. 

Barang bukti tersebut meliputi rekaman video saat kejadian, pakaian dan helm yang digunakan pelaku, serta sebilah celurit yang dipakai untuk menyerang korban. 

Saat ini penyidik masih terus mendalami kasus tersebut untuk melengkapi berkas perkara. Polisi juga menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain yang berada di lokasi saat insiden terjadi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Sederet Fakta Baru Kasus Sengketa Lahan Kalisari Surabaya

Persoalan muncul karena terdapat klaim atas Persil Nomor 473 atas nama Asifah dengan luas 2.310 meter persegi yang disebut berada di lokasi lahan Pujiono.

Prabowo dan Megawati Janjian Makan Nasi Goreng, Mau Bahas Apa Ya?

Sajian nasi goreng Megawati sendiri punya rekam jejak historis dalam hubungan kedua tokoh nasional ini.

Awas! Ratusan Ton Emas Ilegal Beredar di Indonesia, Kenali Ciri-cirinya

Dari total pemetaan nasional, tercatat sedikitnya 1.221 lokasi PETI emas yang beroperasi tanpa menyetor rupiah sedikit pun ke kas negara.

Proyek Revitalisasi Sekolah di Jember Gerakkan Ekonomi Warga, Jadi Berkah dan Bahagia

Dari proyek tersebut, sekitar 5.160 tenaga kerja terlibat, dengan rincian 2.000 tukang dan 3.160 asisten tukang. Juga gerakkan ekonomi warga lainnya.

Soal Seragam Sekolah, DPRD Surabaya Minta Pemkot Kaji Pembiayaan Batik Lewat BOPDA

Ajeng mengatakan usulan terkait pengadaan seragam batik secara terpusat masih perlu dibahas lebih lanjut bersama Dispendik agar tak jadi persoalan baru.

Wamenkes Nilai Kota Mojokerto Mampu jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB

Menurutnya, Kota Mojokerto memiliki posisi strategis dalam penanganan TB karena selama ini turut memberikan layanan pengobatan bagi pasien dari luar wilayah.