Senin, 22 Jun 2026 22:32 WIB

Arus Logistik Nasional Bergerak Positif, Neraca Dagang Surplus USD5,64 Miliar

Bongkar muat arus logistik di wilayah kerja PT Pelindo Terminal Petikemas. (Dok. Terminal Petikemas Surabaya).
Bongkar muat arus logistik di wilayah kerja PT Pelindo Terminal Petikemas. (Dok. Terminal Petikemas Surabaya).

selalu.id - Arus logistik nasional terus bergerak seiring meningkatnya aktivitas perdagangan dalam negeri. Hal ini tercermin dari kinerja ekspor-impor yang tumbuh serta neraca perdagangan nasional yang mencatatkan surplus senilai USD5,64 miliar selama periode Januari–April 2026. 

Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa aktivitas produksi, distribusi, dan perdagangan tetap berjalan stabil di tengah dinamika ekonomi global. 

Baca Juga: Arus Peti Kemas Internasional Tumbuh 11 Persen, Sinyal Kuat Pemulihan Ekonomi Nasional

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia pada Januari–April 2026 mencapai USD92,15 miliar, tumbuh 5,48 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Ekspor nonmigas menjadi penopang utama dengan nilai USD87,74 miliar, didominasi kontribusi sektor industri pengolahan sebesar USD75,57 miliar.

Secara rinci, negara tujuan ekspor terbesar adalah Tiongkok dengan nilai USD22,76 miliar, diikuti Amerika Serikat USD10,17 miliar, India USD6,14 miliar, kawasan ASEAN USD17,70 miliar, dan Uni Eropa USD6 miliar.

Jawa Tengah Berkontribusi, Hadapi Tantangan Biaya Logistik

Daerah juga turut mendorong kinerja nasional. Jawa Tengah mencatatkan nilai ekspor mencapai USD4,5 miliar pada periode yang sama. 

Menurut Ketua DPD Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Tengah, Ade Siti Muksodah, komoditas andalan meliputi produk kayu dan turunannya dari Temanggung dan Wonosobo, barang rajut, serta gula aren.

Meski tumbuh, pelaku usaha menghadapi tantangan. Sekitar 70 persen bahan baku industri masih bergantung pada impor dari Tiongkok dan negara Asia Timur lainnya. Kenaikan harga bahan baku plastik serta tingginya biaya logistik turut menekan biaya produksi dan daya saing.

“Peran Pelabuhan Tanjung Emas sangat signifikan. Perputaran ekonomi dan logistik berawal dari pelabuhan; jalur laut adalah akses paling efisien untuk ekspor-impor,” kata Ade, Senin (22/6/2026). 

Ia menekankan perlunya pembenahan fasilitas dan penambahan peralatan untuk mempercepat bongkar muat serta pengelolaan peti kemas.

Volume Peti Kemas di Tanjung Emas Naik 12,2 Persen

Peningkatan kinerja juga terlihat dari arus peti kemas internasional. 

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra menyatakan pada Januari–Mei 2026 volume peti kemas di Terminal Petikemas Semarang mencapai 382.093 TEUs, naik 12,2 persen dibanding tahun lalu (340.535 TEUs). 

Baca Juga: Kejar Operasional Rendah Emisi, TPK Semarang Terapkan Sistem GRK Internasional

Rinciannya, impor tumbuh 10,7 persen menjadi 192.829 TEUs, sedangkan ekspor naik 13,72 persen menjadi 189.162 TEUs.

Sepanjang tiga tahun terakhir, arus peti kemas terus meningkat: 781.841 TEUs (2023), 895.904 TEUs (2024), dan lebih dari 1 juta TEUs pada 2025. 

Menjawab hal itu, manajemen menyiapkan pengembangan jangka pendek dan panjang, meliputi penambahan dermaga sepanjang 275 meter, perluasan lapangan penumpukan, serta empat unit alat bongkar muat jenis Quay Container Crane (QCC) yang kini dalam tahap uji coba sebelum dioperasikan penuh.

Komoditas utama yang melintas meliputi kayu, garmen, alas kaki, hasil laut, serta barang impor berupa mesin industri, peralatan listrik, dan kendaraan bermotor.

Infrastruktur & Teknologi Kunci Daya Saing

Pengusaha garmen asal Semarang, Deddy Mulyadi, mengakui peran penting pelabuhan namun berharap layanan terus ditingkatkan agar setara dengan pelabuhan besar lainnya. 

“Ritme pergerakan barang belum secepat di Jakarta atau Surabaya. Kadang masih ada antrean kapal yang mengganggu jadwal pengiriman,” jelasnya. 

Baca Juga: Jaga Kesehatan Hewan Kurban Jelang Iduladha, Begini Kolaborasi SPTP dan Pemkot Surabaya

Sementara itu, Pakar Ekonomi Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Bhimo Rizky Samudro, menilai surplus perdagangan membuktikan daya saing produk nasional masih kuat. 

Namun, keberlanjutannya sangat bergantung pada efisiensi logistik dan pengurangan ketergantungan bahan baku luar negeri.

“Pelabuhan adalah infrastruktur strategis. Semakin efisien layanannya, semakin cepat distribusi barang dan semakin kuat posisi tawar produk kita di pasar dunia,” tegasnya. 

Prof Bhimo menambahkan penguatan sistem logistik tidak cukup hanya lewat pembangunan fisik, tetapi juga harus didukung transformasi teknologi digital guna memangkas biaya dan mempercepat proses. 

Secara keseluruhan, momentum positif neraca dagang ini menjadi dasar kokoh untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat perdagangan dan logistik kawasan. 

Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, efisiensi biaya, serta pemanfaatan teknologi, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dapat terus diwujudkan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bikin Ngelus Dada, Ternyata Ini Penyebab Surabaya Banjir Hari Ini

Tanpa normalisasi rutin dan perbaikan konektivitas saluran, persoalan banjir di Surabaya akan terus berulang setiap musim hujan.

Demo Mahasiswa di Mojokerto Memanas, Saling Dorong hingga Blokir Jalan

Hingga kini, massa aksi masih menggelar demonstrasi di Kantor DPRD Kabupaten Mojokerto. Para mahasiswa terus menyampaikan aspirasinya.

Perkuat Jaringan Akar Rumput, Adela Kanasya Adies Konsolidasi dengan Relawan di Surabaya

Adela Kanasya Adies menilai kedekatan dengan para pendukung harus terus dirawat agar aspirasi masyarakat dapat tersampaikan secara langsung.

DPRD Surabaya Minta PLN Tak Seenaknya Sendiri Padamkan Listrik, Apalagi di Jam Sibuk

DPRD Surabaya menilai waktu pelaksanaan pemadaman listrik menjadi faktor penting yang harus diperhatikan, karena menggangu pelayanan publik dan juga masyarakat.

Bocah 5 Tahun Meninggal dalam Kebakaran Rumah di Petemon Timur Surabaya

Selain menewaskan bocah 5 tahun, kebakaran ini juga membuat kakak korban terluka usai berhasil menyelamatkan diri dari lantai dua rumah yang terbakar.

Ribuan Peserta hingga Komunitas Budaya Ramaikan Surabaya Fashion Festival 2026

M Fikser berharap penyelenggaraan Surabaya Fashion Festival pada tahun mendatang dapat berlangsung lebih besar dan meriah, dan bermanfaat bagi masyarakat.