Rabu, 30 Sep 2026 09:37 WIB

Telusuri Jejak Masa Kecil Bung Karno di Sidoarjo Lewat FGD

  • Penulis : Ariyanto
  • | Minggu, 21 Jun 2026 16:17 WIB
Suasana FGD membedah sejarah masa kecil Presiden Soekarno di Sidoarjo. (Foto: Ariyanto/selalu.id) 
Suasana FGD membedah sejarah masa kecil Presiden Soekarno di Sidoarjo. (Foto: Ariyanto/selalu.id) 

selalu.id - Perdebatan mengenai jejak masa kecil Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, di Kabupaten Sidoarjo kembali mengemuka dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) bertema “Melacak Jejak Bung Karno di Sidoarjo” yang digelar di Limasan Kopi, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Minggu (21/6/2026).

Forum ini mempertemukan sejumlah kalangan untuk mengurai kembali simpul-simpul sejarah yang selama ini masih menjadi perbincangan.

Baca Juga: Arah Baru Pengembangan Rumah Sakit di Sidoarjo

Di tengah diskusi, sorotan utama tertuju pada dugaan kuat bahwa Soekarno pernah menempuh masa kecilnya di wilayah tersebut sekitar tahun 1907. Narasi ini tidak hanya bertumpu pada ingatan kolektif masyarakat, tetapi juga rangkaian data historis yang terus dikaji ulang oleh berbagai pihak.

Ketua Komunitas Sidoarjo Kuno, Sudi Harjanto, menilai bahwa pembahasan mengenai keberadaan Bung Karno di Sidoarjo sebenarnya bukan hal baru. Namun, ia menegaskan bahwa penguatan bukti terus dilakukan melalui berbagai sumber, baik literasi sejarah maupun temuan lapangan.

Salah satu yang kembali mencuat adalah keberadaan bangunan sekolah lama yang diduga kuat pernah menjadi tempat Bung Karno mengenyam pendidikan dasar. Selain itu, jejak perpindahan keluarga, khususnya ayah Bung Karno dari Pulosari ke Sidoarjo hingga Mojokerto, turut memperkuat keterhubungan historis tersebut.

“Secara literasi sudah kuat. Ditambah kesaksian Mr. Klassen yang merupakan saksi sezaman, yang diperoleh dari keluarganya, ini menjadi penguat penting,” ujarnya.

Ia juga menempatkan cerita masyarakat sebagai bagian dari fakta sosial yang tidak bisa dipisahkan dari kajian sejarah. Dari rangkaian sumber itu, Sudi menyimpulkan adanya indikasi kuat bahwa Bung Karno pernah tinggal dan bersekolah di Sidoarjo dalam rentang waktu sekitar dua tahun.

Baca Juga: Operasi Tekan ODOL di Sidoarjo, Puluhan Truk Tak Laik Jalan

Lebih jauh, ia menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan sejarah. “Sejarah boleh keliru, tetapi tidak boleh bohong. Fakta bahwa Bung Karno pernah berada di Sidoarjo menurut kami tidak terbantahkan,” tegasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Sidoarjo dari Fraksi PDI Perjuangan, Raymontara, menilai kajian tersebut perlu terus diperkuat dengan pendekatan akademis dan bukti yang terverifikasi. Ia menyebut, sejumlah data yang dihimpun mengarah pada kemungkinan Bung Karno pernah berada di Sidoarjo pada usia lima hingga tujuh tahun.

“Berbagai data dan kajian yang telah dihimpun menunjukkan bahwa Bung Karno pernah berada di Sidoarjo pada masa kecilnya, sekitar tahun 1907 saat berusia antara lima hingga tujuh tahun, ucapnya.”

Ia juga menyoroti Sekolah Ongko Loro Boelang yang kini dikenal sebagai SDN Pucang 2 Sidoarjo sebagai salah satu titik penting yang layak ditelusuri lebih dalam. Lokasi tersebut dinilai berpotensi menjadi cagar budaya apabila kajiannya memenuhi standar akademis dan historis.

Baca Juga: Wabup Sidoarjo Mimik Temukan Material Tak Sesuai Spesifikasi dan Pekerjaan Lamban Saat Sidak Proyek

Di sisi lain, dorongan agar hasil FGD tidak berhenti pada ruang diskusi juga menguat. Raymontara berharap pembahasan ini dapat ditindaklanjuti melalui forum resmi bersama pemerintah daerah agar memiliki arah kebijakan yang jelas. 

Sejumlah akademisi dan pegiat sejarah turut terlibat dalam diskusi tersebut, di antaranya Abdul Rosyid Al Amin, Mochammad Faisol, RM Kushartono, Ronal Ridhal, dan Alfum Salam. Kehadiran mereka memperkaya perspektif dalam membaca ulang jejak historis yang masih terus diperdebatkan hingga kini.

FGD ini pada akhirnya tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sejarah lokal Sidoarjo masih terus hidup, diperdebatkan, dan dicari titik temunya antara bukti, ingatan, dan interpretasi.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sederet Fakta Baru Kasus Sengketa Lahan Kalisari Surabaya

Persoalan muncul karena terdapat klaim atas Persil Nomor 473 atas nama Asifah dengan luas 2.310 meter persegi yang disebut berada di lokasi lahan Pujiono.

Prabowo dan Megawati Janjian Makan Nasi Goreng, Mau Bahas Apa Ya?

Sajian nasi goreng Megawati sendiri punya rekam jejak historis dalam hubungan kedua tokoh nasional ini.

Awas! Ratusan Ton Emas Ilegal Beredar di Indonesia, Kenali Ciri-cirinya

Dari total pemetaan nasional, tercatat sedikitnya 1.221 lokasi PETI emas yang beroperasi tanpa menyetor rupiah sedikit pun ke kas negara.

Proyek Revitalisasi Sekolah di Jember Gerakkan Ekonomi Warga, Jadi Berkah dan Bahagia

Dari proyek tersebut, sekitar 5.160 tenaga kerja terlibat, dengan rincian 2.000 tukang dan 3.160 asisten tukang. Juga gerakkan ekonomi warga lainnya.

Soal Seragam Sekolah, DPRD Surabaya Minta Pemkot Kaji Pembiayaan Batik Lewat BOPDA

Ajeng mengatakan usulan terkait pengadaan seragam batik secara terpusat masih perlu dibahas lebih lanjut bersama Dispendik agar tak jadi persoalan baru.

Wamenkes Nilai Kota Mojokerto Mampu jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB

Menurutnya, Kota Mojokerto memiliki posisi strategis dalam penanganan TB karena selama ini turut memberikan layanan pengobatan bagi pasien dari luar wilayah.