Remaja di Surabaya Dikeroyok Kelompok Pemuda Konvoi: Dipukuli, Juga Dibacok dengan Celurit
- Penulis : Moris Mangke
- | Rabu, 24 Jun 2026 17:38 WIB
selalu.id - Langit Surabaya masih gelap ketika Ilham (18) dan sahabatnya, Ibrahim Gery (18), memutuskan pulang setelah menghabiskan waktu bersama teman-temannya.
Tak ada firasat buruk malam itu. Keduanya hanya ingin segera tiba di rumah masing-masing di kawasan Siwalankerto, Surabaya.
Baca Juga: Gebrakan DPRD Surabaya Selesaikan Konflik Pengelolaan Apartemen, Pengembang Jangan Main-main
Namun perjalanan yang seharusnya berakhir biasa saja berubah menjadi peristiwa yang membekas seumur hidup.
Sekitar pukul 04.00 WIB, Senin (22/6/2026), keduanya melintas di Jalan Kendangsari Industri. Saat hendak berbelok menuju Jalan Siwalankerto, mereka melihat rombongan lebih dari 15 pengendara motor yang sedang konvoi.
Suasana jalan yang sepi membuat keduanya memilih berhati-hati.
"Kami dari nongkrong, lalu mau pulang ke rumah di Siwalankerto. Saat itu Ilham memang pakai baju perguruan. Sementara saya bukan," ungkap Ibrahim kepada selalu.id, Rabu (24/6/2026).
Melihat jumlah rombongan yang cukup banyak, Ilham dan Ibrahim memilih menghindar. Mereka membatalkan niat berbelok dan mencoba mencari jalur lain demi menghindari kemungkinan yang tidak diinginkan.
Namun keputusan itu justru terlambat. Beberapa orang dalam rombongan diduga melihat atribut perguruan yang dikenakan Ilham. Dalam hitungan detik, teriakan mulai terdengar. Motor yang ditumpangi dua remaja itu langsung menjadi sasaran pengejaran.
"Saya sempat diteriaki dan dikejar," kata Ibrahim.
Ketakutan mereka menjadi kenyataan ketika motor yang dikendarai ditendang dari samping. Keduanya terjatuh ke aspal.
Dalam kondisi panik, Ibrahim berusaha menyelamatkan diri. Namun sebelum berhasil menjauh, ia sempat menerima pukulan dari para pelaku.
"Lalu motor kami ditendang dan saya jatuh. Saat itu saya kena keroyok tapi berhasil kabur dan sembunyi," ujarnya.
Dari tempat persembunyiannya, Ibrahim tak bisa berbuat banyak ketika melihat sahabatnya menjadi sasaran amukan massa.
Baca Juga: Ternyata, Gegara Ini Panel Surya Lampu Lalulintas Tak Fungsi saat Listrik Padam di Surabaya
Ilham yang tertinggal dikeroyok beramai-ramai. Tidak hanya dipukul, remaja itu juga diserang menggunakan senjata tajam jenis celurit.
"Ilham dikeroyok dan disabet dengan senjata tajam jenis celurit," sebutnya.
Jalan yang sebelumnya lengang mendadak menjadi lokasi kekerasan. Tubuh Ilham terkapar dengan luka sabetan di punggung, sementara kelompok pelaku terus melancarkan aksinya sebelum akhirnya melarikan diri.
Melihat kondisi sahabatnya, Ibrahim segera mencari pertolongan. Beruntung beberapa rekan Ilham dari perguruan yang sama datang membantu.
"Akhirnya dibantu sama teman-temannya Ilham dari perguruan itu. Saya sempat ke puskesmas untuk perawatan sementara Ilham karena parah dibawa ke rumah sakit," katanya.
Akibat serangan tersebut, Ilham harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena luka bacok yang cukup serius di bagian punggung. Sementara Ibrahim mengalami luka pada bibir dan kepala akibat pengeroyokan.
Baca Juga: Khitan Massal HUT ke-52 SIER, 100 Anak Ikuti Layanan Khitan Modern Tanpa Jahitan
Meski masih trauma, Ibrahim memilih melapor ke polisi beberapa jam setelah kejadian.
"Habis dirawat sekitar jam 9 pagi itu saya laporan ke Polsek Tenggilis Mejoyo. Saya berharap agar pelaku bisa diamankan," tuturnya.
Harapan itu kini bergantung pada proses penyelidikan aparat kepolisian. Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap maraknya aksi kekerasan jalanan yang melibatkan oknum kelompok tertentu, kasus yang menimpa Ilham menjadi pengingat bahwa sebuah atribut yang dikenakan seseorang tak seharusnya menjadi alasan untuk menghilangkan rasa aman di jalan raya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo, Ipda Suyudi membenarkan adanya laporan terkait peristiwa tersebut. Namun ia belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai perkembangan penyelidikan.
"Masih lidik," jawabnya.
Bagi keluarga dan sahabat korban, yang terpenting saat ini adalah pemulihan kondisi Ilham. Sebab luka fisik mungkin bisa sembuh seiring waktu, tetapi trauma akibat menjadi korban pengeroyokan di jalanan kemungkinan akan membekas jauh lebih lama.
Editor : Zein Muhammad