Senin, 22 Jun 2026 22:30 WIB

Demo Mahasiswa di Mojokerto Memanas, Saling Dorong hingga Blokir Jalan

Demo mahasiswa di Mojokerto yang hingga malam ini masih memanas. (Foto: Supri/selalu.id).
Demo mahasiswa di Mojokerto yang hingga malam ini masih memanas. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Ratusan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Mojokerto menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Kota Mojokerto, Senin (22/6/2026).

Mereka berangkat dari Terminal Kertajaya Mojokerto. Saat melintas di Simpang Lima Kenanten, massa aksi sempat memblokade Jalan Nasional Mojokerto-Jombang.

Baca Juga: Ribuan Buruh Pakerin di Mojokerto Kembali Gelar Demo: Tuntut Upah, Blokade Jalan

Bahkan, pengendara motor yang melintas sempat bersitegang dengan mahasiswa lantaran mereka melakukan blokade jalan yang mengakibatkan kemacetan dari lima arah di simpang lima tersebut.

Ketua PMII Mojokerto, Muhammad Nur Fadillah mengatakan massa aksi membawa beberapa tuntutan ke kantor DPRD Kota Mojokerto, termasuk tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

"Kami menilai bahwa ini seolah-olah menjadi program yang sangat populis dan sangat bergedok. Artinya ketika kita pinjam secara luar seolah-olah banyak manfaat, tapi secara nyata itu melah membawa kerugian terhadap masyarakat banyak," jelasnya.

"Seperti MBG, banyak sekali anggaran, terutama anggaran pendidikan yang itu harus dipangkas hanya untuk kesuksesan program populis. Ketika kita melihat dampaknya, sekitar pendidikan hari ini masih banyak guru honorer yang masih bergaji antara Rp200.000 sampai Rp300.000 untuk memenuhi kebutlahan hidupnya," tambah Nur.

Nur mengatakan pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinilai memperkaya hanya beberapa elit saja dan adanya ketimpangan terhadap masyarakat.

"Guru yang seharusnya itu mencerdaskan kehidupan bangsa, tapi seolah-olah itu sangat tidak dihargai di negara kita," bebernya.

Baca Juga: Besok Ratusan Massa Dikabarkan Akan Turun ke Grahadi Lagi, Ini Tuntutannya

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Mojokerto, Eri Purwanti saat demo tersebut menerima delapan tuntutan yang dibawa Aliansi Mahasiswa Mojokerto dan akan menyampaikan aspirasi itu ke tingkat lebih tinggi yakni DPR RI.

"Kami terkait tadi yang disampaikan ada 8 poin, intinya itu sepakat. Jadi kami sepakat agar itu dikaji ulang, dianalisa, terkait pelaksanaannya. Sebelum betul-betul itu nanti dijalankan," jelasnya.

"Baik terkait revisi Undang-Undang Polri, maupun MBG dan KDMP. Kalau KDMP dan MBG memang kami sangat sepakat sekali jika itu diadakan evaluasi secara total dan menyeluruh karena kita ketahui semuanya bahwa kebijakan ini sebenarnya tujuannya bagus," tegas Eri.

Ia menambahkan bahwa dalam pelaksanaannya banyak sekali ketidaksempurnaan pelaksanaan yang ada di daerah. 

Baca Juga: Agak Lain, Ribuan Warga Jember Turun ke Jalan Dukung Program MBG

"Nah, itu yang kami minta untuk dievaluasi secara total. Artinya nanti setelah ini dihentikan sementara. Kami meminta bahwasannya pelaksanaannya ke depannya lebih baik daripada yang saat ini," katanya.

Usai menggelar orasi dan bertemu dengan anggota dewan Kota Mojokerto, massa aksi langsung menuju ke Kantor DPRD Kabupaten Mojokerto.

Hingga kini, massa aksi masih menggelar demonstrasi di Kantor DPRD Kabupaten Mojokerto. Mahasiswa juga memanas dan sempat adu dorong dengan pihak kepolisian.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Arus Logistik Nasional Bergerak Positif, Neraca Dagang Surplus USD5,64 Miliar

Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa aktivitas produksi, distribusi, dan perdagangan tetap berjalan stabil di tengah dinamika ekonomi global.

Bikin Ngelus Dada, Ternyata Ini Penyebab Surabaya Banjir Hari Ini

Tanpa normalisasi rutin dan perbaikan konektivitas saluran, persoalan banjir di Surabaya akan terus berulang setiap musim hujan.

Perkuat Jaringan Akar Rumput, Adela Kanasya Adies Konsolidasi dengan Relawan di Surabaya

Adela Kanasya Adies menilai kedekatan dengan para pendukung harus terus dirawat agar aspirasi masyarakat dapat tersampaikan secara langsung.

DPRD Surabaya Minta PLN Tak Seenaknya Sendiri Padamkan Listrik, Apalagi di Jam Sibuk

DPRD Surabaya menilai waktu pelaksanaan pemadaman listrik menjadi faktor penting yang harus diperhatikan, karena menggangu pelayanan publik dan juga masyarakat.

Bocah 5 Tahun Meninggal dalam Kebakaran Rumah di Petemon Timur Surabaya

Selain menewaskan bocah 5 tahun, kebakaran ini juga membuat kakak korban terluka usai berhasil menyelamatkan diri dari lantai dua rumah yang terbakar.

Ribuan Peserta hingga Komunitas Budaya Ramaikan Surabaya Fashion Festival 2026

M Fikser berharap penyelenggaraan Surabaya Fashion Festival pada tahun mendatang dapat berlangsung lebih besar dan meriah, dan bermanfaat bagi masyarakat.