Minggu, 21 Jun 2026 18:24 WIB

Telusuri Jejak Masa Kecil Bung Karno di Sidoarjo Lewat FGD

  • Penulis : Ariyanto
  • | Minggu, 21 Jun 2026 16:17 WIB
Suasana FGD membedah sejarah masa kecil Presiden Soekarno di Sidoarjo. (Foto: Ariyanto/selalu.id) 
Suasana FGD membedah sejarah masa kecil Presiden Soekarno di Sidoarjo. (Foto: Ariyanto/selalu.id) 

selalu.id - Perdebatan mengenai jejak masa kecil Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, di Kabupaten Sidoarjo kembali mengemuka dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) bertema “Melacak Jejak Bung Karno di Sidoarjo” yang digelar di Limasan Kopi, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Minggu (21/6/2026).

Forum ini mempertemukan sejumlah kalangan untuk mengurai kembali simpul-simpul sejarah yang selama ini masih menjadi perbincangan.

Baca Juga: Grebeg Suro Sidoarjo 2026, PKL Bersyukur Tidak Dipungut Biaya Lapak

Di tengah diskusi, sorotan utama tertuju pada dugaan kuat bahwa Soekarno pernah menempuh masa kecilnya di wilayah tersebut sekitar tahun 1907. Narasi ini tidak hanya bertumpu pada ingatan kolektif masyarakat, tetapi juga rangkaian data historis yang terus dikaji ulang oleh berbagai pihak.

Ketua Komunitas Sidoarjo Kuno, Sudi Harjanto, menilai bahwa pembahasan mengenai keberadaan Bung Karno di Sidoarjo sebenarnya bukan hal baru. Namun, ia menegaskan bahwa penguatan bukti terus dilakukan melalui berbagai sumber, baik literasi sejarah maupun temuan lapangan.

Salah satu yang kembali mencuat adalah keberadaan bangunan sekolah lama yang diduga kuat pernah menjadi tempat Bung Karno mengenyam pendidikan dasar. Selain itu, jejak perpindahan keluarga, khususnya ayah Bung Karno dari Pulosari ke Sidoarjo hingga Mojokerto, turut memperkuat keterhubungan historis tersebut.

“Secara literasi sudah kuat. Ditambah kesaksian Mr. Klassen yang merupakan saksi sezaman, yang diperoleh dari keluarganya, ini menjadi penguat penting,” ujarnya.

Ia juga menempatkan cerita masyarakat sebagai bagian dari fakta sosial yang tidak bisa dipisahkan dari kajian sejarah. Dari rangkaian sumber itu, Sudi menyimpulkan adanya indikasi kuat bahwa Bung Karno pernah tinggal dan bersekolah di Sidoarjo dalam rentang waktu sekitar dua tahun.

Baca Juga: Menilik Magisnya Tradisi Grebeg Suro di Sidoarjo

Lebih jauh, ia menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan sejarah. “Sejarah boleh keliru, tetapi tidak boleh bohong. Fakta bahwa Bung Karno pernah berada di Sidoarjo menurut kami tidak terbantahkan,” tegasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Sidoarjo dari Fraksi PDI Perjuangan, Raymontara, menilai kajian tersebut perlu terus diperkuat dengan pendekatan akademis dan bukti yang terverifikasi. Ia menyebut, sejumlah data yang dihimpun mengarah pada kemungkinan Bung Karno pernah berada di Sidoarjo pada usia lima hingga tujuh tahun.

“Berbagai data dan kajian yang telah dihimpun menunjukkan bahwa Bung Karno pernah berada di Sidoarjo pada masa kecilnya, sekitar tahun 1907 saat berusia antara lima hingga tujuh tahun, ucapnya.”

Ia juga menyoroti Sekolah Ongko Loro Boelang yang kini dikenal sebagai SDN Pucang 2 Sidoarjo sebagai salah satu titik penting yang layak ditelusuri lebih dalam. Lokasi tersebut dinilai berpotensi menjadi cagar budaya apabila kajiannya memenuhi standar akademis dan historis.

Baca Juga: Kios Tambal Ban di Sidoarjo Terbakar, Uang Rp70 Juta hingga Motor Ludes

Di sisi lain, dorongan agar hasil FGD tidak berhenti pada ruang diskusi juga menguat. Raymontara berharap pembahasan ini dapat ditindaklanjuti melalui forum resmi bersama pemerintah daerah agar memiliki arah kebijakan yang jelas. 

Sejumlah akademisi dan pegiat sejarah turut terlibat dalam diskusi tersebut, di antaranya Abdul Rosyid Al Amin, Mochammad Faisol, RM Kushartono, Ronal Ridhal, dan Alfum Salam. Kehadiran mereka memperkaya perspektif dalam membaca ulang jejak historis yang masih terus diperdebatkan hingga kini.

FGD ini pada akhirnya tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sejarah lokal Sidoarjo masih terus hidup, diperdebatkan, dan dicari titik temunya antara bukti, ingatan, dan interpretasi.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Besok Ratusan Massa Dikabarkan Akan Turun ke Grahadi Lagi, Ini Tuntutannya

“Mungkin 300–500, belum terhitung yang massa cair,” ujar Korlap aksi tentang gambaran massa yang akan terlibat.

Besok Bakal Ada Aksi Massa Lagi di Pusat Kota Surabaya, Poster Terpasang di Medsos

Massa diarahkan berkumpul di Taman Bambu Runcing sebelum melakukan long march menuju Gedung Negara Grahadi. 

Surabaya Hasilkan Ribuan Ton Limbah B3, Tapi 46 Ton Masih Menumpuk di TPS

Menurut Maria, masih ada sejumlah pihak yang belum mampu mengelola limbah secara mandiri meskipun telah mendapatkan edukasi dari pemerintah.

Pria Asal Kenjeran Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Kalimas Surabaya

Korban akhirnya ditemukan di dasar sungai. Posisinya sekitar dua meter dari titik terakhir terlihat sebelum tenggelam.

Nama Politisi PDI Perjuangan Terseret Pusaran Korupsi BSPS Sumenep

Risky sebagai Koordinator Kabupaten Program BSPS 2024 mengatakan bahwa diperintahkan menyerahkan uang kompensasi kepada anggota dewan terebut.

Hakim Vonis Ringan Eks Manajer Akuntasi PT Dejavu Multi Kreasi dalam Kasus Penggelapan

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menilai terdapat sejumlah hal yang meringankan terdakwa sehingga layak memperoleh hukuman lebih ringan.