Kamis, 04 Jun 2026 14:39 WIB

RS Primier Surabaya Kembangkan Jejaring Wisata Medis dengan Rumah Sakit di NTB

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 28 Mar 2022 17:14 WIB
RS Premier Surabaya dan IDI NTB berfoto bersama usai seminar di Hotel Lombok Raya Mataram
RS Premier Surabaya dan IDI NTB berfoto bersama usai seminar di Hotel Lombok Raya Mataram

selalu.id - Rumah Sakit (RS) Premier Surabaya mengembangkan peluang untuk potensi wisata medis (medical tourism) bersama seluruh rumah sakit di Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kami menyambut baik adanya potensi medical tourism tersebut. Kami siap bersinergi bersama NTB dalam mendukung hal ini," kata Marketing Manager RS Premier Surabaya Sus Mardiatno, Senin (28/3/2022).

Baca Juga: Malaysia Healthcare Expo Hadir di Surabaya, Tawarkan Layanan Jantung hingga Fertilitas

Sus mengatakan, kedepannya, dalam kerja sama jejaring ini, RS Premier Surabaya juga menawarkan layanan secara menyeluruh. Sehingga tidak terbatas pada rujukan pasien, namun juga fasilitas untuk pendamping pasien.

"Saat ada keluarga pasien membutuhkan fasilitas sarana pariwisata dan akomodasinya, kami bisa memfasilitasinya,"jelasnya.

Tujuan RS Premier Surabaya dalam kegiatan ini, kata Sus, agar bisa membantu seandainya penanganan di NTB belum maksimal dan membutuhkan alat fasilitas yang lebih lengkap. Tentunya nanti ini bisa diarahkan ke RS Premier Surabaya.

"RS Premier Surabaya datang ke daerah bukan untuk membuka cabang rumah sakit baru, namun ingin membentuk jejaring rumah sakit hingga bisa tumbuh besar bersama," ujarnya.

Sementara itu, Operational Manager RS Premier Surabaya, Octdy Hendrawan mengatakan, Jejaring RS Premier Surabaya nantinya akan mempunyai kerja sama dengan rumah sakit di Provinsi NTB.

Octdy menyampaikan, sinergi rumah sakit ini nantinya yang akan dibangun untuk memberikan pelayanan dengan kualitas yang lebih baik.

"Kualitas lebih baik itu, terpenting bagaimana kapasitas dan kapabilitas dokter," ucapnya.

Baca Juga: Tak Perlu Jauh, Jamaah Haji dan Traveller dari Pasuruan Kini Bisa Vaksin di RSUD Grati

Hal ini akan ada saling berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman dan berdiskusi. Sehingga pelayanan rumah sakit di NTB bisa ditangani dokter yang berkompeten.

"Dokter kompeten ini nantinya akan disupport RS Premier Surabaya dalam hal pengetahuan, bisa saja dengan cara pelatihan bersama,"jelasnya.

Lebih lanjut Octdy menyampaikan bahwa prinsipnya pengembangan di bidang hospital. Dengan adanya perkembangan di NTB cukup bagus, tentunya turis yang datang harus mendapatkan kepastian berobat ketika terjadi sesuatu di NTB.

Sehingga, tindakan-tindakan yang tidak bisa dilakukan di NTB, mungkin bisa dikirim ke RS Premier Surabaya.

"Untuk itu kami datang agar bekerja sama dengan dokter dan rumah sakit di NTB, sehingga kami memiliki rumah sakit jejaring di NTB," terangnya.

Baca Juga: Ancaman Gagal Bayar BPJS Kesehatan yang Diam-diam Mengintai

Kata dia, kemitraan dengan rumah sakit di NTB kurang lebih satu tahun terakhir. Namun selama ini pasien RS Premier Surabaya sudah banyak dari NTB beberapa tahun lalu.

Ia pun mendorong rumah sakit di NTB sudah lebih terbuka untuk bermitra dengan rumah sakit di kota besar.

"Tujuannya agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat NTB diprioritaskan dan menjadi standar bersama memberikan pelayanan," terangnya. (Ade/SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.